Pembekalan Petugas Survey Analisis Konsumsi Pangan

Kapal besar nan cantik itu bersandar di tepi dermaga Sungai Pakning. Dua orang petugas berbaju kemeja biru sibuk mengatur kendaraan. Handy talkie dikantong baju mereka mengeluarkan suara pria, tapi gresek hingga kurang jelas terdengar. Beberapa calon penumpang tampak bercengkrama sambil menikmati hawa sejuk tepi laut. Swarna putri, nama itu terpatri di bagian moncong kapal. Bendera dwi warna berkibar gagah di tiang paling atas. Body kapal bergoyang tiap kali mobil dan motor masuk ke dalam, satu persatu hingga tak berapa lama kemudian, lambung swarna putri telah berisi mobil pribadi, truk dan sepeda motor. Sepuluh menit waktu berlalu, sang kapten mengumumkan keberangkatan melalui alat pengeras suara. Pelan-pelan kapal mulai bergerak menuju ke Bengkalis, tempatku akan mengikuti pelatihan.   

Bertempat di aula pertemuan kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kab. Bengkalis, diadakan pembekalan petugas survey konsumsi pangan. Pelatihanan ini diikuti 27 orang peserta, terdiri dari 3 petugas pengolah data kabupaten dan 24 orang petugas survey kecamatan. Tujuan diadakan kegiatan ini: Pertama, mendorong pengumpulan data konsumsi pangan di tingkat rumah tangga di wilayah kecamatan. Kedua, meningkatkan keterampilan petugas dalam melaksanakan analisis konsumsi pangan penduduk, baik dalam teknik pengambilan maupun pengolahan data. Terakhir, agar adanya keseragaman dalam metode perhitungan PPH (Pola Pangan Harapan). Acara ini merupakan bagian dari sebuah kegiatan analisis dan penyusunan pola konsumsi dan suplay pangan, untuk mengetahui gambaran situasi konsumsi pangan dan gizi masyarakat di Kabupaten Bengkalis tahun 2014.

Lewat tengah hari, pembekalan petugas survey dimulai. Pembawa acara mengucapkan salam dan selamat datang kepada peserta pelatihan, lalu mempersilakan kepala bidang konsumsi dan kewaspadaan pangan BKP Bengkalis, Bapak Tarmizi, SP untuk membacakan manual kegiatan, beliau ditugaskan sebagai penanggung jawab acara ini. Setelah itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab. Bengkalis memberi sambutan sekaligus membuka pelatihan. Dalam kata sambutannya, Kaban BKP Bengkalis menjelaskan bahwa untuk membentuk kualitas sumberdaya manusia dibutuhkan perencanaan ketahanan pangan. Sistem ketahanan pangan yang harus diperhatikan yaitu subsistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan.

“Menelisik data keseimbangan gizi Kabupaten Bengkalis pada Tahun 2013 lalu, menunjukan pemenuhan gizi masyarakat telah mencapai angka 88,50%. Perhitungan seperti itu bisa dilakukan melalui analisis konsumsi pangan. Mengambil data berdasarkan responden, misalnya dari anggota KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), bisa juga mengambil responden dari penduduk miskin, sedang dan kaya. Kita memerlukan data jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi masyarakat. Konsumsi pangan bisa kita ketahui dengan cara menganalisis PPH,  Pola Pangan Harapan.”

Secara sederhana, konsumsi pangan adalah informasi tentang jenis dan jumlah pangan yang dimakan oleh seseorang atau se-kelompok orang pada waktu tertentu. Selain penting untuk mengetahui kebutuhan kebutuhan pangan penduduk, kita juga mendapat mengetahui kandungan gizi dalam pangan masyarakat.

Adapun pengertian dari PPH adalah komposisi kelompok pangan utama untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi  manusia. Dengan mengetahui PPH, kita bisa menilai keragaman konsumsi dan ketersediaan pangan penduduk pada suatu wilayah. Dalam operasionalnya, susunan Pola Pangan Harapan terdapat dalam 3B (Beragam, Bergizi, Berimbang), yang dalam memenuhi kebutuhan tersebut juga mempertimbangkan daya cerna, daya terima dan kemampuan beli masyarakat.

“Ini adalah data awal, jadi diperlukan keseriusan dalam mempelajari cara pendekatan kepada narasumber, sehingga nantinya pengambilan data dari responden bisa akurat. Jadi saya harapkan agar nantinya petugas survey dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan mengambil data sesuai dengan kondisi di lapangan.” Harap Pak Kepala badan, sekaligus menutup kata sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pak Sutarno, yang berjalan dengan khidmat untuk mendoakan agar acara pembekalan petugas survey ini berlangsung dengan lancar. Setelah itu, istirahat sejenak mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara.

