
Upaya mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terus digencarkan vaksinasi di tingkat desa Sungai Selari. Pada Hari Selasa 4 Agustus 2026, Puskeswan Bukit Batu melanjutkan gerakan vaksinasi metode door-to-door atau langsung dari kandang ke kandang. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) memonitoring kegiatan ini melalui online. Hasil video kegiatan juga menjawab laporan langsung ke DTPHP Kabupaten Bengkalis.
Aksi turun lapangan dimulai sejak pagi hari, titik awal pergerakan di kawasan Bandara Lama milik PT Pertamina Sungai Pakning. Rampung satu lokasi, langkah berikutnya menyisir pemukiman yang ada ternak sapi milik warga. Hal ini diambil untuk memastikan seluruh hewan dapat terjangkau secara menyeluruh, tanpa ada yang terlewat. Pelayanan medis vaksinasi PMK dipimpin langsung oleh drh. Eddy Nuryanto selaku Penanggung Jawab Puskeswan Bukit Batu. Paravet Hermanto mendampingi dan turut menangani proses penyuntikan hewan. Seluruh jalannya kegiatan dari kandang ke kandang didokumentasikan secara real time oleh Tim Liputan Siber Peternakan.
Di sela kegiatan, disampaikan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku belah seperti sapi. Gejala klinis yang kerap muncul meliputi demam tinggi, lepuh atau luka pada mulut, lidah, dan gusi, air liur berlebih. Ada juga luka pada sela kuku yang dapat menyebabkan kepincangan hingga bisa menjadi penyebab kematian pada ternak. Mengingat daya penularannya yang sangat cepat melalui kontak langsung, vaksinasi mutlak diperlukan. Hal tersebut guna mencegah PMK secara cepat dan mengendalikan secara berkelanjutan.
Bukan hanya sekali, Puskeswan sudah sampai pada tahap vaksinasi kedua atau booster. Pemberian vaksin dosis penguat ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan memiliki fungsi penting. Antara lain, memperpanjang masa antibodi, menstimulasi kembali sistem imun sapi untuk jangka waktu lebih lama. Mengatasi penurunan efektivitas vaksin dosis sebelumnya seiring berjalannya waktu. Membentuk kekebalan kelompok, memutus rantai sirkulasi virus di suatu wilayah, sehingga sapi yang belum memenuhi syarat vaksinasi turut terlindungi.
Tim Puskeswan sebaga Garda terdepan dalam pencegahan PMK melakukan pemerikasaan fisik ternak, menyatakan bahwa kondisi sapi-sapi milik warga secara umum berada dalam keadaan sehat. Hasil kesehatan yang baik ini membuat sebagian besar ternak sapi yang diperiksa memenuhi syarat medis dan bisa langsung menerima suntikan vaksin booster PMK hari itu juga. Satu persatu sapi dipegang oleh pemilik, lalu Dokter Hewan dan Paravet menyuntikkan vaksin PMK.
Melalui pembicaraan singkat, masyarakat pemilik ternak sapi di Desa Sungai merasa sangat terbantu adanya vaksinasi PMK. Hal tersebut karena mencegah PMK berarti berkurang resiko penyakit dan kematian ternak yang bisa merugikan secara ekonomi. Kesehatan hewan ternaknya senantiasa mendapat perhatian langsung dari petugas medis Puskeswan Bukit Batu. Salah satu peternak berharap sapi mereka tidak terkena penyakit mulut dan kuku.
“Nama saya Hasanuddin. Salah satu dari sebagian warga yang menggantungkan pendapatan dari beternak sapi. Kami berharap sapi-sapi tak kena PMK, juga agar desa Sungai Selari tetap aman dari penyakit. Terima kasih Pak Eddy dan Hermanto yang turun langsung ke kandang.” Tutupnya.


Posting Komentar