Talkshow Lingkungan dan Penanaman 3000 Mangrove


Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, diadakan Talkshow Lingkungan dan Penanaman 3000 Mangrove. Kegiatan tersebut ditaja Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dewan Dakwah Riau bekerjasama dengan PT. Jasa Raharja Provinsi Riau, Pemerintah Daerah, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau, BRGM, Pemerintah Desa Sei Selari dan Desa Sepahat. Acara yang mengangkat tema "Bersama Cintai Alam dan Cegah Abrasi Dengan Mangrove", dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu. Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, H. Bustami HY berkenan membuka acara tersebut.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bengkalis, Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Riau, Kepala PT. Jasa Raharja Perwakilan Dumai, Ketua Laznas Dewan Dakwah Riau, Manager PT Pertamina RU II Sungai Pakning, Kades Sungai Selari dan Kepala Desa Batang Duku. Perwakilan UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Kecamatan Bukit Batu turut hadir, yaitu PPL Asrol Fahmi, A.Md serta Staff UPT Maryanto, SP.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati mengatakan saat ini Kabupaten Bengkalis sudah menjadi Kawasan Perbatasan Berbasis Lokasi Prioritas di lima kecamatan. Tentu permasalahan yang urgensi adalah masalah abrasi yang selalu mengikis bibir pantai. Menjaga batas teritori tepi laut tentunya mengamankan kedaulatan negara.

"Jika Pemerintah Daerah saja yang melakukan tanpa dukungan dari semua pihak tentu akan berat, maka perlu kerjasama dari berbagai pihak. Kegiatan yang dilaksanakan LAZNAS dan PT Jasa Raharja Riau Ini menjadi langkah tepat untuk menyelamatkan pesisir pantai yang ada di Kabupaten Bengkalis." Jelasnya.

Lebih lanjut Staf Ahli Bupati juga mengatakan momentum penanaman 3000 mangrove ini dapat mendukung, memulihkan dan melestarikan kembali kawasan hutan mangrove. Hal itu agar lingkungan laut menjadi hijau, mampu menahan ombak serta mencegah erosi. Penanaman bakau dapat menimbulkan kecintaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hal tersebut menjadi langkah strategis dalam memberikan perhatian khusus pada lingkungan laut. Tentu saja jika dikelola dengan baik, hasil tanaman mangrove bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

"Kepada kelompok-kelompok tani hutan dan masyarakat Desa Sei Selari agar melaksanakan penanaman mangrove, merawat dan menjaga bakau yang ada di Sepanjang pesisir pantai kita. Pada masa depan, kita bisa mengolah mangrove ini menjadi bernilai ekonomis. Manfaatnya bisa sebagai lokasi berkembang ikan, serta biota laut lain di sekitar bakau." Tutupnya.

Posting Komentar