Tanaman merambat itu tergeletak begitu saja di atas tanah. Bentuknya bulat sedikit lonjong dengan kulit buah berwarna hijau. Di hamparan lahan itu, seorang petani menanam semangka usai panen padi. Menanam semangka di waktu tersebut bisa memanfaatkan penggunaan jerami sisa panen sebagai pupuk alami. Hal itu mengembalikan unsur hara yang terbuang akibat proses budidaya tanaman. Selain itu, memakai lagi lahan padi setelah panen bisa menambah penghasilan.
Yanto, lelaki paruh baya adalah salah seorang petani yang gigih dan pekerja keras. Pengalaman bertani yang digelutinya sejak masih bujang itu, terus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman bertani dimulai di rumahnya sendiri, dulu setiap pulang sekolah ia selalu membantu orang tuanya bertani di sawah. Sekarang di tengah kelelahannya sehabis panen padi, dia bertanam semangka di Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu.
Luas lahan yang dikelola kelompok tani Ni’mah untuk menanam padi di Desa Buruk Bakul seluas 30 Hektar. Selaku anggota kelompok, ia mengajak anggota lainnya untuk budidaya tanaman semangka sehabis panen padi. Walau begitu, belum semua anggota tertarik untuk bersama-sama menanam buah berisi warna merah tersebut.
Jenis semangka yang ditanam yakni, varietas Panah Merah. Dengan masa pemeliharaan 2 bulan. Selanjutnya dalam masa pemeliharaan, jika terindikasi adanya terserang penyakit, dilakukan pengendalian secara terpadu. Ketika musim panen tiba, jika semangka diperoleh dalam jumlah banyak, maka dijual ke pedagang buah di ibu kota kecamatan.
“Hasil panen tiap tahunnya sangat memuaskan, dapat menambah pendapatan anggota kelompok yang bertanam semangka.” Tutupnya.



Posting Komentar