Kawasan Rumah Pangan Lestari Rupat

Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan. Hal ini terjadi karena pada hakekatnya manusia membutuhkan makanan untuk melanjutkan hidupnya. Prioritas untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebaiknya tidak disandarkan pada satu elemen saja, seperti pemerintah maupun swasta. Langkah tepat untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah menjadikannya tanggung jawab setiap orang, yang berarti dimulai dari lingkup rumah tangga. Setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, seperti ide dan teknologi yang mendukung, tenaga kerja sanak saudara dan lahan pekarangan rumah. Hal tersebut menjadi esensi dalam menyediakan pangan bagi keluarga, kerabat dan masyarakat di lingkungan sekitar.

Terik mentari sudah sepenggal di atas kepala. Seorang ibu meletakkan perkakas kebunnya di belakang rumah, lalu berjalan menuju ke bagian depan. Ditekannya gagang pintu ke bawah, setelah daun pintu terbuka lalu mempersilakan kami masuk. Ibu tersebut bernama Haryanti, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kecamatan Rupat. Kediaman Ibu Haryati terletak di Jalan Poros Rupat, Kampung Tengah, Desa Pancur Jaya. KWT yang dipimpinnya diberi nama Pancur Mentari, mengisyaratkan keinginan anggota kelompok untuk menjadi cahaya pertanian yang berkembang di Desa Pancur.

“Kelompok Pancur Mentari terbentuk Tahun 2016, saat itu jumlah anggota 25 orang.” Ibu Haryati mulai bercerita.

“Sekarang jumlahnya masih sama, tapi ada beberapa pergantian anggota kelompok.” Lanjutnya sambil memperlihatkan berkas berita acara pembenahan kelompok tani tertanggal 30 Maret 2016.

“Komoditi yang kami budidayakan yaitu sayur-sayuran, termasuk aneka cabai.” Jelas Ibu ketua kelompok yang memiliki sekretaris bernama Dwi Sulis Stiawati dan bendahara bernama Kintang. Mereka semua adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Desa Pancur Jaya.

Desa Pancur Jaya berada di wilayah Kecamatan Rupat mempunyai luas wilayah ± 13 KM² atau 1,4 % dari luas keseluruhan wilayah kecamatan rupat. Wilayah Pancur sebelah utara berbatasan dengan Desa Pangkalan Nyirih, bagian selatan dengan Desa Parit Kebumen, sebelah barat dengan Desa Dungun Baru, terakhir di timur bersebelahan dengan Desa Sungai Cingam. Jumlah penduduk yang bermukim di Desa Pancur Jaya (2016) sebanyak 1434 jiwa terdiri dari 707 orang perempuan dan 727 orang laki-laki dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 360 KK.

Kelompok Wanita Tani Pancur Mentari telah melakukan berbagai kegiatan. Aktivitas kelompok tani tersebut yaitu sosialisasi manfaat KRPL kepada masyarakat, gotong royong membuka lahan untuk lokasi kebun dan rumah bibit, membagikan bibit sayuran kepada warga desa, menanam dan memanen aneka sayuran guna memenuhi kebutuhan keluarga dan tambahan keuangan kelompok. Nominal pemasukan baik itu dari kebun bibit maupun hasil penjualan sayuran masih tertera pada buku keuangan yang mereka miliki.

Ibu Haryanti lalu menceritakan pengalaman kelompok taninya selama berkecimpung di program KRPL. Diawali sosialisasi mengenai pengertian, tujuan, manfaat dan cara menjalankan program Rumah Pangan Lestari. Kemudian melalui rembug anggota kelompok, dipilihlah lahan untuk mendirikan rumah bibit.

“Secara gotong royong kami mengolah lahan dengan mencangkul dan menggemburkan tanah. Setelah itu kami tanami cabe rawit dan terong. Polybag diisi tanah kemudian dicampurkan dengan pupuk kandang dan arang sekam. Diatasnya kami tanami tomat, seledri dan cabai merah. ” Ibu Haryanti mengisahkan kinerja kelompoknya.

“Untuk perawatan rutin, kami membersihkan lahan dari gulma dan menyiraminya sesuai dengan kebutuhan. Jika turun hujan tidak perlu lagi disiram, tapi bila tidak mendapat sinar matahari, hama dan penyakit kadang muncul pada tanaman, misalnya jamur dan ulat.” Tuturnya.

“Saat itu bila panen tiba, anggota kelompok datang untuk memetik sayuran secara bersama. Hasil tanam dipekarangan rumah cukup untuk kebutuhan dapur keluarga dan menambah pemasukan rumah tangga.” Ibu Haryanti menyelesaikan kisahnya.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah mengoptimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Hal tersebut dilakukan melalui program Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan tanaman pangan di pekarangan secara intensif. Kegiatan tersebut memanfaatkan sumberdaya lokal untuk menyediakan bahan baku pangan yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun atau desa, disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pemanfaatan pekarangan melalui pemberdayaan potensi rumah tangga merupakan tujuan sekaligus sasaran dari usaha mencapai kedaulatan pangan Indonesia.

Posting Komentar