Workshop Petugas Survei Harga Pangan


Pemerintah senantiasa berupaya menjaga kestabilan harga pangan di pasaran. Dinas Ketahanan Pangan memahami pentingnya informasi harga bahan makanan setiap harinya. Untuk itu pemerintah menetapkan adanya petugas enumerator harga pangan di setiap kecamatan. Enumerator adalah petugas yang melakukan riset data dengan langsung turun mengambil data di pasar. Petugas survei harga bahan makanan bahkan melakukan wawancara ke penjual di pasar maupun kedai. Tujuan petugas enumerator ingin mendapatkan data yang valid, benar, sesuai kondisi terkini di lapangan.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mengadakan pelatihan bagi para petugas enumerator tingkat kecamatan. Workshop bagi pendata harga bahan makanan se-kabupaten Bengkalis tersebut, dilaksanakan oleh Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan (BDCP). Kegiatan dibuka oleh Kepala BDCP Ibu Yana Susilayeni, S.E., M.E.Sy di Aula Pertemuan. Turut hadir pegawai dan pejabat di lingkup BKP Kabupaten Bengkalis. Adapun petugas pendata harga pangan, sebagian besar adalah penyuluh pertanian lapangan.

Dikatakan bahwa BDCP telah dilakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna stabilisasi harga bahan makanan di pasaran. GPM juga membantu para ibu rumah tangga, karena menjual bahan pangan dengan harga murah. GPM direncanakan tidak hanya di kabupaten, juga akan diadakan di tiap kecamatan. Kabid BDCP menyatakan bahwa informasi dari para petugas enumerator sangat penting, karena menjadi sumber data harga pangan nasional. Informasi harga pasar dari kecamatan akan direkap di Kabupaten dan diteruskan ke Provinsi lalu ke Pusat. Kegiatan input data tersebut terjadi setiap hari, bersifat aktual dan up to date. Ibu Kabid memberikan penghargaan kepada para petugas untuk kerja kerasnya, diharapkan menjadi motivasi dalam menjalankan tugas.

“Jadilah manusia yang baik, bermanfaat untuk orang lain, berguna bagi bangsa dan negara. Semoga para petugas survei harga pangan lebih bersemangat lagi dalam bekerja.” pungkasnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber dari Provinsi. Saptarahmawati, S.Pi., Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Tanaman Pangan & Hortikultura, Provinsi Riau. Beliau menyatakan untuk menentukan kebijakan kestabilitas harga pangan yang tepat dibutuhkan database harga pangan yang valid. Caranya dengan mengumpulkan dan mengolah hasil survei harga pangan dengan menggunakan metode panel data. Hal tersebut guna menyamakan presepsi dalam melakukan pemantau harga pasar. Diharapkan tersedia database harga pangan yang valid dan akurat, mulai dari daerah hingga ke Tingkat Nasional. Dari kumpulan data harga pangan tersebut, maka dapat disusun infografis mengenai harga pangan.

Infografis harga pangan adalah bentuk visual dari informasi harga pasar, menyajikan data dalam bentuk gambar dan info singkat harga pangan. Dalam infografis harga pangan, terdapat data harga rata-rata seluruh kabupaten dan kota. Data harga tertinggi dan terendah masing-masing komoditi pangan juga tersedia. Infografis harga pangan dapat dijadikan informasi yang singkat, padat dan jelas serta mudah dipahami masyarakat.

Salah satu inovasi instansi pemerintah yang menangani ketahanan pangan, bisa dengan digitalisasi data harga pangan. Caranya dengan pembuatan aplikasi Panel Harga Pangan yang dapat diakses 24 jam di website. Perubahan data diperoleh dari enumerator yang ada di tingkat kecamatan. Pengumpulan data dapat terintegrasi dalam satu aplikasi, bisa dipantau oleh pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan.

Acara penutupan tiba, peserta diminta bercerita keluh kesah sebagai petugas enumerator. Seorang petugas bercerita awal ditugaskan sebagai enumerator, sulit mendapatkan data yang valid. Hal tersebut terjadi karena ada rasa canggung, hanya bertanya harga barang tanpa membeli. Saat itu petugas membeli beberapa bahan pokok sambil bertanya harga. Tetapi untuk saat ini, para pedagang sudah mengenal petugas, sehingga tidak sulit lagi mendapatkan data harga pasar.

Posting Komentar