Telekonferensi Peternak Antisipasi El Nino


Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti telekonferensi mengenai Peternak Antisipasi El Nino. Acara jarak jauh berbasis elektronik tersebut, diikuti dari Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi bersama BPPSDMP Kementan RI, dihadiri oleh Kepala UPT dan PPL dari Kecamatan Bukit Batu.

Berikut ini catatan dari kegiatan mengenai Peternak Antisipasi El Nino tersebut.

MSPP kali ini bertemakan Program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam Antisipasi El Nino. Acara tersebut menghadirkan narasumber Makmun, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen PKH yang mengatakan dampak El Nino dibidang peternakan antara lain berkurangnya sumber air, penurunan kuantitas dan kualitas pakan ternak, munculnya penyakit hewan.

Pemenuhan pangan, termasuk pangan asal ternak sudah sewajarnya menjadi program prioritas pertanian. Diharapkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan berupa daging di dalam negeri. Namun ada ancaman yang bisa membuat produksi peternakan terganggu, akibat cuaca ekstrem berdampak pada pakan ternak. Diberitakan bahwa El Nino 2023 diprediksi terjadi di Bulan Agustus hingga September. Musim kemarau tersebut sebaiknya diantisipasi dengan aksi adaptasi dan mitigasi.

“Pada bidang peternakan kami mengantisipasi strategi dengan mitigasi daerah terdampak utama, penyediaan air dan sumber air, penyediaan atau penyimpanan pakan dan sumber pakan dan manajemen keswan,” ujar Makmun.

Lebih lanjut dijelaskan langkah strategi menghadapi El Nino diantaranya penyediaan dan revitalisasi sumber air, pemanfaatan tanaman toleran kekeringan, pemanfaatan biomassa pakan, bank pakan dan bimtek peternak.

“Untuk antisipasi kekeringan diperlukan penyediaan air dan sumber air dengan menggunakan embung dan sumber air untuk menampung cadangan air untuk kebutuhan musim kemarau pertanian dan peternakan.” tutupnya.

Posting Komentar