Sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis
di Acara Pemberian Penghargaan Penyuluh Pertanian Berprestasi Tahun 2017
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Arianto, MP menyampaikan sambutan pada acara pemberian penghargaan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) teladan tahun 2017. Selain PPL, Dinas Pertanian melalui Bidang Penyuluhan, juga memberikan penghargaan kepada pelaku utama, Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) berprestasi Tahun 2017. Pesan dan arahan beliau sampaikan melalui pidato singkat, di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis.
Arahan eksklusif Pak Kadis itu diberi judul “Penyuluhan Tugas Terdepan di Garis Depan”. Tentu saja isi pidato tersebut tidak hanya ditujukan kepada penyuluh atau peserta pertemuan semata, tetapi bermakna juga bagi setiap individu yang sedang berjuang meningkatkan Pertanian di Indonesia. Pesan tersebut disampaikan beberapa saat sebelum tersiar kabar bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan berencana mengimpor 500.000 Ton beras yang berasal dari Vietnam dan Thailand. Sementara itu di Kabupaten Bengkalis sendiri, petani yang tersebar di seluruh kecamatan, pada umumnya akan memanen padi dua bulan mendatang.
Berikut lengkapnya kata sambutan Bapak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis tersebut.
Penyuluhan Tugas Terdepan di Garis Depan
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Segala puji hanya bagi Allah Subhana Wataala. Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam, Keluarga Beliau, Sahabat dan Orang-orang yang mengikuti Beliau.
Hari ini kita berkumpul dalam rangka acara pemberian penghargaan kepada penyuluh PNS/non PNS, pelaku utama, Poktan/Gapoktan berprestasi tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2017. Hal ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Tadi sudah disampaikan oleh pembawa acara, bahwa akan ada pemberian rewards kepada para pelaku berbagai kegiatan di bidang pertanian. Ini adalah penghargaan, bukan upah. Jadi bagi penyuluh yang sudah dianugerahi penghargaan ini, berarti merupakan yang terbaik. Diharapkan bisa bekerja sesuai kondisi lapangan, bekerja lebih maksimal lagi.
Melalui forum ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama bahwa kegiatan ini baru ada Tahun 2017 di Dinas kita. Penghargaan serupa sebelumnya berada di Dinas lain, kemudian penyuluh lapangan kembali bergabung ke Dinas Pertanian. Ini adalah sebuah ajang tempat kami memberikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu yang telah bekerja keras di dunia pertanian.
Saya mulai dari Penyuluh saya di lapangan. Bahwa dari sejumlah 72 orang penyuluh se-Kabupaten Bengkalis, anda telah diseleksi oleh tim penilai yang bekerja berdasarkan SK yang saya keluarkan. Beberapa penyuluh yang hadir ini telah mengabdi kepada masyarakat, bekerja dengan tekun sesuai data dan bukti fisik yang mereka serahkan ke tim penilai. Semua itu telah diperiksa dengan seksama, baik itu berkas yang masuk ke kantor, maupun tim yang terjun langsung ke lapangan. Jadi secara riil penilaian kinerja anda selama satu tahun ini adalah penilaian yang sudah objektif. Tim penilai berasal dari semua bidang kerja yang ada di Dinas Pertanian, orang-orang yang berkompeten. Jadi tidak ada memakai pendekatan subjektif, suka atau tidak suka pada orang tertentu.
Penyuluh wajib hukumnya memberikan inovasi baru kepada kelompok tani. Sampaikan dengan kebijaksanaan, pendekatan partisipatif, agar lebih mudah dipahami oleh petani. Semakin banyak petani kita yang ikut menggapai prestasi, maka tingkat keberhasilan penyuluhan bisa dilihat dari situ. Setiap kerja keras meningkatkan hasil produksi pertanian, berarti juga meningkatkan kesejahteraan keluarga petani kita. Ajarkan teknik dan terobosan pertanian jitu sehingga kelompok tani dapat menambah hasil yang mereka keluarkan dari kebun. Hal-hal ini yang harus dibangun oleh penyuluh, jangan temporer tapi konsisten.
