Kelompok Wanita Tani (KWT) Uswatun Hasanah melakukan gotong royong perdana di Dusun Sukaramai. KWT adalah singkatan dari Kelompok Wanita Tani. KWT Uswatun Hasanah merupakan gabungan dari ibu-ibu wirid RT 9 RW 2, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu. Mereka rutin melakukan pengajian bersama, lalu memutuskan membuka lahan sayuran dengan cara gotong royong. Pertama ibu-ibu memilih lahan seluas 20x40 meter di samping rumah Pak RT. Mereka mengolah tanah kemudian memberi pupuk dasar serta kapur pertanian agar PH tanah menjadi netral. Anggota KWT yang terbentuk pada tanggal 4 Juli 2024 tersebut berencana menanam kangkung, bayam, pare, kacang panjang, terong dan sayur lainnya. Selanjutnya di hamparan tanah yang sama, mereka bersedia melakukan budidaya tanaman obat seperti lengkuas, kunyit dan jahe. Ada pun lahan di sekeliling pagar akan mereka hiasi dengan tanaman buah seperti pisang, pepaya, nenas dan sebagainya. Sebagai bahan pangan sehari-hari, lahan sebelah timur menghadap matahari terbit, ibu-ibu segera menanam ubi kayu, jagung, dan keledek. Setiap Hari Selasa, Kamis dan Minggu Jam 15:00 WIB mereka melakukan gotong royong mewujudkan cita-cita pertanian.
Menurut sebuah literatur online, bekerja secara gotong royong adalah tradisi masyarakat desa sekaligus budaya pertanian nasional. Menjadi anggota KWT bisa sangat menguntungkan karena bekerja secara bersama membuat pekerjaaan ringan serta cepat selesai. Anggota wanita kelompok tani bekerja saling bergantian dalam hal membersihkan rumput, mengambil kayu dan membuat pagar, memasang jaring pengaman, olah tanah, membibitkan sayuran, serta pekerjaan lainnya. KWT yang tumbuh berkat inisiatif penyuluh pertanian tersebut, senantiasa memperoleh pendampingan dan di lapangan. Selain itu pembinaan kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan senantiasa dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu.
Ditemui di Dusun Sukaramai Desa Sejangat, Penyuluh sekaligus siber pertanian, menjelaskan bahwa KWT Uswatun Hasanah terdiri atas 27 orang anggota, telah terpilih pengurus inti dengan ketua bernama Ibu Tuti Hernati. Siber pertanian memasukan tulisan, berita dan artikel kegiatan KWT ke media pertanian online, guna menyebarkan semangat juang kemandirian pangan. Selain itu, penyuluh juga mengadakan rembug tani, pertemuan kelompok maupun perorangan guna mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.
“Kami konsisten mendampingi petani agar dalam mengolah lahan gambut. Kelompok wanita tani tidak membakar lahan, agar lingkungan tetap lestari. Kami juga mengadakan pertemuan kelompok untuk menjelaskan mengenai penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang hingga mendorong mekanisasi pertanian. Selamat panjang umur ibu-ibu petani seluruh Indonesia.” Tandasnya.



Posting Komentar