
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis, melakukan pemantauan kesehatan dan ketersediaan hewan kurban. Kegiatan dilaksanakan serentak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Siak Kecil, pada Rabu, 7 Mei 2026.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PKH DTPHP Kabupaten Bengkalis, Aan_Suhairi, SP. Turut serta Pejabat Fungsional Medik Veteriner, drh. Hanni Murdani. Penanggung Jawab Puskeswan Bukit Batu, Drh. Eddy Nuryanto telah siap sedia. Turut Hadir Kepala UPT BPP Bukit Batu dan Kepala UPT BPP Siak Kecil. Rombongan dari Bidang PKH Bengkalis bergabung bersama Paravet dan Siber Keswan ikut serta dalam acara.
Pukul 08.00 WIB, sebelum turun ke lapangan, Kabid PKH memberi petunjuk teknis di Kantor Puskeswan sekaligus membagi tim menjadi dua. Pak Kabid memimpin langsung tim yang ditugaskan di Kecamatan Siak Kecil, didampingi Kepala UPT BPP Siak Kecil. Penanggung Jawab Puskeswan Siak Kecil, drh. Intan bersama beberapa staf ikut dalam kegiatan. Sementara tim yang bertugas di Kecamatan Bukit Batu, diarahkan oleh Dokter Hanni. Kedua tim berangkat bersamaan dari Kantor Puskeswan, menggunakan sepeda motor.
Di Kecamatan Bukit Batu, pemantauan difokuskan di Kampung Gawar-Gawar, Kelurahan Sungai Pakning, dan Kampung Panglong, Desa Sejangat. Adapun di Kecamatan Siak Kecil, tim bergerak ke Desa Liang Banir dan Desa Lubuk Muda. Tim mendatangi sentra ternak dan lokasi penampungan untuk mengidentifikasi, mengecek kesehatan, ketersediaan, serta jumlah hewan kurban sudah masuk ke Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil.
Dokter Hewan Hanni menjelaskan bahwa dari data awal pemantauan, sudah terjadi peningkatan lalu lintas ternak, sebagian berasal dari luar Kabupaten Bengkalis. “Umumnya ternak sapi yang masuk itu secara fisik terlihat sehat. Tapi sebaiknya dilakukan pemisahan dengan jarak yang aman dengan ternak lokal, tidak mesti langsung digabung pada satu tempat, agar ada proses adaptasi antarternak. Tindakan pemisahan sapi luar dan lokal tersebut, salah satu metode pencegahan penyebaran penyakit secara langsung,” jelasnya.
Data yang terkumpul dari dua kecamatan ini akan dirangkum oleh DTPHP Kabupaten Bengkalis, sebagai acuan pengawasan lalu lintas ternak, dan jaminan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 H. Rekap jumlah keseluruhan dilaporkan secara berjenjang, mulai dari kecamatan, kabupaten, hingga ke pusat. “Berdasar pengamatan hari ini, sapi yang sudah ada di penampungan dalam kondisi sehat, siap disalurkan ke lokasi pemotongan hewan kurban,” imbuh Pak Dokter.
Di sela kegiatan lapangan, Pak Aan_Suhairi mengungkapkan bahwa kegiatan pemantauan dan pemeriksaan ini, guna mencegah penyebaran penyakit dari sapi ke manusia. Ia berharap seluruh hewan kurban yang disembelih saat hari raya benar-benar memenuhi standar pemerintah. Syaratnya yaitu daging sapi dan kambing yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
“Kami ingin daging yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya halal secara syariat, juga sehat dan bebas dari penyakit,” ujarnya.
Lebih lanjut disarankan agar panitia kurban memperhatikan kebersihan alat-alat saat penyembelihan dan pemotongan daging, agar terhindar dari zat-zat yang membahayakan. Pak Kabid menganjurkan agar panitia menerapkan prinsip kesejahteraan hewan, saat sapi atau kambing direbahkan dan disembelih.
“Kami berupaya agar hal-hal tersebut terpenuhi selama proses berlangsung, petugas Puskeswan akan senantiasa mendampingi di lapangan. Semoga masyarakat tetap tenang menjelang hari raya yang penuh berkah ini,” tutupnya.


Posting Komentar