Bawang merah umumnya digunakan sebagai bumbu masakan di dapur. Pada ilmu pertanian organik, bawang merah bisa digunakan sebagai bio pestisida (Biopest), jenis pestisida nabati. Menurut sebagian pakar, Biopest artinya organisme maupun tumbuhan yang digunakan untuk menyuburkan tanaman. Bisa juga sebagai pencegah atau pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Biopest terbagi dua yaitu Pestisida hayati dari mikroorganisme dan pestisida nabati yang terbuat dari bahan tumbuhan alami. Petani cabai rawit hijau di Desa Buruk Bakul, dianjurkan untuk menggunakan pestisida nabati Bawang Merah. Pertimbangannya adalah khasiatnya pestisida bawang merah sangat bagus untuk tanaman dan bahan tersebut mudah diperoleh.
Mengutip dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran teknologi pertanian, Kementerian Pertanian RI bahwa pestisida nabati bisa dibuat dari bahan bawang merah. Sasaran Biopest tersebut yaitu OPT jenis Alternaria, Antraknos, Fusarium dan Busuk Daun. Adapun dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, bahwa ekstrak bawang merah dapat mengendalikan hama kutu kebul dan ulat, serta jamur. Dikatakan bahwa bawang merah mengakibatkan serangga atau hama enggan memakan tanaman. Lalu dikatakan bawang merah juga memiliki zat yang memberi kesuburan bagi tanaman. Katanya bisa mempercepat proses tumbuhnya bunga dan buah.
Bahan utama yang diperlukan tentu saja bawang merah, lalu air bersih, saringan dan botol. Cara membuatnya haluskan bawang merah bersama air kemudian disaring. Larutkan ekstrak bawang merah dengan air bersih.
Aplikasinya yaitu semprotkan pada daun, batang serta seluruh bagian tanaman. Semprot pula bagian bawah daun yang biasanya luput dari pengamatan. Sebaiknya siramkan juga ke bagian akar tanaman. Aplikasi ekstrak bawang merah ini baik untuk tanaman yang sehat sebagai pencegah hama penyakit. Terlebih lagi untuk tanaman yang terkena serangan OPT. Waktu aplikasi pada pagi atau sore hari.
Pengalaman selama di lahan pertanian. Pada tanaman cabai yang terlanjur terkena hama dan penyakit akut, sebaiknya membongkar media tanam polybag. Hal ini untuk membersihkan OPT yang bersembunyi di dalam tanah. Biasanya tidak disadari keberadaannya, sebab tidak terlihat. Ganti media tanam baru yang lebih subur, lalu siramkan larutan ekstrak bawang merah secara teratur. Pada ranting dan daun yang bercak, layu dan keriting, sebaiknya dipotong agar ada tempat untuk tumbuh tunas yang baru. Semprotkan secara merata pestisida nabati dari bawang merah, tentu saja secara kontinyu. Sebagian petani mengatakan ada perubahan yang lebih baik, setelah dilakukan cara tersebut.
Mengutip dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran teknologi pertanian, Kementerian Pertanian RI bahwa pestisida nabati bisa dibuat dari bahan bawang merah. Sasaran Biopest tersebut yaitu OPT jenis Alternaria, Antraknos, Fusarium dan Busuk Daun. Adapun dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, bahwa ekstrak bawang merah dapat mengendalikan hama kutu kebul dan ulat, serta jamur. Dikatakan bahwa bawang merah mengakibatkan serangga atau hama enggan memakan tanaman. Lalu dikatakan bawang merah juga memiliki zat yang memberi kesuburan bagi tanaman. Katanya bisa mempercepat proses tumbuhnya bunga dan buah.
Bahan utama yang diperlukan tentu saja bawang merah, lalu air bersih, saringan dan botol. Cara membuatnya haluskan bawang merah bersama air kemudian disaring. Larutkan ekstrak bawang merah dengan air bersih.
Aplikasinya yaitu semprotkan pada daun, batang serta seluruh bagian tanaman. Semprot pula bagian bawah daun yang biasanya luput dari pengamatan. Sebaiknya siramkan juga ke bagian akar tanaman. Aplikasi ekstrak bawang merah ini baik untuk tanaman yang sehat sebagai pencegah hama penyakit. Terlebih lagi untuk tanaman yang terkena serangan OPT. Waktu aplikasi pada pagi atau sore hari.
Pengalaman selama di lahan pertanian. Pada tanaman cabai yang terlanjur terkena hama dan penyakit akut, sebaiknya membongkar media tanam polybag. Hal ini untuk membersihkan OPT yang bersembunyi di dalam tanah. Biasanya tidak disadari keberadaannya, sebab tidak terlihat. Ganti media tanam baru yang lebih subur, lalu siramkan larutan ekstrak bawang merah secara teratur. Pada ranting dan daun yang bercak, layu dan keriting, sebaiknya dipotong agar ada tempat untuk tumbuh tunas yang baru. Semprotkan secara merata pestisida nabati dari bawang merah, tentu saja secara kontinyu. Sebagian petani mengatakan ada perubahan yang lebih baik, setelah dilakukan cara tersebut.



Posting Komentar