Judul :
Kelapa Tanaman Serba Guna
Penulis
: Trim
Sutidja
Peresensi :
Ayah Shofiyah
Penerbit
: PT Bumi Aksara
Cetakan :
2, 1992
Tebal :
viii + 144 hlm
Kode Penerbit : 01.09.0175
Buku ini dibuka dengan statement bahwa
pohon kelapa dapat dijumpai dimana-mana. Masyarakat menanamnya di kebun, tepi
jalan, hingga pekarangan rumah. Hal tersebut karena kebutuhan kelapa salah
satunya untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk penggunaan sebagai bahan masakan.
Menu masakan berbagai daerah di Indonesia sebagian menggunakan kelapa maupun
hasil olahannya. Bahkan masakan yang diklaim terenak berupa rendang, memerlukan
santan hasil olahan kelapa, sebagai bahan baku utama.
Hampir semua bagian dari pohon kelapa
bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Buah hijau bisa dikonsumsi sebagai
kelapa muda segar. Kelapa tua selain jadi santan juga menjadi minyak kelapa,
margarin dan mentega putih. Hasil kerajinan tangan pun telah berkembang dari
bahan sabut maupun tempurung kelapa. Kelapa menjadi bahan pembuat sabun,
kosmetika, serta virgin coconut oil. Singkat cerita, mulai dari akar, batang,
daun, dan bagian kecil lainnya memiliki manfaat. Bahkan tangkai daunnya tidak
dibuang, diubah menjadi sapu lidi.
Buku ini tidak dibagi ke dalam bab per
bab seperti pada umumnya. Hanya pembahasan berbagai topik mengenai tanaman
kelapa dibagi menjadi 21 nomor. Kata pengantar menjadi awalan bagi pembaca untuk memasuki setiap
bagian dari buku. Nomor 1 membahas mengenai tanaman kelapa yang dapat tumbuh
dimana-mana. Dituliskan bahwa pohon kelapa bisa tumbuh di dataran rendah
seperti pantai. Bisa juga tumbuh maksimal di dataran tinggi seperti bukit dan
pegunungan. Tanaman kelapa berakar serabut, batang tumbuh menjulang ke atas serta
tidak bercabang.
Pada nomor-nomor selanjutnya dijelaskan
mengenai tanaman kelapa secara singkat, padat dan jelas. Proses semai menjadi
langkah pertama dalam menanam kelapa. Buah kelapa yang sudah kering, ditaruh di
tempat yang lembab, hingga tumbuh tunas, barulah ditanam di lokasi yang
diinginkan. Di beberapa daerah, bila tanaman kelapa tak kunjung berbuah, maka
diselipkan bungkusan garam di pelepahnya. Di Indonesia terdapat berbagai jenis
kelapa, ada kelapa biasa dan kelapa hias. Kelapa hias misalnya kelapa gading
kuning dan kelapa puyuh hijau. Kelapa hibrida termasuk jenis unggul, umur tiga
tahun sudah berbuah. Pohonnya rendah, buahnya lebat, kulit buah biasanya
berwarna hijau serta daging buahnya tebal.
Pada pembahasan nomor 5, ditemukan gambar
berbagai hama tanaman kelapa. Dijelaskan pula mengenai hama yang sering
menyerang kelapa, yaitu kumbang, belalang dan bajing. Kumbang kelapa menyerang
umbut dan daun kelapa yang masih muda. Jenis belalang sexava memakan daun,
hingga tanaman kelapa menjadi gundul. Bajing termasuk hewan pengerat, bentuknya
menyerupai tikus. Hama ini memakan daging buah kelapa melalui lubang yang
dibuat dengan gigi tajamnya.
Pembahasan nomor 7 hingga bagian akhir
buku ini, memberi semua porsi untuk penjelasan kegunaan tanaman kelapa. Judul
buku dengan tepat menggambarkan bahwa kelapa adalah tanaman serba guna, sangat
banyak fungsinya dalam kehidupan manusia. Satu persatu dibahas, mulai dari
pemanfaatan buah kelapa sebagai bahan pembuat es kelapa muda. Airnya yang
manis, daging buah putih nan lembut, melepas dahaga saat siang terik. Nomor selanjutnya mengenai parutan atau
kukuran kelapa sebagai bumbu berbagai jenis makanan kecil atau kue. Ada juga
fungsi santan kelapa untuk memasak rendang, gulai, sayur lodeh, serta banyak
masakan lainnya. Lalu gula kelapa atau gula merah yang berasal dari nira bunga
kelapa. Banyak dimanfaatkan untuk campuran makanan dan masakan tradisional maupun
moderen. Kemudian minyak kelapa biasa digunakan menggoreng lauk pauk, kerupuk,
dan lainnya. Umbut kelapa yaitu bagian paling ujung atas pokok kelapa, sangat
lembut jika dimasak menjadi gudeg.
Pembahasan nomor 16 hingga bagian akhir
21, menjelaskan fungsi tanaman kelapa sebagai bahan non konsumsi. Pertama
batang kelapa dapat digunakan sebagai balok atau kayu dalam pembangunan rumah. Dipakai
juga sebagai bahan pembuat jembatan, bahkan menjadi kayu bakar pun, batang
kelapa mahal harganya. Selanjutnya daun kelapa menjadi anyaman keranjang,
sebagai atap atau lapisan dinding gubuk di ladang. Bisa juga menjadi bahan
bakar memasak di dapur kayu, serta dinyalakan sebagai obor. Daun kelapa yang
masih mudah namanya janur, berwarna putih kekuningan. Paling sering dipakai
membungkus ketupat, kue lepat serta bungkus panganan lainnya. Janur juga
menjadi hiasan kerajinan saat pesta pernikahan. Sabut kelapa, pelepah, hingga
tempurung bisa menjadi kerajinan tangan, tali, keset kaki, gayung air, sendok,
serta banyak lagi lainnya. Terakhir menjadi barang yang hampir ada di setiap
rumah tangga, yaitu sapu lidi. Sapu ini terbuat dari lidi daun kelapa, diambil
segenggaman orang dewasa lalu diikat kuat. Jika sapu ijuk untuk menyapu lanyai,
sapu lidi digunakan menyapu pekarangan. Sebuah perpaduan yang sempurna.



Posting Komentar