Telekonferensi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi



Kegiatan Menteri Pertanian (Mentan) Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) dihadiri langsung oleh Mentan, Bapak Syahrul Yasin Limpo. Agenda acara MSPP volume 44 tersebut dilaksanakan di Agriculture War Room (AWR), Jakarta. Mentan menyampaikan saat ini yang paling penting adalah membangun mindset. Bahwa yang kita kerjakan adalah tugas fungsi peranan kemanusiaan. Amanah dari Tuhan, karena yang kita jaga adalah makanan. Mengurus makanan rakyat adalah pemberian Tuhan. Tuhan tidak tidur, malaikat mencatat apa yang kita lakukan (sebagai amal).

Lebih lanjut Mentan menjelaskan bahwa pada pandemi covid 19 ini, hanya sektor pertanian yang naik 16,24%. Ekspor di tahun 2021 naik 47,37%. Nilai tukar petani di tahun 2021 naik 0,86%.

“Perbaiki dan motivasilah petani di wilayah binaan masing-masing. Penyuluh pertanian pastikan tidak terjadi kesalahan dalam pendataan penerima pupuk subsidi.” Tegasnya.

Ditempat terpisah, Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengikuti telekonferensi MSPP Volume 44 tersebut. Pertemuan jarak jauh tersebut diadakan di Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Telekonferensi bertema “Pengelolaan Pupuk Bersubsidi”, dihadiri oleh Kepala UPT BPP Kecamatan Bukit Batu dan PPL. Pada MSPP ke 44 tersebut, disebutkan bahwa akurasi data, kecepatan data, dan dikirim tepat waktu, menjadi kunci keberhasilan pengelolaan pupuk subsidi. Yang paling penting adalah akurasi lahan. Data luas lahan petani dan titik koordinatnya harus dimasukkan ke Simluhtan. Kemudian input eRDKK merupakan data dasar untuk bisa menebus pupuk bersubsidi. Kedua sistem tersebut ditetapkan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Konsekuensinya adalah petani yang tidak terdaftar di Simluhtan tidak dapat mengusul pupuk subsidi melalui eRDKK. Petani diharuskan memiliki “kartu tani” yang terintegrasi ke dalam sistem.

Posting Komentar