Survey Analisis Konsumsi Pangan


Survey Konsumsi Pangan merupakan salah satu metode untuk menentukan status kecukupan gizi perorangan atau kelompok dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Survey Konsumsi Pangan dimaksudkan untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi pada tingkat rumah tangga. Menentukan status gizi keluarga, merupakan dasar perencanaan program pencapaian ketahanan pangan dan gizi. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam menghasilkan Sumberdaya Manusia Indonesia yang berkualitas.

Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis mengadakan kegiatan Pembekalan petugas survey konsumsi pangan tahun 2018. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas survey dalam pengambilan data konsumsi pangan dan mendorong dilakukannya pengumpulan data konsumsi pangan. Adapun peserta terdiri dari petugas survey sebanyak 22 orang yang diambil dari penyuluh pertanian di setiap kecamatan serta koordinator di kabupaten sebanyak 2 orang sebagai admin untuk memasukan data.

“Dalam melakukan survey, yang paling penting adalah metodenya harus benar dan datanya valid.” Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis.

“Supaya diketahui bersama, bahwa kita mengikut data Pola Pangan Harapan (PPH) yang diperoleh Tahun lalu. Bila metodenya sampai hari ini sudah baik, maka sebaiknya kita pergunakan cara pengambilan data yang sama. Bila masih ada kesalahan, mari bersama memperbaiki kekurangan teknik pengambilan maupun proses pengolahan data.” Ajak Bapak Syahrizan S.Si, M.T, M.Sc.

“Saya mengingatkan kembali bahwa pengambilan data sebaiknya secara riil lapangan, supaya tidak ada bias dalam penggambaran kondisi sesungguhnya nanti. Data itu mewakili situasi lapangan dalam mendeskripsikan keadaan konsumsi pangan masyarakat saat ini. Kita memerlukan data PPH sebagai acuan pembangunan masyarakat ke depannya.” Pak Syahrizan mengakhiri sambutannya, lalu membuka acara secara resmi.

Narasumber yang menyampaikan materi yaitu H. Suryani, SP, MM, Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan-Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau. Dikatakan bahwa prinsip perencanaan konsumsi pangan berorientasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Diantaranya memenuhi kebutuhan gizi rata-rata penduduk untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Mengkonsumsi makanan dengan mengikuti kaidah gizi seimbang. Memperhatikan kelestarian Sumber Daya Alam dan daya beli masyarakat setempat.

Dari hasil evaluasi konsumsi pangan penduduk Riau, diperlukan upaya sebagai berikut. Mengurangi konsumsi pangan yang berasal dari padi-padian, meningkatkan konsumsi umbi-umbian seperti pati sagu. Meningkatkan konsumsi protein ternak serta sayuran dan buah-buahan. Meningkatkan nilai tambah pengolahan produk pangan di rumah tangga.

Posting Komentar