Pada tahap pra-Idul Adha, tim melakukan pendataan dan pemeriksaan antemortem di lokasi penurunan hewan kurban. Tim Puskeswan mendatangi lokasi melalui koordinasi dengan panitia kurban dan masyarakat di setiap desa. Tim melakukan pengisian data mencakup jenis hewan, lokasi, nama masjid, dan jumlah kurban di masing-masing desa.
Pemeriksaan fisik dan perilaku hewan dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Puskeswan Bukit Batu. Dokter Hewan Eddy Nuryanto bersama Hermanto selaku Paramedik Veteriner dan Tim Siber Keswan. Tim melakukan pengamatan hewan kurban secara fisik, lalu lebih detail pada bagian mulut dan kuku sapi untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pada kambing, dilakukan pemeriksaan gigi untuk memastikan usia hewan sudah memenuhi syarat kurban. Pemeriksaan gigi penting dilakukan karena jumlah dan pertumbuhan gigi menjadi indikator utama untuk menentukan apakah kambing sudah berusia minimal 1 tahun sesuai ketentuan syariat dan layak untuk disembelih. Hewan yang dinyatakan sehat, ditandai lulus pemeriksaan agar memudahkan identifikasi lalu lintas ternak.
Memasuki Hari H Idul Adha, Tim Keswan melanjutkan pemeriksaan postmortem. Kegiatan dimulai setelah Shalat Idul Adha dengan memeriksa sapi kurban di lingkungan Desa Sungai Selari. Ditemukan jumlah kurban 17 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Selanjutnya, tim bergerak ke area penyembelihan kurban, Masjid Al-Huda Kampung Gawar-gawar yang memiliki jumlah kurban terbanyak, 21 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Proses pengikatan, perobohan, hingga penyembelihan diawasi agar sesuai prinsip kesejahteraan hewan.
Dokter Hewan Bukit Batu, Drh. Eddy Nuryanto, melakukan pemeriksaan pada karkas, daging, tulang, dan organ dalam, dengan fokus utama pada hati. Pada titik pemeriksaan tertentu, Hermanto selaku Paramedik Veteriner juga memeriksa hati dan jantung sapi. Hasilnya, tidak ditemukan cacing hati dan organ dinyatakan layak konsumsi.
“Kita sedang mengamati hati sapi guna mencari cacing. Kalau diiris, dari dalam hati akan keluar cacing yang terlihat bergerak-gerak. Tanda hati terinfeksi yaitu bagian luarnya meneteskan nanah. Telur cacing juga bisa menyebar dan tidak mati meski dimasak, sehingga berisiko menulari manusia,” jelas Drh. Eddy.
Drh. Eddy juga mengingatkan panitia agar memenuhi aspek kesejahteraan hewan pada proses penumbangan dan penyembelihan. “Proses penumbangan harus dilakukan dengan tenang, tanpa kekerasan berlebihan, dan menggunakan alat yang sesuai. Penyembelihan juga sebaiknya dilakukan sesuai syariat, menggunakan pisau bersih dan tajam,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan di seluruh lokasi, berdasarkan data sementara saat tulisan ini diturunkan. Pada data tertera jumlah hewan kurban sementara di Kecamatan Bukit Batu sebanyak 322 ekor, terdiri atas 189 ekor sapi, 133 ekor kambing. Tim Puskeswan Bukit Batu juga menyimpulkan bahwa mayoritas daging kurban di Kecamatan Bukit Batu aman untuk dikonsumsi masyarakat pada Idul Adha 1447 H.



Posting Komentar