
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sejangat mengikuti Kursus Tani, Program Dana Alokasi Khusus Non Fisik Kementerian Pertanian 2025. Dinas Tanaman Pangan, Hortukultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis menjadi pelaksana kegiatan tersebut. UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) ditunjuk menjadi pengelola kegiatan lapangan di tingkat kecamatan. Kursus Tani dilaksanakan di lokasi kelompok tani (Poktan) Maju Bersama, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu.
Pembelajaran dalam kursus tani menggunakan metode andradogi melalui praktik penerapan inovasi teknologi. Andragogi adalah suatu pendekatan dalam pendidikan yang fokus pada pembelajaran orang dewasa. Prinsipnya bahwa orang dewasa memiliki pengalaman hidup yang luas dan beragam, sehingga dapat digunakan sebagai bahan curah pendapat, tanpa menggurui. Kursus tani ini juga diserta Demonstrasi Plot (Demplot), sebuah lahan percontohan yang dikelola kelompok tani. Melalui pengamatan langsung budidaya tanaman di Demplot, perserta diharapkan mampu memahami, menerapkan hasil pembelajaran ke lahan masing-masing.
Materi Kursus Tani yaitu “Membuat Pupuk Organik Padat”, dengan Narasumber Ketua Poktan Maju Bersama, Pak Suryanto.
Narasumber menyampaikan bahwa Pupuk organik padat adalah jenis pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami berbentuk padat. Pupuk ini berasal dari material organik yang telah mengalami proses penguraian, baik melalui pengomposan maupun fermentasi.
Ada pun manfaat pupuk organik padat yaitu:
1. Pupuk organik padat dapat menaikkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi dan memperbaiki struktur tanah.
2. Pupuk organik padat dapat meningkatkan kualitas tanaman dengan menyediakan nutrisi yang seimbang dan alami.
3. Pupuk organik padat dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sehingga lebih ramah lingkungan.
Berikut adalah cara membuat pupuk organik dari dedak dan kotoran hewan dengan tambahan Mikroorganisme Lokal (M21 atau EM4).
Bahan:
1. Dedak Padi
2. Kotoran Hewan (Kohe) sapi dan Kohe ayam
3. Mikroorganisme Lokal M21
4. Molase (Gula yang dicairkan)
5. Air
Cara membuat:
1. Siapkan bahan dengan mengumpulkan dedak padi dan Kohe.
2. Campurkan dedak dan Kohe dengan perbandingan 1:1 atau 2 dedak 1 Kohe.
3. Tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran menjadi lembab, tetapi tidak terlalu basah.
4. Tambahkan M21 sesuai dengan instruksi pada label produk.
5. Aduk rata: Aduk campuran hingga rata dan pastikan tidak ada gumpalan.
6. Biarkan fermentasi: Biarkan campuran fermentasi selama 2-4 minggu dalam tempat yang teduh dan kering. Pastikan untuk membalik campuran setiap minggu untuk memastikan fermentasi yang merata.
7. Saring dan keringkan: Setelah fermentasi selesai, saring pupuk organik dan keringkan di bawah sinar matahari.
“Selain meningkatkan kesuburan tanah, pupuk padat ikut mengurangi limbah pertanian. Apabila kelompok tani memproduksi pupuk padat lalu menggunakannya secara konsisten, maka akan menghemat biaya produksi.” Tutup PPL.


Posting Komentar