Aplikasi Teknologi Larikan Padi Gogo

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau bekerja sama dengan UPT-BPP Rupat-Rupat Utara mengadakan kegiatan guna mendukung Upaya Khusus (Upsus) swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Kegiatan tersebut bertajuk Aplikasi Teknologi (Aptek) Larikan Gogo (Largo) dan Tumpang Sari Tanaman (Turiman). Aptek Largo Turiman diadakan di Kelompok Tani (Poktan) Karya Maju Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat-Kabupaten Bengkalis. Kegiatan Aplikasi teknologi di Pulau Rupat terbagi menjadi dua sesi. Pertama pemaparan materi di dalam ruangan, yang kedua praktek lapangan. Pada sesi akhir, peserta membuat Demonstrasi Plot (Demplot) komoditi Padi dan Jagung menggunakan aplikasi teknologi Largo Turiman.

Berkenan hadir pada kegiatan Aptek Largo dan Turiman di Kecamatan Rupat yaitu, Rombongan Pegawai BPTP Riau berjumlah enam orang, Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian Rupat-Rupat Utara, Kepala Puskeswan Kecamatan Rupat, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Rupat, serta Ketua dan Anggota Kelompok Tani se-Kecamatan Rupat. Hadir juga rombongan dari Rupat Utara, yaitu Koordinator Penyuluh Lapangan Kecamatan Rupat Utara serta Ketua dan Anggota Kelompok Tani se-Kecamatan Rupat Utara. Ditengah hadirin telah tiba dari Pekanbaru, narasumber kegiatan Aptek Largo dan Turiman, yaitu Dahono, SP, M.Si. Beliau adalah tim ahli yang berasal dari BPTP Riau.

Kegiatan Aptek berlangsung pada pukul 09:00 WIB mengambil tempat di kampung Simpang Salak. Dalam sambutannya pada pembuka acara, Bapak Suhendri Saputra, SP menyampaikan salam dari Kepala BPTP sedang berada di Bogor untuk suatu kegiatan yang sedang berlangsung bersamaan dengan kegiatan ini. Dijelaskan bahwa di setiap Provinsi memiliki instansi berupa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Tugas BPTP melakukan penelitian dan pengkajian mengenai aplikasi teknologi pertanian. Termasuk teknologi terapan dari perguruan tinggi, dipelajari dan dikembangkan langsung ke lahan petani.

“Sistem tanam Largo Turiman yang akan kita pelajari dan praktekkan hari ini, juga dilakukan di tujuh kabupaten se-Provinsi Riau. Tujuannya untuk mengaplikasikan teknologi yang bisa meningkatkan produktifitas tanaman padi, jagung dan kedelai. Hari ini kita mulai dengan Demplot 2 Hektar di Pulau Rupat. Semoga ke depan bisa diterapkan di area yang lebih luas untuk meningkatkan produksi padi dan jagung di Kabupaten Bengkalis.” Harapnya.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala UPT-BPP Rupat dan Rupat Utara. Diberitahukan agar peserta mengikuti dengan serius setiap rangkaian kegiatan Aplikasi teknologi Largo Turiman, sebab yang membawakan adalah para ahli dan peneliti teknologi pertanian. Selanjutnya disampaikan bahwa pada sesi diskusi nanti, peserta memperbanyak pertanyaan dan berbagi pengalaman lapangan. Apapun kendala yang pernah petani hadapi, silakan dikemukakan agar permasalahan tersebut bisa diurai secara terperinci.

“Pada kegiatan aplikasi teknologi ini, sudah sepatutnya kita terapkan di lapangan. Semoga ada manfaat timbal balik dalam kegiatan ini, artinya muncul perubahan perilaku pemanfaatan teknologi di lahan masing-masing. Harapannya usaha tani yang masyarakat geluti selama ini ada perubahan ke arah yang lebih maju.” Tutupnya.

Melalui materi dipaparkan bahwa, Aplikasi Teknologi adalah Penerapan dari ilmu-ilmu terapan dan teknik pada kegiatan pertanian di lapangan. Kemudian pengertian dari Larikan Gogo yaitu Sistem tanam di lahan kering secara larikan, misalnya model larikan 2:1 dengan memberi satu lajur tebuka dan dua larik pertanaman. Sistem ini mengikuti keberhasilan jajar legowo yang terlebih dahulu dikenalkan di lahan sawah. Sedangkan Tumpang Sari Tanaman adalah suatu bentuk pertanaman campuran berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam pada waktu bersamaan atau agak bersamaan.

Setelah istirahat, tepatnya pukul 13:00 WIB, peserta Temu Aptek bergerak menuju ke lahan anggota kelompok tani Karya Maju. Tujuannya praktek membuat Demplot Aplikasi Largo Turiman sesuai rencana, yaitu berisi larikan padi gogo, tumpang sari dengan tanaman jagung. Demplot atau Demonstrasi Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian dengan membuat lahan percontohan. Maksudnya agar petani dan masyarakat umum bisa melihat, mempelajari dan membuktikan terhadap objek yang didemonstrasikan.

Posting Komentar