Pelatihan Budidaya Lebah Madu


Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Bengkalis mengadakan pembukaan pelatihan Alih Teknologi Budidaya Lebah Madu. Program tersebut dilaksanakan berkat kerjasama BKPP Bengkalis dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) di Kabupaten Kampar, Riau.

“Prospek budidaya lebah madu cukup menjanjikan untuk dikembangkan di Kabupaten Bengkalis. Melalui pelatihan ini kita upayakan peningkatan kemampuan penyuluh pertanian lapangan dalam sebagai penyambung informasi iptek ke petani lebah madu.”

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan yang diwakili oleh Kabid kelembagaan dan Sumberdaya Penyuluh. Ir. Mohamad Fadhlan.

“Penyuluh yang mengikuti pelatihan budidaya lebah madu kali ini kami harap dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada petani di wilayah binaan masing-masing. Salah satu tujuan pelatihan ini adalah transfer Iptek dari penyuluh ke petani, salah satunya melalui media alih teknologi budidaya lebah madu.” Tutup Pak Fadhlan.

Alih teknologi budidaya lebah madu ini diselenggarakan selama enam hari dimulai pada hari Senin sampai Sabtu. BKPP Bengkalis mengirimkan 20 orang penyuluh ke BP2TSTH yang berada di Kuok-Kabupaten Kampar. Kegiatan ini merupakan pelatihan tingkat dasar, materi yang disampaikan terkait aspek teknis budidaya lebah penghasil madu. Dimulai dari pengenalan jenis lebah penghasil madu, biologi lebah, tanaman pakan lebah, manajeman koloni serta hama penyakit lebah.

Adapun beberapa jenis lebah budidaya yang dibahasa pada pelatihan kali ini yaitu lebah hutan (apis dorsata), lebah ternak (apis cerana), lebah local (trigona, Sp). permasalahan yang sering dihadapi oleh petani lebah madu antara lain: a). Teknologi yang sederhana; b). Pemanenan madu tidak berkelanjutan; serta c). Madu yang dihasilkan belum memenuhi standar atau kriteria yang ditetapkan pasar.

Pada akhir kegiatan, peserta dibawa mengunjungi kelompok tani lebah madu hutan binaan balai BP2TSTH. Kelompok tersebut berada di Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Field trip lalu berlanjut ke Dusun Karangan Tinggi Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Di tempat tersebut terdapat sebuah kelompok pembudidaya lebah madu, dimana peserta melakukan praktek mengelola koloni lebah dan memindahkan koloni dari glodokan ke stup.

Sudah menjadi tanggung jawab penyuluh dalam mengambil peran mendorong pemanfaatan sumberdaya perkebunan dan kehutanan, termasuk lebah madu. Usaha ini jika disampaikan secara tepat kepada masyarakat, bisa menjadi tangga ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan, baik dari peningkatan pendapatan maupun mutu gizi dari hasil perlebahan. Seperti yang diketahui bahwa usaha budidaya ini dapat menghasilkan madu, tepung sari, royal jelly, lilin lebah maupun propolis. Selain itu, adanya usaha ini mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian alam.

Posting Komentar