
Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bukit Batu kembali melaksanakan vaksinasi Jembrana tahap kedua. Vaksin booster diberikan sebagai upaya memberi kekebalan lebih pada sapi-sapi peliharaan peternak. Hal tersebut guna mencegah penyebaran penyakit Jembrana dan tetap menjaga kesehatan hewan. Kegiatan ini berlangsung pada 8 dan 13 April 2026 di dua desa, yakni Desa Buruk Bakul dan Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu.
Program vaksinasi Jembrana berada di bawah tanggung jawab Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis. Vaksin booster ialah lanjutan setelah vaksinasi primer yang telah dilaksanakan sebelum memasuki bulan puasa 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskeswan Bukit Batu, drh. Eddy Nuryanto. Dalam pelaksanaannya, tim turut melibatkan Paramedis Inseminator Hermanto yang berperan dalam penyuntikan vaksin kepada ternak sapi di lokasi. Ada juga divisi media yang bertugas meliput jalannya kegiatan, untuk disebarluaskan di media sosial.
Sebelum turun lapangan, Tim Keswan melakukan persiapan di Puskeswan Bukit Batu yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Sungai Pakning. Berbagai kebutuhan seperti vaksin, vitamin, obat-obatan, jarum suntik serta peralatan pendukung disiapkan sejak pagi hari. Aktivitas dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, dan tim berangkat menuju lokasi vaksinasi sebelum pukul 08.00 WIB.
Proses vaksinasi berlangsung dengan melibatkan peran aktif pemilik ternak. Sebagian sapi terlebih dahulu dimasukkan ke dalam kandang jepit untuk memudahkan penanganan. Sapi diikat secara langsung agar tetap tenang selama proses penyuntikan. Peternak juga membantu memendekkan tali dengan hati-hati guna memastikan hewan tetap terkendali tanpa menyebabkan cekikan. Tidak jauh dari kandang jepit, Dokter Hewan bersama Inseminator terlihat memasukan vaksin dan vitamin ke dalam dua spuit. Vaksin Jembrana berwarna putih dimasukkan ke dalam spuit sebagai suntikan utama, sementara satu suntikan lainnya berwarna kuning berisi vitamin untuk menunjang kondisi kesehatan ternak. Kedua suntikan tersebut kemudian diinjeksikan sesuai prosedur medis, satu persatu ternak hingga semua sapi tervaksinasi.
Tim Keswan Bukit Batu juga menemukan sejumlah kasus pada ternak yang perlu penanganan medis. Antara lain ada sapi yang memiliki tanda-tanda cacingan. Terhadap temuan tersebut, petugas langsung memberikan obat cacing sebagai penanganan awal. Tidak hanya itu, terdapat pula sapi betina yang telah memasuki masa reproduksi namun belum bunting, sehingga dijadwalkan penyuntikan hormon guna membantu meningkatkan peluang kebuntingan.
Dalam proses pelaksanaannya vaksinasi, tim juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah banyaknya waktu yang terbuang karena ternak belum dipersiapkan sebelumnya oleh pemilik sapi. Jika sapi-sapi yang akan divaksin dapat dikumpulkan pada beberapa titik yang berdekatan, proses penanganan dinilai akan berjalan lebih cepat dan efisien. Ketersediaan kandang jepit yang masih terbatas juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut membuat beberapa sapi menjadi kurang nyaman dan meronta saat proses vaksinasi berlangsung, sehingga membutuhkan penanganan ekstra dari petugas. Apabila persiapan teknis seperti pengumpulan ternak dan penyediaan fasilitas pendukung dapat dilakukan lebih optimal sejak awal, maka pelaksanaan vaksinasi akan berjalan lebih lancar dan hasil yang dicapai pun dapat lebih maksimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kekebalan sapi di Kecamatan Bukit Batu semakin meningkat terhadap penyakit Jembrana. Bila sapi-sapi tersebut bebas dari segala macam penyakit, diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi daging, baik di tingkat lokal maupun nasional. Upaya ini sejalan dengan target pembangunan subsektor peternakan yang dicanangkan Pemerintah Pusat, yakni peningkatan populasi dan produktivitas ternak guna mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan daging sapi.
“Kami terus berjuang di lapangan melalui program vaksinansi, pelayanan keswan, kesehatan reproduksi, dan lain sebagainya. Hal tersebut demi kemajuan bidang peternakan secara keseluruhan.” Pungkasnya.


Posting Komentar