Balai Karantina Riau Gelar Surveilans TBC dan Sampel Darah Sapi


Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Riau menggelar kegiatan surveilans kesehatan hewan di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, pada Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis, dengan mengoptimalkan peran petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat yang mendampingi langsung ke lokasi kandang peternak.

Ada dua agenda utama yang dilakukan terhadap target 37 ekor sapi milik warga. Pertama Uji Tuberkulin, menyuntikkan antigen untuk mendeteksi penyakit Tuberkulosis (Mycobacterium bovis dan Mycobacterium avium). Agenda kedua Pengambilan Sampel Darah Untuk mendeteksi penyakit gangguan reproduksi ternak (Brucellosis).

Jalannya pemeriksaan dan pengambilan sampel dilakukan oleh tim dokter hewan dari Balai Karantina. Kegiatan turut dipandu drh. Hanni Mardani, M. Si selaku perwakilan dari Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Bengkalis, Aan_Suhairi, SP. Penanggung jawab Puskeswan, drh. Eddy Nuryanto dan drh. Intan ikut aktif di lokasi kegiatan.

Selepas pengambilan sampel, Tim medik memberikan obat cacing gratis sesuai dengan jumlah sapi yang diperiksa. Pemberian obat ini bertujuan untuk membebaskan sapi dari parasit internal.

"Kegiatan pengambilan sampel telah berlangsung dari pagi hingga pukul 5 sore. Respon peternak sangat bagus, mereka membawa sapi ke lokasi kandang jepit hingga memudahkan petugas mengambil sampel. Ada juga yang kami datangi satu persatu ke rumah peternak. " Ujar dokter Hanni.

Pada kesempatan ini Dokter Hani mengimbau kepada masyarakat khususnya peternak agar mendukung pengendalian penyakit TBC pada sapi di Kabupaten Bengkalis. Jika ada ternak kondisinya kurang sehat, agar melaporkan ke petugas Puskeswan di masing-masing kecamatan.

“Tim medis dijadwalkan kembali turun lapangan pada Kamis (15/10/2026) atau setelah 72 jam untuk membaca hasil reaksi suntikan uji tuberkulin. Setiap sapi sampel sudah ditandai dengan ear tag guna kemudahan identifikasi.” Tutupnya.

Posting Komentar