Ir. Muh. Fauzi menjadi pembicara awal di pelatihan, membawakan materi mengenai kebijakan percepatan konsumsi pangan. Program pencapaian ketahanan pangan berdasar pada UU no. 18 Tahun 2012, yang mengatur tentang ketahanan pangan nasional.

“Tantangan ketahanan pangan di masa mendatang semakin berat, salah satu sebabnya adalah ketakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan produksi beras, distribusi pangan yang rawan terputus akibat sarana jalan, pola konsumsi masyarakat masih bergantung pada beras. Selain itu, jumlah lahan tanam pangan kita semakin sempit akibat alih fungsi, terjadi juga degradasi lahan serta perubahan iklim global.” Jelas Pak Fauzi.

Pemerintah telah menetapkan bahwa untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, cadangan harus disiapkan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten-kota dan kelompok masyarakat. Minimal cadangan beras di provinsi 200 ton, di kabupaten 100 ton. Hal tersebut juga sebagai antisipasi kondisi rawan pangan saat bencana, konflik sosial, daerah terisolir, juga bisa digunakan untuk meredam gejolak harga pangan.

Masduki, SP, MM, pria kelahiran Sleman 24 Juni 1959 menjadi pembicara kedua sekaligus akan membimbing kami sampai acara pembekalan surveyor ini selesai. Bapak kasubbid kewaspadaan pangan Provinsi Riau ini menjelaskan bahwa survey adalah pengumpulan data yang hanya dilakukan pada sebagian anggota populasi. Tujuan utamanya adalah mendapatkan informasi dari sebagian, untuk dijadikan landasan dalam pembuatan kesimpulan bagi semua anggota populasi

“Data yang akan kita kumpulkan yaitu jenis dan jumlah konsumsi sebuah keluarga selama 24 jam, kemudian dilakukan pengulangan pengambilan data yang sama untuk hari berikutnya.” Jelas pemilik gelar Magister manajemen agribisnis ini. Materi kemudian dilanjutkan dengan teknik pengisian kuisioner sekaligus pengolahan data. Namun waktu jualah yang membatasi hingga materi latihan melakukan survey harus menunggu setelah jeda istirahat.

Ketika praktek melakukan survey tengah berlangsung, kami dilatih secara berkelompok bagaimana mengumpulkan data di lapangan. Moderator membagi menjadi peserta menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari dua kecamatan.

Mulailah tugas survey dilakukan kepada salah satu relawan uji coba, kami melakukan wawancara untuk mengetahui tingkat konsumsi perhari pada satu keluarga. Perserta nampak santai, tidak seperti saat menerima materi dengan metode ceramah. Saat berdiskusi, ruangan menjadi ramai dengan canda dan gelak tawa, kursi-kursi berserakan karena kami duduk secara berkelompok.

Cukup lama waktu yang diberikan untuk melakukan wawancara dan menyusun data ujicoba. Setelah semua rampung, satu persatu kelompok mulai tampil untuk memaparkan data yang telah diambil tadi. Mulai dari kelompok satu, dari kecamatan bengkalis dan bantan, kemudian kecamatan rupat dan rupat utara, dilanjutkan kelompok dari kecamatan siak kecil dan bukit batu, lalu yang terakhir kawan-kawan penyuluh dari kecamatan mandau dan pinggir.   

Beberapa masalah dalam pengambilan data dibahas, kemudian ada masukan juga dari pemateri sehari sebelumnya, kemudian ibu wiwik memberi tips dan trik dalam menggali informasi dari narasumber di lapangan. Dalam pemaparan ini ada sesi perkenalan dari masing-masing anggota kelompok, yang menjadikan pembekalan petugas survey ini menjadi lebih cair, sebab kawan-kawan penyuluh yang telah lama   saling mengenal melempar candaan yang membuat tawa memecah dalam aula pelatihan ini. 

Akhirnya pelatihan petugas enumerator selama dua hari rampung, disepakati jadwal turun lapangan dan olah data mulai tanggal 9 sampai 22 Juni. Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 23 Juli data dikumpulkan.

si swarna putri kembali membawaku pulang sebenarnya ada tiga kapal yang melayani rute laut Pakning-Bengkalis, tapi kali ini si cantik ini berjodoh denganku. Dari atas anjungan terlihat riak air laut berkilau diterpa sinar sang surya, seperti kilau mutiara.

Posting Komentar