Sebagai pedoman dan pengarah jalan dalam bekerja, Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) penyuluhan dipelajari kembali. Baik itu di lapangan maupun di kelompok tani. Inilah tugas terdepan di garis depan, menumbuhkan kesadaran petani untuk bekerja lebih keras. Bahwa nasib itu akan berubah jika segala upaya telah dikerahkan sekuat tenaga, dan yang utama adalah doa yang senantiasa dipanjatkan. Potensi di desa masih melimpah, tapi sebagian orang terkadang tidak melihatnya, padahal di depan mata sendiri. Maka itu penyuluh kita di lapangan tampil, coba membangunkan segala potensi yang masih bisa dikembangkan. Adalah dampak besar bagi perekonomian Indonesia, kalau petani kita sudah dapat penghasilan yang lebih baik, maka perekonomian juga ikut meningkat.
Saya berharap pada penyuluh yang terpilih ini bisa berperan sebagai sumber motivasi bagi rekan-rekannya yang lain. Begitu juga dengan bapak dan ibu petani yang terpilih agar lebih tekun dan bersungguh sungguh dalam bekerja. Dampaknya yang kami harapkan agar penyuluh dan petani yang lain dapat tergugah untuk mengikuti jalan mereka yang berprestasi.
Selanjutnya kepada Penyuluh THL-TBPP (Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) sama tugasnya dengan penyuluh PNS, hanya gaji dan tunjangannya berbeda. Kewajiban sama, haknya yang berbeda. Hal itu tidak menyurutkan semangat, tapi malah menjadikan diri semakin ingin mengejar kinerja yang lebih baik lagi. Berikan dampak positif dengan terpilihnya sebagai penyuluh berprestasi kepada teman yang lain. Jangan ada kesan dibedakan antara penyuluh PNS dan THL, tapi sesuai dengan kinerjanya di lapangan.
Selamat kepada yang berprestasi, 3 orang dari 30 tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluhan pertanian, baik yang dari pusat maupun yang dari daerah. Dengan diberikannya reward semacam ini, mari tingkatkan prestasi dan kemampuan untuk menunjang kinerja lapangan. Penghargaan yang sudah diemban, agar dijaga dan ditingkatkan disiplinnya. Jangan sampai setelah dinobatkan bukan semakin kuat di lapangan, tapi hilang. Menyebabkan malas dan berpengaruh pada kinerja penyuluh yang lain. Jaga ini baik-baik.
Saya pindah kepada Bapak dan Ibu Petani yang berasal dari beberapa desa di Kabupaten Bengkalis. Kepada petani kita semua, bahwa bila ada inovasi baru dalam menjalankan aktivitas pertaniannya, itu bisa menjadi sebuah trend. Tanaman pangan adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat. Bila berkualitas bagus, kita bisa juga suplay dan perluas pemasaran ke kedai makan dan restoran yang ada di perkotaan. Kita bersyukur masih ada petani yang menanam sesuatu yang bisa dimakan oleh manusia. Terong, sayur mayur, kacang panjang dari Kecamatan Bukit batu dibawa sampai ke Kecamatan Mandau dan Pinggir. Kita harus berfikir seperti itu, harga tinggi dan permintaan selalu ada, pemasaran pun bisa terjangkau dimana saja.
Perhatikan cara pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga ke metode panen yang baik dan benar. Kita jangan hanya terpaku pada satu jenis tanaman atau monokultur, selingi dengan jenis tanaman lain hingga menghasilkan tambahan pangan bagi masyarakat. Bila di kebun kita ada beberapa jenis tanaman, sebaiknya lebih teliti lagi dalam menjaganya. Jangan sampai perlakuan di tanaman buah melon bisa mengganggu tanaman cabai. Petani harus pandai memilih komoditi yang ingin dikembangkan. Lakukan rotasi tanaman atau atur tanaman untuk menghasilkan produksi lebih banyak dengan harga yang tinggi. Tanamlah jenis tanaman yang sesuai dengan momen yang ada di saat akan panen. Misalnya tanaman cabai dan buah akan bernilai sangat tinggi saat bulan Ramadan tiba.
Jangan kira menanam cabai tidak menguntungkan, harga cabai sekarang 55.000 sekilo. Jangan harga di kebun lebih murah, dipermainkan oleh tengkulak yang seenaknya mengatur harga. Kangkung saja sudah 5.000 rupiah di pasaran, itu baru tiga ikat, bagaimana bila kita sediakan dalam jumlah besar dan setiap hari. Hasilnya bisa membanggakan. Kita juga memiliki Kelompok Usaha Bersama yang bergerak di bidang pengolahan biji kopi. Jika telah digiling dan dikemas harga kopi bubuk bisa mencapai 60.000 perkilogram.
