Tahun baru 2023 baru saja dimulai, berita gembira sudah tersebar ke segala penjuru Kecamatan Bukit Batu. Salah satu kelompok tani (Poktan) yang berdomisili di Desa Pakning Asal berhasil melakukan panen komoditi hotikultura. Pak Sahlika, Ketua Kelompok Tani Moril, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis berada dikebun jagung. Kelompoknya berhasil memperoleh hasil panen jagung manis dan cabai rawit hijau.
Kelompok Tani (Poktan) Moril menanam jagung sebanyak 8.000
Batang dan masih ada cabai ratusan batang. Memasuki tahun baru, harga kedua
komoditi tersebut masih stabil di pasaran. Menurut Pak Sahlika, ekonominya tambah
meningkat dari hasil penjualan jagung dan cabai rawit.
“Saat ini kami panen cabai hijau sebanyak 21 Kg, harga yang
kami dapatkan sebesar 43.000 rupiah per kilogram. Kami kirim melalui kapal laut
atau Roro, menuju ke Ibu Kota Kabupaten Bengkalis. Pedagang pengumpul sudah
menunggu di sana. Hasil panen jagung yang kami kirim sebanyak 200 Kg,
memperoleh harga sebesar 6.500 per kilogram." Urai Pak Sahlika sambil
tersenyum sumringah.
Ketua Poktan Moril menjelaskan bahwa setiap kali dipetik, cabai
rawitnya menghasilkan produksi 30 Kg sampai 40 Kg. Saat pengiriman awal tahun
ini, panen jagung dan cabai rawit masih terus berlangsung. Hasilnya akan dikirim
ke penjual pengecer di beberapa wilayah, baik di dalam maupun diluar Kecamatan
Bukit Batu.
Masih di lokasi yang sama, Poktan Moril juga menanam Jagung pulut.
Pak Sahlika bersama Pak Man dan Pak Lias menanam jenis jagung pulut merah dan
pulut putih. Pada saat ini tanaman sudah berumur 55 Hari Setelah Tanam (HST), 10
hari lagi petani sudah bisa memanen jagung pulut.
“Perbedaan harga jagung pulut dengan jagung manis sangat
jauh. Jagung pulut bisa bernilai lebih dari dua kali lipat harga jagung biasa.
Apabila harga jagung manis Rp. 6.500 perkilo, maka nilai jual jagung pulut
mencapai Rp. 15.000 perkilo.” Rinci Pak Sahlika.
Saat penyuluh mengunjungi kebun Poktan Moril, salah satu
bagian lahan sedang dicangkul. Kelompok tani membuat bedengan untuk menanam cabai
rawit yang sedang disemai umur 8 HSS. Kelompok tani Moril telah terdaftar di
Simluhtan, petani yang menjadi anggota telah didata oleh penyuluh pertanian.
Menurut ketua kelompok Moril, pendampingan selama budidaya jagung dan cabai,
terus didampingi oleh penyuluh pertanian. Hal tersebut menambah semangat petani
dalam meningkatkan produksi hortikultura.
“Kami sampaikan kabar bagus bahwa tanaman Poktan Moril berhasil panen, berharap agar petani lain ikut bersemangat. Perjalanan kita masih panjang, kawan-kawan petani terus berjuang, karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil.” Tutup Pak Ketua.



Posting Komentar