Kunjungan Lapangan ke Gapoktan Pandan Jaya


Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) melaksanakan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Bagi Petani Sawit di Pekanbaru. Kegiatan pelatihan tersebut secara keseluruhan berlangsung selama 10 hari, mulai Tanggal 25 Agustus 2025 sampai 3 September 2025. Pelatihan penguatan kelembagaan petani angkatan I, melibatkan peserta dari empat kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kuantan Singingi. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tercatat sebanyak 69 orang. Salah satu bagian dari pelatihan tersebut ialah kunjungan lapangan ke Gapoktan Komoditi Kelapa Sawit.

Agenda kunjungan lapangan ke Kabupaten Siak berlangsung pada Tanggal 31 Agustus 2025. Gapoktan Pandan Jaya dipilih sebagai tujuan kunjungan, kelompok tersebut mengelola komoditi perkebunan tanaman sawit. Panitia dan peserta pelatihan bergerak dari Pekanbaru pada jam 08:00 WIB menggunakan 3 unit bus. Rombongan membutuhkan waktu 2 Jam untuk tiba di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk berdiskusi dan menggali informasi mengenai Gapoktan Pandan Jaya.

Gapoktan Pandan Jaya dibentuk pada Tahun 2013 yang beralamat di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Yang beranggotakan 14 kelompok Tani yang bergerak pada Perkebunan kelapa Sawit meliputi bidang Pengolahan tanah, Produksi Kelapa Sawit dan Saprodi. Menurut ketua Gapoktan, guna penguatan usaha yang berkelanjutan, Gapoktan Pandan Jaya telah mendapatkan Sertifikasi ISPO pada Tahun 2021. Gapoktan mengelola lahan sawit seluas 337,5 Hektar dalam kegiatan Peremajaan Kelapa Sawit (PSR) Tahun 2019-2023. Ada pun pengurus Gapoktan Pandan Jaya yaitu, Ketua Agus Salim Siregar, Sekretaris M. Muthohirul Am’ru, Bendahara Suparno.

Dalam kunjungan lapangan ini, peserta memperoleh pengetahuan cara mengelola kelompok tani yang lebih baik. Peserta juga melakukan pengamatan lapangan dan diskusi terkait pengelolaan kebun kelapa sawit.

"Kami berharap kunjungan lapangan ini menjadi tempat berbagi ilmu. Kami belajar cara membenahi kelompok tani, teknik mengelola kebun, agar bisa meningkatkan produksi dan kualitas hasil sawit kami," kata salah satu peserta.

Dikutip dari situs web DPDB bahwa Provinsi Riau merupakan sentra utama perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yakni mencakup 21,23% dari total areal perkebunan sawit Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan mencatat bahwa Riau berhasil memproduksi 9,22 juta ton minyak kelapa sawit mentah (CPO). Angka ini tidak hanya menegaskan dominasi Riau dalam produksi sawit, tetapi juga menempatkannya sebagai pemain utama dalam mendukung kebutuhan domestik dan ekspor.

Posting Komentar