Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu, mengikuti telekonferensi Peningkatan Produktivitas Padi, Melalui Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Pada acara tersebut, dibahas mengenai cara menghasilkan padi berkualitas dengan POC. Acara jarak jauh berbasis elektronik tersebut, diikuti dari Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi tersebut dihadiri oleh Kepala UPT dan PPL dari Kecamatan Bukit Batu.
Berikut ini catatan dari kegiatan Telekonferensi Penggunaan Pupuk Organik Cair pada tanaman padi tersebut.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi serta produktivitas padi. Diantaranya dengan menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas dan untuk menjaga keseimbangan alam.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan mengadakan acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan secara virtual. Ngobras tersebut bertemakan Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penggunaan POC.
Disampaikan bahwa pemupukan merupakan salah satu komponen utama guna memberi kesuburan pada tanaman. Padi di sawah memerlukan nutrisi pupuk yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan berhasil panen. Pupuk kimia sebaiknya dikurangi pada lahan sawah, sebab memberi efek negatif pada tanah. Pupuk organik disarankan karena memberi dampak kesuburan tinggi dan aman bagi ekosistem. Pupuk alami juga tidak mengganggu mikroorganisme dan cacing dalam tanah, pupuk alami menjaga keseimbangan lingkungan. Pupuk kompos, pupuk kandang serta Pupuk Organik Cair merupakan solusi jangka panjang pertanian padi. Penerapan POC di persawahan diharapkan mendongkrak produksi padi, meningkatkan jumlah hasil beras setiap daerah.
Narasumber Ngobras Teti Herawati, merupakan Penyuluh Pertanian Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Pemateri menjelaskan tentang penggunaan pupuk organik cair pada tanaman padi. POC adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme tanah. POC juga bisa berguna sebagai dekomposer, mempercepat penghancuran bahan-bahan organik. POC mantap juga sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan. Pemateri Teti menjelaskan bahwa POC yang dihasilkannya berasal dari buah pepaya. Ada pun yang melatar belakangi pembuatan POC dari buah pepaya sebab berlimpahnya buah tersebut di wilayahnya. Hal itu untuk menekan biaya produksi, buah yang tak lagi terpakai, diubah menjadi POC pepaya yang berhasil guna.
Teti juga menerangkan bahwa pembuatan POC pepaya, merupakan fermentasi dari buah pepaya, air cucian beras dan air kelapa. Tambahan larutan gula merah berperan sebagai sumber makanan bagi Mikroorganisme pengurai. Penggunaan POC dimulai pada fase vegetatif 10 HST sampai 60 HST. Aplikasi dua kali seminggu, sampai padi memasuki fase generatif. Dosis pemberian POC sebanyak 20 Liter per Hektar.
“Tipsnya adalah rajin membuat dan menerapkan teknologi POC. Biasakan diri menggunakan pupuk alami. Semakin banyak penggunaan POC, maka semakin baik bagi pertumbuhan tanaman. Tumbuhan yang subur, menghasilkan panen padi yang melimpah. Kelestarian alam pun terjaga.” Tutupnya.



Posting Komentar