BPP Bukit Batu Mengikuti Pembekalan Penyuluh Pertanian Nasional

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan “Pembekalan Penyuluhan Pertanian Nasional.” Dengan konsep talkshow, acara ini dihadiri 1.000 orang yang terdiri atas 966 orang Penyuluh Pertanian dan 34 orang Ketua DPW Perhiptani. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kementan RI dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Profesor Syahrul Yasin Limpo. Pertemuan digelar secara hybrid yakni offline di Kampus Kementan dan online melalui kanal zoom dan YouTube Channel yang diikuti oleh ribuan penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia. Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti secara online acara tersebut. Melalui kanal youtube, penyuluh pertanian mengakses internet di Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Kantor Terpadu, Desa Sungai Selari.

Dengan tagline Penyuluh Hebat Pertanian Kuat, talkshow ini memberikan motivasi dan pembekalan wawasan kepada penyuluh Pertanian di Indonesia untuk menghadapi krisis global dan era digitalisasi pertanian modern.

“Kementerian Pertanian menjalankan strategi utama untuk menghadapi krisis pangan global. Pertama, peningkatan kapasitas produksi untuk komoditas yang mengendalikan inflasi, seperti cabai dan bawang. Lalu peningkatan kapasitas produksi juga akan dilakukan untuk menekan impor. Strategi tersebut tidak bisa berjalan tanpa kinerja Penyuluh Pertanian yang saling berjejaring dan bekerja dengan serius.” Urai Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo dalam Pembekalan Penyuluhan Pertanian Nasional.

“Berikan sesuatu demi perubahan pertanian yang lebih baik, supaya tidak sia-sia pertemuan kita hari ini. Gunakan digitalisasi untuk berdiskusi dengan para pakar, misalnya akses aplikasi Litbang untuk mengenai kondisi cuaca terkini, berapa derajat keasaman tanah, pupuk apa yang cocok spesifik lokasi, lalu mengetahui harga pasar terkini. Itu kegunaan digital.” Jelasnya.

Disampaikan Mentan bahwa dengan berkumpul seribu orang insan pertanian, bisa memberi solusi memajukan pembangunan pertanian. Mentan berharap agar kelompok tani binaan penyuluh menjadi solid.

“Kalau saat ini penyuluh hanya bertemu dengan kelompok tani bila ada kepentingan, ada program pemerintah yang mau diurus. Sebaiknya mulailah perubahan, kelompok tani mesti terus aktif. Kita harus membantu membangun negara ini, menjadikan pangan tidak lagi menjadi persoalan karena bagusnya kinerja penyuluh dan kelompok tani.” Tutup Menteri SYL.

Posting Komentar