Tunas Makmur Menyambut Study Tour dari Poktan Desa Ulu Pulau Kecamatan Bantan. Rombongan Study Tour tersebut dipimpin oleh Kepala Desa Ulu Pulau dan Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Bantan. Dikatakan oleh PPL pendamping bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu mengambil contoh kelompok tani yang sudah berhasil. Ibu-ibu dari kelompok wanita tani (KWT) Mekar Indah didampingi untuk melihat dan meneladani Poktan yang sukses.
Ketua kelompok tani Tunas Makmur menyatakan bahwa Poktan yang berdomisili di Jalan Lingkar itu menerima dengan tangan terbuka kunjungan tersebut. Dikatakan bahwa Poktan Tunas Makmur dengan kerendahan hati memperlihatkan Arboretum Hutan Gambut, Budidaya dan Pengolahan Nenas, Kerajinan Tas dari kulit nenas, serta diskusi untuk kemajuan bersama.
“Kita sama-sama belajar dan berbagi informasi pertanian, semoga semakin maju daerah kita.”Harap Pak Syamsul.
Sebagaimana diketahui bahwa Kelompok Tani Tunas Makmur, Kelurahan Sungai Pakning, berhasil mengolah Nenas menjadi kripik, dodol, manisan dalam bentuk kemasan. Komoditi sudah dipasarkan sampai ke Dumai dan Pekanbaru. Produk olahan nenas tersebut adalah keripik tepung nenas, manisan nenas, keripik nenas, keripik keju, ketela unggu, kerupuk pedas, keripik pisang gambut, dodol nenas, wajik rasa nenas.
Kelompok tani beranggotakan 30 orang ini memiliki mesin vacum prayer (alat pengorengan keripik nenas), spiner oil (alat pengering minyak), mesin pembuat kemasan, serta telah memperoleh pembinaan & pelatihan bagi kelompok tani. Poktan yang dibentuk oleh penyuluh pertanian, juga sukses mengubah kulit nenas menjadi kerajinan tas. Karya itu mengantarkan Tunas Makmur menerima “Setia Lestari Bumi“ Kategori Penyelamat Lingkungan. Kelompok Tani Tunas Makmur juga mendapatkan Peringkat I dalam Program Kampung Iklim yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Ketua kelompok tani Tunas Makmur menyatakan bahwa Poktan yang berdomisili di Jalan Lingkar itu menerima dengan tangan terbuka kunjungan tersebut. Dikatakan bahwa Poktan Tunas Makmur dengan kerendahan hati memperlihatkan Arboretum Hutan Gambut, Budidaya dan Pengolahan Nenas, Kerajinan Tas dari kulit nenas, serta diskusi untuk kemajuan bersama.
“Kita sama-sama belajar dan berbagi informasi pertanian, semoga semakin maju daerah kita.”Harap Pak Syamsul.
Sebagaimana diketahui bahwa Kelompok Tani Tunas Makmur, Kelurahan Sungai Pakning, berhasil mengolah Nenas menjadi kripik, dodol, manisan dalam bentuk kemasan. Komoditi sudah dipasarkan sampai ke Dumai dan Pekanbaru. Produk olahan nenas tersebut adalah keripik tepung nenas, manisan nenas, keripik nenas, keripik keju, ketela unggu, kerupuk pedas, keripik pisang gambut, dodol nenas, wajik rasa nenas.
Kelompok tani beranggotakan 30 orang ini memiliki mesin vacum prayer (alat pengorengan keripik nenas), spiner oil (alat pengering minyak), mesin pembuat kemasan, serta telah memperoleh pembinaan & pelatihan bagi kelompok tani. Poktan yang dibentuk oleh penyuluh pertanian, juga sukses mengubah kulit nenas menjadi kerajinan tas. Karya itu mengantarkan Tunas Makmur menerima “Setia Lestari Bumi“ Kategori Penyelamat Lingkungan. Kelompok Tani Tunas Makmur juga mendapatkan Peringkat I dalam Program Kampung Iklim yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan.



Posting Komentar