Kelompok Tani (Poktan) Tunas Makmur mengadakan Pelatihan Membuat Biopeat. Biopeat adalah hasil rekayasa bioteknologi yang menggunakan mikroba untuk menguraikan bahan organik. Cara kerja biopeat yaitu mikroba memiliki kemampuan mengurai gambut secara alami. Bila hal ini bisa dilakukan, maka untuk membuka lahan pertanian, tidak perlu membakar lahan lagi. Tujuan lainnya yaitu agar limbah organik hasil budidaya pertanian tidak mencemari lingkungan. Poktan tunas makmur melakukan budidaya nenas yang kulitnya terbuang begitu saja. Potensi bahan organik tersebut bisa dimanfaatkan melalui teknik biopeat ini. Menurut pemateri pelatihan, biopeat bisa meningkatkan PH tanah gambut dan menyediakan nutrisi untuk tanaman.
Sebagaimana diketahui bahwa Kelompok Tani Tunas Makmur, Kelurahan Sungai Pakning, berhasil mengolah Nenas menjadi kripik, dodol, manisan dalam bentuk kemasan. Komoditi sudah dipasarkan sampai ke Dumai dan Pekanbaru. Produk olahan nenas tersebut adalah keripik tepung nenas, manisan nenas, keripik nenas, keripik keju, ketela unggu, kerupuk pedas, keripik pisang gambut, dodol nenas, wajik rasa nenas.
Poktan yang dibentuk oleh penyuluh pertanian ini, juga sukses mengubah kulit nenas menjadi kerajinan tas. Karya itu mengantarkan Tunas Makmur menerima “Setia Lestari Bumi“ Kategori Penyelamat Lingkungan. Poktan Tunas Makmur juga mendapatkan Peringkat I Program Kampung Iklim. Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, untuk upaya kelompok melestarikan lingkungan.
Akhirnya melalui pelatihan ini, diharapkan Poktan Tunas Makmur menjadi pusat informasi dan edukasi petani dalam mengaplikasikan teknologi Biopeat. Hal tersebut perlu mendapat dukungan berbagai pihak terutama di bidang pertanian. Kontribusi kelompok tani sangat penting dalam mengelola lahan pertanian tanpa membakar.
Sebagaimana diketahui bahwa Kelompok Tani Tunas Makmur, Kelurahan Sungai Pakning, berhasil mengolah Nenas menjadi kripik, dodol, manisan dalam bentuk kemasan. Komoditi sudah dipasarkan sampai ke Dumai dan Pekanbaru. Produk olahan nenas tersebut adalah keripik tepung nenas, manisan nenas, keripik nenas, keripik keju, ketela unggu, kerupuk pedas, keripik pisang gambut, dodol nenas, wajik rasa nenas.
Poktan yang dibentuk oleh penyuluh pertanian ini, juga sukses mengubah kulit nenas menjadi kerajinan tas. Karya itu mengantarkan Tunas Makmur menerima “Setia Lestari Bumi“ Kategori Penyelamat Lingkungan. Poktan Tunas Makmur juga mendapatkan Peringkat I Program Kampung Iklim. Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, untuk upaya kelompok melestarikan lingkungan.
Akhirnya melalui pelatihan ini, diharapkan Poktan Tunas Makmur menjadi pusat informasi dan edukasi petani dalam mengaplikasikan teknologi Biopeat. Hal tersebut perlu mendapat dukungan berbagai pihak terutama di bidang pertanian. Kontribusi kelompok tani sangat penting dalam mengelola lahan pertanian tanpa membakar.



Posting Komentar