Terkait tanaman kopi, saya baru ingat bahwa di Kecamatan Bantan akan dikembangkan potensi agrowisata. Hutan kita terus habis, padahal bisa mendatangkan kemakmuran dengan memadu padankannya dengan wisata bahari. Para wisatawan yang berkunjung bisa kita suguhi dengan aneka buah dan produk yang penduduk ciptakan sendiri dengan kreatif. Rencananya kita akan menanam pohon kulim, jati dan kopi serta tanaman buah lainnya. Akan diadakan pertanian terpadu, dengan menggabungkan dengan pemeliharaan ternak sapi. Dikembangkan untuk masyarakat sebagai ruang belajar bagaimana beternak yang baik, dipadukan dengan bertani.
Sebenarnya menjelaskan budidaya pertanian kepada petani, seperti mengajarkan itik berenang. Keseharian mereka memang sudah disitu, pengalaman jauh lebih banyak. Tapi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) pertanian senantiasa berkembang, transfer Iptek itulah melalui penyuluhan. Baik itu penyuluh lapangan yang disediakan pemerintah, maupun penyuluh swadaya yang diangkat langsung oleh masyarakat, karena ilmu yang dimilikinya.
Petani berprestasi lakukan pendekatan kepada anggota yang lain. Sedikit demi sedikit sampai mereka mau merubah cara bertanam tradisional menjadi gaya bertani yang lebih modern. Menggunakan bibit unggul, mengolah tanah dengan mesin, pemupukan berimbang dan panen dengan alat canggih. Di lapangan kita juga ada UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan), workshopnya menyediakan mesin-mesin pertanian, manfaatkan itu.
Pak Muhadi, apa yang dilakukan oleh Bapak Muhadi sehingga lahan tanaman padinya bisa menghasilkan enam ton sedangkan petani yang lain cuma tiga ton. Tugas penyuluh untuk mengkoordinir ini, bisa menumbuhkan petani-petani baru yang hasil sawahnya di atas rata-rata. Kalau perlu libatkan juga petani berprestasi dalam melakukan penyuluhan di lapangan. Transfer ilmu kepada petani yang lain, sebab mereka sudah membuktikan bahwa produksi padi kita bisa ditingkatkan.
Bila ada pertemuan petani di saung, panggil petani berprestasi untuk berbicara di forum tersebut. Penyuluh ke depan, termasuk dua orang, Pak Jalil dan Pak Muhadi, yang memiliki hamparan sawah sederhana, tapi menghasilkan padi yang lebih banyak. Hal seperti itu bisa membuka wawasan berfikir. Kami beri dukungan kepada kelompok tani seperti ini, agar terus mengembangkan usaha yang dilakukannya.
Tanaman pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, karena manusia terus bertambah sedangkan ruang tetap seperti itu. Bagaimanapun juga majunya zaman ini, masyarakat kita tetap membutuhkan beras untuk melanjutkan kehidupan. Yang bapak dan ibu petani tanam itu Insyaallah berkah, sebab datangnya dari bumi. Bapak tambah komoditi yang baru dengan inovasi terkini, sebab yang bisa maju adalah yang memanfaatkan kemudahan teknologi. Ketika berhasil, maka terciptalah lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar, sehingga bisa juga menopang kehidupan mereka. Ciptakan peluang di masa depan, sekolahkan anak-anak di bidang pertanian, jadikan sarjana yang handal.
Sekali lagi, Selamat kepada penyuluh dan petani yang kini menyandang status sebagai contoh yang baik bagi PPL dan pelaku utama lainnya. Kami apresiasi kinerjanya di bidang pertanian, jadikan prestasi ini sebagai sumber motivasi untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya. Tingkatkan terus wawasan dan pengalaman lapangan, supaya di masa akan datang bisa menjadi bagian dari pertanian yang lebih hebat lagi. Semoga penyuluh pertanian lapangan, petani dan kelompok tani yang lain bisa terpicu juga mencapai prestasi yang sama.
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.




Posting Komentar