Pakcoy merupakan salah satu jenis sayur sawi. Sayuran pakcoy memiliki kandungan vitamin A untuk kesehatan mata, kandungan vitamin E, vitamin K dan folat. Pakcoy cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, memiliki umur panen yang pendek, kurang lebih satu bulan. Tujuan utama menanam sayur adalah ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, sayuran yang banyak peminatnya tentu akan mendatangkan keuntungan.
Lahan di tiga tempat terpisah di Dusun Sukoharjo Desa Pakning Asal Kecamatan Bukit Batu telah berubah menjadi kebun sayuran. Lahan yang berada di RT 17, RT 18 dan RT 19 ini dikembangkan menjadi tempat bertani anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Isi kebun tersebut adalah sayur kangkung, sayur pakcoy, jagung manis, ubi kayu dan tanaman serai, jahe dan lengkuas.
“Kami bersama ibu-ibu anggota KWT sedang memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk budidaya sayuran. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong setiap akhir pekan. Sekarang sedang mengolah lahan, melakukan pemupukan dasar dan memindahkan semaian ke lahan. Ada juga sayuran yang sudah panen, yaitu sayur pakcoy.” Terang PPL.
Penyuluh Pertanian yang juga bertugas di Desa Buruk Bakul tersebut menjelaskan bahwa penanaman sayuran sengaja dilakukan secara bertahap. Hal tersebut untuk memudahkan pemeliharaan tanaman dan menjaga ketersediaan sayuran di rumah tangga.
“Selain itu dengan penanaman bertahap, harga sayur di pasaran bisa tetap terjaga.” Tambahnya.
Sebagai penutup, Pak Penyuluh menjelaskan bahwa cara memanen Pakcoy cukup sederhana, yaitu dengan memetik pangkal daunnya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan alat berupa gunting atau pisau. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak daun sawi karena bisa menurunkan nilai jualnya. Cara yang kedua adalah mencabut sayur bersama akarnya dari dalam tanah. Hal ini bertujuan agar tanaman bisa tetap segar setelah dipanen.


.png)
Posting Komentar