Penyuluhan merupakan cara untuk mengubah perilaku petani, maka ada tidaknya pertemuan rutin menjadi ukuran sederhana bagi kemajuan suatu kelompok tani. Sejauh mana tingkat kemajuan tersebut dari kualitas pertemuan rutin itu sendiri. Pertemuan rutin kelompok, langkah awal perubahan di bidang pertanian.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, melakukan Penyuluhan ke Kelompok Tani. Nama kelompok tani tersebut adalah Gerobak Jaya, saat tulisan ini dibuat, belum terdaftar dalam Simluhtan. Komoditi yang diusahakan oleh kelompok tani ini adalah tanaman perkebunan sawit rakyat.
Adapun tema penyuluhan yakni mengenai tata cara pembuatan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) guna menebus pupuk bersubsidi. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menguraikan tahapan penyusunan RDKK pupuk bersubsidi. Pertama kelompok tani (Poktan) mengadakan rapat pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota lainnya. Pertemuan tersebut membahas dan menyusun daftar kebutuhan riil pupuk bersubsidi yang dibutuhkan tiap anggota kelompok tani. Menyesuaikan jenis komoditi dengan jumlah, jenis pupuk, dan waktu pupuk tersebut dibutuhkan. Penyuluh membantu menyusun dan melengkapi administrasi RDKK.
“Kita akan berusaha memasukkan kelompok tani Gerobak Jaya ke data Simluhtan. Kemudian kita juga akan memasukkan data kebutuhan pupuk kita ke elektronik RDKK. Semua itu butuh kerjasama yang baik antara penyuluh dan kelompok tani. Semoga pertanian kita makin maju ke depannya.” Pungkas Penyuluh Sukajadi.



Posting Komentar