Warga Desa Bukit Batu, yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Sri Bakti, menggelar acara syukuran sebelum panen padi. Kegiatan tersebut berlangsung di Saung Tani Areal Persawahan Desa Bukit Batu. Acara tersebut sebelum panen penangkar padi seluas 10 Hektare. Syukuran itu dihadiri Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu, Ibu Zuldayanti, S.Pt, Penyuluh Pertanian Desa Bukit Batu, Andy Simarmata, SP, Ketua Gapoktan, Pak Rojali, PPL seKecamatan Bukit Batu dan anggota kelompok tani.
Sebelum dimulai acara, dilakukan terlebih dahulu pembacaan doa selamat dan ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi. Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ka. UPT BPP yang mensyukuri terlaksananya panen padi di Penangkar padi Desa Bukit Batu.
“Kita bersyukur karena sudah bisa sampai ke titik panen padi di penangkar, semoga hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan. Hasil panen penangkar ini akan kita sebarkan ke petani di Kabupaten Bengkalis. Menjadi benih dan bibit yang akan tumbuh untuk meningkatkan produksi padi kita.” Ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Ka. UPT BPP menyambut antusias panen di penangkar padi Desa Bukit Batu.
“Saya bersemangat, membawa seluruh penyuluh pertanian seKecamatan Bukit Batu dalam acara panen perdana di penangkar padi ini. Setelah kegiatan penangkar padi kita selesai, maka rencana akan dilanjutkan dengan kegiatan IP 200. Proses tanam padi yang kedua ini untuk luasan 10 Ha. Tapi pihak Dinas menginginkan yang lebih luas lagi, sebab bila hamparan padinya kecil, hama akan datang dengan mudah. IP 200 turut meningkatkan produksi beras karena bisa dua kali tanam padi dalam satu tahun.” Terangnya.
Pembicaraan lalu beralih ke Penyuluh Pertanian Desa Bukit Batu. Disampaikan bahwa kelompok tani di Desa Bukit Batu bisa menepis keraguan bahwa penangkar padi bisa berhasil.
“Ketika Gapoktan kita mengambil kegiatan penangkar padi ini, mulai dari rapat pertama, sudah ada petani yang satu hamparan tiba-tiba mundur. Semua itu menjadi tantangan, kita tetap maju dan bekerja hingga berhasil. Tibalah saatnya kita panen. Untuk menjadi penangkar selanjutnya masih ada hal-hal yang perlu kita perbaiki, termasuk masalah budidaya dan rekomendasi teknologi yang dianjurkan pemerintah.” Jelasnya.
Lalu disampaikan terima kasih atas kesediaan kelompok tani dalam menjadi penangkar padi di Desa Bukit Batu.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu di kelompok tani yang bersedia menjadi penangkar padi tahun ini.” Tutupnya.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama, kemudian di akhiri dengan pengambilan padi pertama yang disebut “Pengantin”.




Posting Komentar