Telekonferensi BPP Pembangunan Pertanian


Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu, mengikuti telekonferensi mengenai BPP mendampingi kegiatan pembangunan pertanian. Acara jarak jauh berbasis elektronik tersebut, diikuti dari Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi tersebut dihadiri oleh Kepala UPT dan PPL dari Kecamatan Bukit Batu.

Berikut ini catatan dari kegiatan mengenai BPP mendampingi kegiatan pembangunan pertanian tersebut.

Balai Penyuluhan Pertanian atau biasa disebut BPP merupakan tempat pertemuan dan koordinasi antara penyuluh pertanian, pelaku utama dan pelaku usaha. Fungsi BPP untuk menyelenggarakan penyuluhan pertanian di kecamatan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2022, tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian. BPP dibentuk dan ditetapkan di setiap kecamatan, dikepalai oleh seorang Koordinator. BPP melaksanakan tugas dan fungsinya berkoordinasi dengan Camat setempat.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) yang dilaksanakan secara langsung dari BPP Kokap Kabupaten Kulon Progo. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mengatakan bahwa pertanian berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor kewalahan bertahan ditengah pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif terhadap ekonomi Indonesia. Apresiasi diberikan atas kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Kelompok tani juga telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam meningkatkan produksi pertanian nasional.

"Para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugas. Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, pantang menyerah.” Ujarnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, menyarankan optimalisasi lima peran BPP. Pertama tersedianya data dan informasi diantaranya adalah data potensi wilayah, data penyuluh pertanian. Selain itu juga terjalinnya sinergitas kegiatan pembangunan pertanian, terlaksananya pembelajaran usaha tani serta terlaksananya konsultasi agribisnis antara petani dan penyuluh pertanian.

Bentuk dukungan Pemerintah Pusat terhadap BPP, salah satunya adalah dengan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana Informasi dan Teknologi. Hal tersebut agar BPP dapat terkoneksi online ke Pusat. Ada juga bantuan dana untuk rehab pembangunan BPP dan juga pelatihan bagi penyuluh pertanian.

Narasumber lainnya yang merupakan petani binaan BPP Kokap, Tri Estiana berhasil mengembangkan gula semut dan produknya telah di ekspor. Dinamakan gula semut dikarenakan bentuk gulanya berbentuk seperti sarang semut.

Tri Estiana menjelaskan bahwa pengembangan gula semut dilakukan pada tahun 2010 dengan awalnya memproduksi gula kelapa. Pembuatan gula semut juga dilakukan secara tradisional, yakni dikerjakan sejumlah warga di rumahnya masing-masing. Pemasaran gula semut belum bisa diekspor sendiri karena biayanya sangat mahal. Maka Tri Estiana meminta agar Pemerintah bisa memfasilitasinya.

“Kami minta kolaborasi dengan UMKM lain, juga kerjasama dengan berbagai pengelola warung kopi. Hal tersebut agar pemasaran gula semut yang kami produksi bisa lebih berkembang. Jika berhasil diminati oleh masyarakat lokal, selanjutnya kelompok tani bisa ditarget menjadi eksportir gula semut.” Tutupnya.

Posting Komentar