Perangkap Serangga Menggunakan Glumon


Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Bukit Batu, Pak Sunardi melakukan praktek pembuatan perangkap serangga. Aplikasi lem perekat glumon ini menurut sebagian pengamat tanaman, termasuk ramah lingkungan. Lokasi kursus singkat tersebut berlangsung di Rumah Pak Ari Gunawan, Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu. Pak Ari merupakan anggota kelompok tani (Poktan) bernama Mari Tani, sekretariat di RT 2 RW 1 Kampung Teluk Air. Poktan Mari Tani menanam cabai sebagai komoditi utama, tumpang sari dengan jagung, ubi kayu, kangkung dan terong. Petugas POPT bersama Penyuluh Pertanian setempat bekerja sama dalam mengendalikan serangan hama serangga pada tanaman hortikultura.

Menurut sebagian orang, membudidayakan tanaman hortikultura tidaklah mudah. Petani bisa mengalami kegagalan budidaya jika tidak mampu menyelesaikan siklus hidup tanaman. Salah satu masalah penghambat adalah organisme pengganggu yang datang menyerang. Diantara hama yang sering menyebabkan kegagalan adalah hama serangga.

Pengendalian hama yang dipraktekkan oleh POPT dan PPL dengan memasang perangkap lem perekat glumon. Caranya siapkan botol bekas lalu oleskan lem perekat glumon ke seluruh permukaan botol. Kelompok tani kemudian memasang perangkap glumon tersebut di tepi lahan tanaman sayuran.

Menurut Petugas POPT, cara ini cukup sukses mengendalikan hama serangga yang merugikan petani. Hasilnya akan terlihat pada keesokan harinya, serangga pengganggu akan menempel di permukaan botol. Pengalamannya beberapa kelompok tani hortikultura telah menerapkan cara ini, yaitu di Desa Dompas dan Desa Buruk Bakul.

“Perangkap lem perekat ini berhasil mengendalikan hama Thrips, Lalat Buah dan berbagai Kutu. Semoga upaya ini membuat hasil panen sayuran di kelompok tani semakin melimpah.” Pungkas Pak Sunardi.

Posting Komentar