Perubahan semakin cepat terjadi di dunia pertanian Indonesia, terkadang perubahan tersebut terbilang kompleks dan cukup rumit. Dalam lingkup internal, perubahan diantaranya mencakup arah kebijakan nasional, kualitas dan kuantitas program yang digulirkan, hingga efektifitas tenaga kerja yang dimiliki. Faktor eksternal berupa gejolak harga komoditi pertanian dunia yang berpacu dengan laju teknologi sekelebat mata. Salah satu dampak dari berbagai perubahan tersebut adalah proses kerja penyuluhan, terpengaruh berbagai variabel tersebut mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Bidang penyuluhan dituntut untuk bisa menghasilkan tenaga PPL handal dan mumpuni, atau setidaknya bisa meningkatkan etos kerja tenaga lapangan yang dimiliki.
Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, dalam hal ini Bidang Penyuluhan mengadakan rapat bersama penyuluh pertanian lapangan di kecamatan rupat. Pertemuan itu dilaksanakan di Aula kantor UPTD Pertanian Kec. Rupat pada hari selasa tanggal 30 Mei 2017. Kegiatan bertajuk ‘Identifikasi Kebutuhan Pelatihan bagi penyuluh pertanian lapangan (PPL)’ diisi oleh narasumber dari bidang penyuluhan yaitu Kasi Metode dan Materi bersama Koordinator PPL tingkat kabupaten. Adapun peserta rapat yang hadir yaitu Penyuluh pertanian se-kecamatan rupat dan rupat utara, staff UPTD pertanian Rupat, staff UPTD Kelautan dan Perikanan Rupat, Dokter Hewan dari Puskeswan Rupat serta pegawai dari kantor Camat Rupat.
Kepala seksi Metode dan Materi Dinas Pertanian Kab. Bengkalis, Ir. Idan Ramadhan dalam sambutannya mengatakan bahwa secara umum analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang ada di dalam bidang penyuluhan yang perlu ditingkatkan.
“Identifikasi kebutuhan pelatihan menentukan kegiatan apa yang cocok untuk diberikan kepada penyuluh, selanjutnya akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. PPL kita yang didominasi sarjana pertanian saja memiliki beragam minat dan karakter, apalagi penyuluh yang memang berada pada disiplin ilmu lain. Jadi walaupun dari segi jumlah masih minoritas, tapi penyuluh perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan juga akan kita tingkatkan levelnya.” Papar Pak Kasi.
Koordinator penyuluh pertanian Kabupaten Bengkalis, H. Jamhur, SP dalam materinya mengatakan bahwa sebenarnya dibutuhkan data dan informasi tentang kesenjangan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental para penyuluh. Ketika data tersebut telah terkumpul, maka dapat dijadikan sebagai acuan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Adapun tujuan dari kegiatan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan ini adalah untuk memperoleh secara real tentang jenis pelatihan yang dibutuhkan oleh penyuluh pertanian lapangan.
Dalam input data identifikasi kebutuhan pelatihan, penyuluh pertanian Kec. Rupat diketahui lebih dominan ke bidang pelatihan sebagai berikut: Pelatihan budidaya padi di lahan yang terpengaruh air asin, pelatihan multimedia bagi penyuluh yang melingkupi bidang media penyuluhan seperti membuat poster, pamflet, kertas singkap, power point, internet. Mendesak juga diperlukan pelatihan teknik dan cara menulis di website atau cyber extension pertanian. Selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu pelatihan hama dan penyakit tanaman perkebunan serta pelatihan budidaya hortikultura, terutama sayuran dan cabe yang sudah mulai banyak ditanam oleh masyarakat di Pulau Rupat.



Posting Komentar