Pelatihan Dinamika Kelompok II

Sumber Daya Manusia Petani perlu dipersiapkan untuk tumbuh menjadi profesional, tidak hanya dalam budidaya, juga maju dalam pengolahan, pemasaran dan mengelola organisasi. Ada tiga faktor yang dapat menjadikan petani profesional, yaitu pengetahuan, keahlian dan moral. Ketiga faktor ini bisa dikuasai melalui suatu proses dan tahapan dengan menggunakan sistem, strategi dan metode yang sesuai dengan kondisi petani setempat. Salah satu sistem yang digunakan dalam proses ini adalah Sistem Kebersamaan Ekonomi (SKE) berdasarkan Manajemen Kemitraan, yaitu pengelolaan yang dilandasi oleh filosofi kemitraan baik antar individu, kelompok maupun antara kelembagaan petani dengan mitra usaha.

Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis mengadakan Pelatihan Dinamika Kelompok (DK) pada Kelompok Tani ‘Simpang Air Putih’ Kelurahan Batupanjang-Kecamatan Rupat. Kegiatan DK merupakan pelatihan dasar untuk menumbuh-kembangkan kebersamaan, kekompakan dan kerjasama yang baik antara pengurus dan anggota dalam kelompok tani. Kegiatan ini adalah sebuah proses yang berkelanjutan, tidak berakhir di ruang kelas saja. Awalnya kelompok tani mendapatkan Pelatihan DK, lalu penyuluh pertanian mendampingi dalam penerapan materi pelatihan di lapangan. Metode yang dipakai yaitu POD (Pendidikan Orang Dewasa), yaitu memfasilitasi petani dalam mengembangkan kemampuannya, menggunakan beragam pengalamnnya agar potensi diri berkembang dengan metode yang menyenangkan.

“Pelatih dalam kegiatan ini adalah Fasilitator Daerah Tingkat Dua yang telah memiliki sertifikat Pelatihan Fasda.” Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Kelembagaan, Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, H. Rifkan Kamal, SP, MH.

 

Pelatih yang berpengalaman meningkatkan hubungan antara petani untuk membangun kebersamaan, mulai dari kebersamaan fisik sampai tercipta kebersamaan pola pikir. Kedua kebersamaan ini akan menciptakankekuatan beberapa individu dalam kelompok dan juga kekuatan beberapa kelompok dalam kesatuan kelompok atau kesatuan ekonomi. Dari kekuatan inilah dapat melahirkan kepercayaan, baik rasa percaya diri pada masing-masing individu, kepercayaan petani dengan kelembagaan yang mereka bangun secara bersama maupun kepercayaan pihak lain terhadap individu petani maupun kelembagaannya.

“Perubahan kelembagaan petani yang bagus nantinya akan terlihat pada kekompakan, kebersamaan serta kegiatan kelompok yang berjalan dengan baik.” Pak Rifkan mengakhiri sambutannya, lalu membuka acara secara resmi.

Narasumber yang memfasilitasi Pelatihan DK di Pulau Rupat yaitu Tim Fasda dari Kabupaten Bengkalis. Kebersamaan bisa tumbuh di antara individu bila dilandasi oleh rasa saling yaitu saling terbuka, saling percaya, saling membutuhkan dan saling-saling positif lainnya. Rasa saling positif ini dapat memperkokoh kelembagaan petani. Selain upaya menumbuhkan rasa saling tersebut, ada empat prinsip kemitraan yang dikembangkan yaitu keadilan, saling menguntungkan, saling ridho dan profesional. Prinsip tersebut jika diterapkan pada kelompok tani, akan mengarahkan pada visi terpadu menuju kesejahteraan petani.

Posting Komentar