Cegah PMK di Sungai Selari


Tim dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bukit Batu mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Sungai Selari. Agenda vaksinasi PMK dilaksanakan pada pagi Selasa, 2 Juni 2026. Tim yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, dan siber keswan mulai bergerak sejak pukul 08.00 WIB. Tim membawa cool box berisi vaksin PMK, vitamin, dan alat suntik alias spuit. Mengendarai sepeda motor, tim menyusuri jalanan Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu. Tim keswan mendatangi satu per satu kandang sapi milik peternak untuk menyuntik sapi.

Vaksinasi PMK di Sungai Selari merupakan bagian dari program Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP melalui Puskeswan yang tersebar di 10 kecamatan menjadi pelaksana kegiatan terdepan. Program tersebut menargetkan daerah endemis dan daerah penyangga untuk menekan penyebaran virus yang menjadi perhatian sektor peternakan nasional. Sungai Selari salah satu desa yang dipilih bersama Desa Buruk Bakul dan Desa Pakning Asal.

Berbeda dengan vaksinasi massal di lapangan terbuka, metode door to door dilaksanakan Puskeswan Bukit Batu. Tim vaksinator tidak menunggu peternak membawa sapinya ke satu titik. Mereka justru yang mendatangi kandang, memeriksa kondisi hewan, lalu menyuntikkan vaksin. Pendekatan ini sanggup menjangkau lokasi ternak yang jauh, sekaligus tim sanggup mengedukasi peternak secara langsung. Hal tersebut memiliki sisi positif, tapi juga membutuhkan waktu yang lebih lama serta tenaga lebih banyak. Dengan strategi jemput bola dan keterlibatan langsung petugas lapangan, diharapkan Kecamatan Bukit Batu terkendali dari wabah PMK.

Dokter hewan dan paramedik veteriner (paravet) melakukan pengecekan kondisi fisik sapi sebelum vaksinasi. Jika sapi dalam kondisi sehat, tim langsung menyuntikkan vaksin PMK dosis 2 ml di area leher sapi. Paravet mengisi ulang vaksin dan vitamin ke dalam spuit, anggota lain mencatat identitas ternak, lokasi, tanggal vaksinasi, dan nama pemilik untuk dilaporkan. Ada juga pengiriman data secara daring mengenai jumlah ternak, stok vaksin, data real time di iSIKHNAS, lalu foto menyuntik ternak dengan stempel titik koordinat GPS. Teknik pengamatan lapangan dan wawancara peternak langsung memberi data yang akurat. Hal tersebut penting bagi pengambil keputusan agar pencegahan penyakit PMK berjalan maksimal.

“Jika ada kasus pada suatu daerah, PMK itu cepat menular lewat kontak langsung dan udara. Satu sapi sakit bisa menular ke seluruh kandang dalam beberapa hari,” jelas drh. Eddy Nuryanto di sela kegiatan. Ia menekankan vaksinasi adalah tameng utama. Kekebalan pada badan sapi akan terbentuk pasca suntik vaksin PMK, satu bulan kemudian tim medis akan datang lagi menyuntikkan vaksin booster. Jadi kekebalan sapi terhadap penyakit mulut dan kuku menjadi dua kali lipat. Peternak diimbau tidak menjual atau memindahkan ternak yang baru divaksin agar antibodi terbentuk sempurna.

Respons peternak Sungai Selari tergolong positif, beberapa dari mereka berpendapat bahwa setelah vaksinasi dan pemberian vitamin, sapi banyak makan, menjadi gemuk, dan terlihat lebih sehat. Kini, dengan vaksinasi gratis dari pemerintah, mereka merasa lebih semangat dalam beternak. “Setelah vaksinasi, sapi saya jadi selera makan dan tampak lebih sehat,” ujar Pak Sardi, peternak Dusun Pulai Bungkuk.

Penanggung Jawab Pusat Kesehatan Hewan menegaskan, kegiatan serupa telah dan akan terus digulirkan di desa-desa lain wilayah Bukit Batu. Bukan hanya kata, tapi juga dibuktikan dengan tim Puskeswan yang rutin turun lapangan, tidak sekadar menunggu laporan dan data.

“Kami aktif cek kondisi sapi dan kambing di kandang, lalu memberikan pelayanan kesehatan hewan. Hal itu memantapkan langkah kami untuk terus mengedukasi peternak agar mengikuti setiap anjuran pemerintah. Kami meyakinkan manfaat vaksinasi, mengendalikan berita palsu dan kabar buruk tentang bahaya vaksinasi. Kami menilai ada peningkatan, peternak sebagian besar tidak takut dengan program vaksinasi. Peternak semangat, kami pun pantang mundur kadang sampai rumah, malam telah datang,” pungkasnya.

Posting Komentar