Resensi Buku Bertanam Melon

Judul              :           Bertanam Melon
Penulis           :           Setiadi dan Parimin, SP
Peresensi        :           Ayah Shofiyah
Penerbit          :           PT Penebar Swadaya
Cetakan          :           19, 2004
Tebal              :           viii + 96 hlm
ISBN              :           979-8031-32-6

Melon (Cucumis melo L.) merupakan nama buah sekaligus tanaman yang menghasilkannya yang termasuk dalam suku labu-labuan. Teksturnya lunak, berwarna putih sampai merah, tergantung kultivarnya. Tumbuhan semusim, merambat tetapi menjalar, tidak memanjat. Daun berbentuk menjari dengan lekuk moderat sehingga seperti lingkaran bersudut. Batangnya biasanya tidak berkayu. Pemuliaan diarahkan pada daging buah yang tebal, manis, serta jika mungkin, harum. Buahnya biasa dimakan segar sebagai buah meja atau diiris-iris sebagai campuran es buah.

Melon menyebar ke berbagai negara , termasuk Indonesia. Sebuah catatan menyebutkan bahwa pada awal 1980, sebuah perusahaan mengusahakan tanaman melon di Cisarua, Bogor dan di Kalianda, Malang. Pada dasawarsa 1990, telah dikembangkan melon hibrida. Penanaman beralih dari usaha besar menuju ke pekarangan rumah. Teknik menanam pun tidak lagi sekedar konvensional di tanah dan pot, juga secara hidroponik.   

Buku ini dibagi dalam delapan bab, bagian pertama menjelaskan mengenai prospek usaha melon. Hal tersebut dilihat dari dua sisi, secara konsep dan empiris. Data secara konsep berapa kebutuhan pasar, areal tanam hingga distribusi pemasaran perlu dirinci. Secara empiris atau pengalaman  langsung penulis buku ini, dikatakan bahwa budidaya melon mempunyai peluang yang cukup bagus. Catatan yang perlu diperhatikan yaitu sebaiknya petani melon menyusun pola tanam, saat panenan diusahakan pada waktu permintaan dan harga sedang tinggi.

Bab kedua dengan judul “Mengenal Melon”. Bab ini membahas lengkap mengenai pengelompokan melon berdasarkan ciri fisik dan asal-usulnya. Tipe melon juga dibahas, yaitu tipe melon manis, biasanya dikonsumsi sebagai buah segar, serta tipe tidak manis, untuk campuran sayuran. Pada bab ini diperlihatkan gambar berbagai jenis melon, foto berwarna dan berukuran cukup besar, Hal tersebut memudahkan pembaca mengenal tipe melon dan membedakan varietas melon yang beredar di Indonesia.

Bab ketiga berjudul “Membuka Kebun Melon”. Bab ini memaparkan syarat tumbuhnya melon, mulai dari iklim, letak kebun, hingga cara budidaya. Mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemasangan mulsa hingga menegakkan ajir. Berlanjut ke bab empat yang membahas tentang penyemaian benih dan penanaman bibit. Budidaya melon di pekarangan rumah pun dibahas pada dua halaman. Bersambung ke bab kelima, setelah berada di kebun, melon dirawat agar menghasilkan buah secara maksimal. Ada kontrol lapangan agar bisa mengetahui kondisi tanaman, jika tumbuh kurang baik bisa dirawat atau diganti. Ada juga pemupukan lanjutan, penyiraman atau pengairan, pemangkasan tanaman, serta seleksi bunga dan buah.

Bab keenam masuk pada judul “Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Melon”. Bagian ini mengulas tentang pengendalian hama dan penyakit melon melalui pengamatan langsung di lapangan. Hal ini penting untuk mengetahui jenis dan populasi hama organisme pengganggu tanaman, mengamati tingkat kerusakan serta menjadi dasar menentukan cara mengendalikan hama penyakit secara cepat dan tepat. Jenih hama yang dibahas yaitu kumbang daun, lalat buah, ulat daun, Aphids, trips, tungau hingga tikus dan cacing tanah. Penjelasan hama pengganggu tersebut lengkap dengan cara pengendaliannya. Penyakit tanaman melon tidak luput dibahas, semisal penyakit layu fusarium, bercak daun, penyakit tepung, antaknosa, busuk buah, layu bakteri hingga penyakit oleh cendawan atau jamur. Dibahas lengkap dengan karakteristik, gejala serangan, pencegahan sampai teknik mengendalikannya.

Bab ketujuh dan ke delapan berurutan mengenai memanen dan menangani buah, serta terakhir analisis usaha tani melon. Pada bab panen dan pasca panen, dibahas mengenai melon yang dipanen pada kematangan yang cukup. Hal tersebut berpengaruh pada rasa dan aroma. Tips memetik buah melon sebaiknya disertai tangkainya agar tidak mudah busuk. Pada proses pasca panen, dijelaskan mengenai sortasi dan grading. Sortasi yaitu seleksi buah berdasarkan besarnya, sedangkan grading adalah pemilihan kesempurnaan atau mutu buah. Grading dapat diamati dari bentuk buah, adanya cacat dan keseragaman. Sebagaimana disebutkan bahwa bagian terakhir buku ini membahas analisis usaha tani (AUT) tanaman melon. Informasi mengenai AUT tersebut diperlukan oleh petani yang ingin memulai usaha budidaya melon. Pada buku ini disajikan satu contoh AUT dari petani di Sragen, yang menanam melon varietas sky rocket. Diperlukan ketelitian dan kebijaksaan dalam memahami analisis usaha melon tersebut, sesuai perkembangan zaman dan spesifik lokalita.

Posting Komentar