Doa Awal Tanam Padi Bukit Batu 2023


Penyuluh Pertanian Menghadiri Doa Bersama Menjelang Tanam Padi di Desa Bukit Batu. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin di awal masa tanam padi. Pada Tahun 2023, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Sri Bakti mengadakan doa bersama menjelang semai padi di Areal Sawah Desa Bukit Batu. Desa tersebut berada di wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu. Ada pun bertugas membina dan mendampingi kelompok tani di wilayah kerja Desa Bukit Batu yaitu Andy Simarmata, SP.

Doa bersama diadakan pada Hari Jumat, Pukul 14:00 Siang, di Saung Tani Desa Bukit Batu. Tampak menghadiri acara Ketua Gapoktan Desa Bukit Batu, Pak Rozali, beserta ketua-ketua dan pengurus kelompok tani di Desa Bukit Batu. PPL Andy Simarmata sudah terlihat sejak pagi, kemudian ada juga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Penyuluh Pertanian lainnya juga hadir dari Desa Buruk Bakul dan Desa Sukajadi. Doa awal masa tanam padi dibacakan Pak Imam, setelah itu Ketua Gapoktan dan Penyuluh Pertanian memberi pengarahan.

Pak Rozali menyampaikan bahwa menurut informasi yang beredar, kita sebagai petani perlu melakukan adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi cuaca panas. Hal tersebut guna mempersiapkan kegiatan pertanian padi kita agar mampu berhasil panen walau kekeringan melanda. Pengarahan dari Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Bukit Batu. Dijelaskan bahwa menghadapi musim panas, perlu melakukan sistem pertanian cerdas iklim. Hal merupakan suatu pendekatan mendukung ketahanan pangan melalui pertanian berkelanjutan dalam menghadapi kondisi perubahan iklim. Teknologi dengan sistem pengairan yang tepat, diharapkan mampu menghemat penggunaan air pada lahan persawahan. Hal itu untuk mengantisipasi kemarau panjang atau El Nino yang diprediksi terjadi pada Tahun 2023.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama. Diharapkan seluruh anggota kelompok tani untuk menanam padi serentak, guna mencegah serangan hama di lahan sawah. Kelompok tani diajak menggunakan bibit padi varietas unggul dan tahan hama. Dalam pemeliharaan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik dan pestisida nabati.

“Mari kita mengembalikan kesuburan tanah secara alami, untuk menghasilkan panen padi yang bermutu tinggi.” PPL mengakhiri.

Posting Komentar