Keberhasilan kegiatan penyuluhan sangat ditentukan oleh kualitas programa penyuluhan yang dibuat dan komitmen dari penyuluh untuk melaksakan apa yang telah mereka rencanakan. Selain menempatkan penyuluh sesuai tugas pokok dan fungsinya, peran kelembagaan terkait dalam memfasilitasi kegiatan juga menentukan keberhasilan kegiatan penyuluhan.
Pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2015, dilaksanakan kegiatan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tahun 2016 di Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Bengkalis sebagai instansi yang membawahi kegiatan penyuluhan.
Penyusunan programa di maksudkan untuk memberikan arah, pedoman, dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan. Penyusunan programa dilakukan oleh penyuluh pertanian, kehutanan, maupun perikananan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Acara penyusunan programa kabupaten ini dibuka oleh Kepala BKPP Bengkalis yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris.
“Draft programa penyuluhan, sebaiknya sudah tersusun sejak awal tahun sebagai bahan pertimbangan dalam musrengbang yang dilakukan di setiap desa.” Begitu kata sambutan Kepala kantor yang dibacakan sekretaris BKPP.
“Penyuluh sedapat mungkin terlibat dalam musrengbang desa dan kecamatan yang menghasilkan rencana pembangunan wilayah masing-masing. Dalam musrenbang tersebut, penyuluh bisa mengajukan berbagai program penyuluhan, agar pembangunan desa tidak hanya di bidang infrastruktur tapi juga menyangkut aspek pembangunan sumber daya manusianya.” Lanjut pak sektretaris yang di akhir pidatonya membuka kegiatan penyusunan programa penyuluhan petanian untuk tahun 2016 secara resmi.
Diketahui bersama bahwa penyusunan programa penyuluhan diawali dari tingkat desa/kelurahan. Programa kemudian disusun dengan memperhatikan keterpaduan kualitas dan kuantitas di tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga ke tingkat nasional. Hadir dalam kegiatan ini koordinator penyuluh kecamatan se-Kabupaten Bengkalis yang sudah melakukan penyusunan programa penyuluhan di kecamatan masing-masing. Para penyuluh pertanian se-Kabupaten Bengkalis juga turut hadir, dengan rincian 67 penyuluh pertanian peternakan, 2 penyuluh perkebunan dan 7 orang penyuluh perikanan. Selain itu turut hadir 4 orang perwakilan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Kegiatan penyusunan programa mendatangkan narasumber dari Sekretariat Bakorluh, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau, serta kepala-kepala dinas terkait. Agar programa penyuluhan yang disusun bisa tercapai secara partisipatif, maka dalam kegiatan penyusunan programa penyuluhan kali ini diberikan sesi penyampaian programa dari masing-masing kecamatan.
Programa penyuluhan tahun ini diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan yang efektif dan efisien, memperhatikan potensi spesifik lokal yang strategis dan mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap produktifitas pertanian unggulan. Pada akhirnya, penyusunan programa dengan cara berjenjang ini diharapkan mampu menopang peningkatan pembangunan jiwa dan raga masyarakat tani Indonesia.




Posting Komentar