Mengadopsi salah satu model pemberdayaan masyarakat, yaitu melalui Sistem Kebersamaan Ekonomi berdasarkan Manajemen Kemitraan (SKE-MK), Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Penyuluhan mengadakan kegiatan Fasda II. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 11 sampai 27 September 2017. Peserta pelatihan Fasda II ini berjumlah 24 orang, semua adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Bengkalis. Secara rinci, peserta berasal dari beberapa Kecamatan yaitu: Kecamatan Bengkalis 2 orang, Bantan 1 orang, Bukit Batu 2 orang, Siak Kecil 1 orang, Mandau 5 orang, Pinggir 8 orang, Rupat 3 orang serta Rupat Utara 2 orang.
SKE-MK merupakan sebuah proses yang berupaya untuk mengubah pola pikir petani agar tumbuh kesadaran untuk memperbaiki dirinya, mengubah nasibnya melalui pemanfaatan potensi yang mereka miliki. Penyuluh pertanian sangat memerlukan ilmu ini untuk mengembangkan masyarakat tani di desa binaan. Tidak hanya itu, melalui kegiatan yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Bengkalis ini juga akan melakukan praktek langsung ke lapangan. Peserta akan mempraktekkan Strategi Pengembangan Kelembagaan Petani (SPKP) untuk membangun kelompok tani yang lebih kuat, menggabungkannya menjadi kekuatan lebih besar dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).
Acara pembukaan kegiatan Fasda II Tahun 2017 berlangsung pada pukul 09:00 WIB. Oleh protokol, peserta dan segenap hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu wajib ‘Indonesia Raya’, dilanjutkan dengan menyanyikan ‘Mars Fasilitator’ yang dipimpin oleh Silvawana, SP. Acara dilanjutkan dengan memohon kelancaran dan berkah kegiatan melalui doa yang dipanjatkan oleh Haji Jamhur, SP. Adapun pejabat yang hadir dalam acara pembukaan ini adalah Kepala Dinas Pertanian, Fasilitator Daerah Riau, Sekretaris Daerah, Pejabat administrator, Pejabat pengawas, Sekretaris-Kabid-kasi Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis.
Pembukaan berlanjut dengan Laporan Panitia Pelaksana yang dibacakan oleh
Bapak Haji Muhammad Nur, Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Dinas Pertanian.
Dijelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu:
1. Meningkatkan kemampuan penyuluh lapangan dalam menjalankan tugas dengan
menguasai teknik memfasilitasi yang baik dan benar.
2. Meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian untuk memotivasi petani dalam
pelaksanaan kegiatan usaha taninya.
3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam pendampingan melalui sistem pendidikan
orang dewasa (POD).
Adapun narasumber atau fasilitator yang melatih para peserta berasal dari:
1. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau.
2. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis.
3. Fasilitator Daerah Provinsi Riau.
Setelah pembacaan laporan panitia, acara dilanjutkan dengan kata sambutan sekaligus pembukaan acara Pelatihan Fasda II secara resmi. Bapak Drs. Arianto, MP selaku Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bengkalis membuka sambutannya dengan mengucap Puji-pujian kepada Allah SWT Sang Pencipta, kemudian bershalawat dan salam kepada utusanNya Muhammad SAW, Rasul terakhir.
Pak Kadis langsung memuji penampilan peserta pelatihan yang memakai pakaian resmi, yaitu baju putih dan celana atau rok hitam, lengkap dengan dasi. Menurutnya itulah salah satu ciri pemimpin yang baik, berpenampilan bersih, rapi dan menarik. Orang akan terlebih dahulu menilai citra yang ditangkap oleh penglihatan mata mereka, sebelum menilai kepribadian dan hati seseorang. Dari sini kita bisa mempelajari bahwa selain karakter yang kuat dari jiwa seorang pemimpin, tampilan juga harus selalu dijaga baik di dalam maupun di luar rumah.
Seorang pemimpin memiliki peran antara lain :
1. Memberikan pengertian hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau lembaga
yang dipimpinnya.
2. Memberikan pemecahan masalah terhadap suatu persoalan yang melanda
organisasinya.
3. Memberikan pengaruh dengan cara pendekatan partisipatif dalam menyelesaikan
permasalahan.
Pemimpin juga melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu:
1. Perencanaan, kegiatan untuk menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk
mencapai sasaran.
2. Pengorganisasian , kegiatan untuk mengatur dan mengelola tugas, wewenang dan
tanggung jawab.
3. Penggerakan, kegiatan untuk mendorong dan memotivasi orang agar melakukan
tugasnya dan menghasilkan sesuatu yang diharapkan sesuai rencananya.
4. Pengawasan, kegiatan untuk mengusahakan agar pelaksanaan tugas benar-benar
mengikuti apa yang direncanakan, sehingga tujuan tercapai.
“Peran penyuluh sebagai seorang fasilitator sangat diperlukan untuk mewujudkan kelompok tani kuat dan handal, hingga bisa peningkatan produksi tanaman pangan maupun perkebunan. Masa pelatihan 14 hari kelas tambah 3 hari di lapangan merupakan masa yang panjang, usahakan juga mencari hal-hal yang baru agar selama berada di Bengkalis, peserta tidak mengalami rasa bosan.” Saran Pak Kadis.
“Sekali lagi saya mengharapkan ketekunan para peserta mengikuti arahan dari Tim Fasda Riau. Semoga Dinas Pertanian yang sama kita cintai ini tetap kuat dan tetap hebat. Semoga pelatihan kita ini mendapat keberkahan dari Allah SWT…” Doanya di akhir sambutan.



Posting Komentar