Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti telekonferensi mengenai Milenial Agribisnis Hortikultura. Acara jarak jauh berbasis elektronik tersebut, diikuti dari Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi bersama BPPSDMP Kementan RI, dihadiri oleh Kepala UPT dan PPL dari Kecamatan Bukit Batu.
Berikut ini catatan dari kegiatan mengenai Milenial Agribisnis Hortikultura tersebut.
Agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras), berlokasi di P4S Mitra Tani Parahyangan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Perusahaan ini merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S). Mitra Tani Parahyangan (MTP) memiliki beberapa fasilitas pendukung, yaitu tempat pelatihan, packing house, lokasi pertanian, kemitraan dengan petani, dan juga kerja sama pemasaran dengan kedai sayur Indonesia di Jakarta. Fokusnya di bidang agribisnis hortikultura.
Narasumber Ngobras OTS, Sandi Octa Susila, merupakan Duta Petani Milenial. Kementerian Pertanian telah menobatkannya sebagai salah satu Duta Petani Milenial. Sandi Octa Susila mengatakan saat ini di P4S mitra tani parahyangan memperkerjakan petani sebanyak 383 orang. Semenjak kuliah, Sandy sudah memutuskan menjadi petani. Saat ini P4S mitra tani parahyangan bekerjasama dengan berbagai penyelenggara pendidikan, lembaga pelatihan saat ini sudah lengkap dengan pertanian smart farming.
“Bisnis pertanian butuh proses perjuangan, apalagi pertanian harus ada proses bisnis, pertanian tidak rugi apabila dikelola dengan benar. Kendala yang ada di bisnis pertanian diantaranya karena komoditas sayur akan medan busuk, diperlukan komitmen petani dan bagaimana mengatur pola tanam.” terangnya.
Narasumber lainnya yang merupakan Ketua YAMPI, Muhammad Jafar Hafsah mengatakan YAMPI bekerjasama dengan P4S mitra tani parahyangan dalam mengadakan pelatihan petani milenial dan berkolaborasi dengan mitra tani.
“P4S menjadi sumber inspirasi pengembangan percepatan pertanian, pembangunan pedesaan, agribisnis wisata, agropolitan dan pusat pendidikan. Salah satunya melakukan pelatihan penyuluhan pertanian di Negara Afrika dan juga membantu dari segi infrastruktur,” ujarnya.
Selanjutnya Muhammad Jafar Hafsah mengatakan bahwa peran YAMPI diantaranya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pertanian dengan mengadakan pelatihan dan dukungan kegiatan BPPSDMP dan juga pengiriman tenaga magang pertanian, membantu keluarga tani untuk memberikan beasiswa.
“Petani jika sungguh-sungguh bisa bermitra dari hulu sampai hilir, mengelola permodalan, menggelola memasarkan hasil pertanian. YAMPI mendukung penuh kolaborasi yang dilakukan dengan mitra petani, diharapkan berkembang pada P4S di seluruh Indonesia.” pungkasnya.



Posting Komentar