Balai Karantina Hewan Rampungkan Uji Tuberkulin Sapi


Tim medis gabungan kembali turun ke lapangan untuk merampungkan pemeriksaan tahap akhir surveilans kesehatan hewan. Lokasi masih sama yaitu di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Rangkaian pengecekan ini merupakan kelanjutan dari program pengujian yang telah diinisiasi sejak awal pekan oleh Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Riau bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis.

Fokus utama kegiatan pada hari Kamis ini adalah melakukan pembacaan hasil reaksi suntikan uji tuberkulin. Tim medis mengecek lagi setelah sapi melewati masa tunggu 72 jam sejak penyuntikan antigen. Langkah medis ini sangat krusial untuk mendeteksi secara akurat terhadap indikasi penyakit Tuberkulosis sapi. Indikasinya Mycobacterium bovis dan Mycobacterium avium pada 37 ekor sapi yang sudah ditandai. Tim dokter hewan dari Balai Karantina dan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) melakukan pencocokan tanda melalui ear tag yang sudah terpasang di masing-masing telinga sapi sampel. Langkah identifikasi ini memastikan seluruh hasil evaluasi tercatat dengan benar tanpa adanya risiko kekeliruan objek pemeriksaan.

Tim gabungan memulai dengan memastikan sapi dalam posisi diam di dalam kandang jepit atau diikat, agar proses berjalan aman. Selanjutnya, petugas melakukan inspeksi visual untuk melihat adanya perubahan fisik pada area suntikan, diikuti dengan palpasi atau perabaan menggunakan jari untuk mendeteksi adanya pengerasan atau pembengkakan di bawah kulit. Langkah krusial berikutnya adalah melakukan pengukuran menggunakan alat jangka sorong (caliper) dengan cara menjepit lipatan kulit di titik suntikan untuk mengetahui ketebalannya saat ini. Terakhir, petugas akan menghitung dan mencatat selisih ketebalan kulit tersebut dengan membandingkannya secara langsung terhadap data ketebalan kulit awal sapi yang telah diukur sebelum penyuntikan. Salah satu pegawai Balai Karantina mencatat hasil pengukuran guna menjamin validitas dan ketepatan data.

Dalam pengecekan tahap akhir ini, tim medis juga memberikan pelayanan kesehatan preventif bagi sapi sampel. Petugas medis melakukan penyuntikan vitamin guna mendongkrak daya tahan tubuh atau imunitas sapi. Gunanya mengembalikan stamina pasca penanganan lapangan, sekaligus meningkatkan nafsu makan ternak.

Mewakili DTPHP memandu jalannya monitoring yaitu Penanggung Jawab Puskeswan drh. Eddy Nuryanto dan drh. Intan. Pak Dokter menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari masyarakat. Kerjasama yang baik dari para peternak mempermudah tim dalam merampungkan seluruh pengecekan. Apresiasi atas kerja sama serta dedikasi luar biasa dari seluruh petugas medis di lapangan. Meskipun harus menghadapi medan sulit hingga sore hari, komitmen tim gabungan sukses membuat rangkaian pemeriksaan berjalan lancar.

“Semoga data dari kegiatan ini dapat digunakan untuk melindungi ternak di Kabupaten Bengkalis dari ancaman penyakit TBC hewan,” pungkasnya.
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar