Pemanfaatan Pekarangan Pengembangan Pangan

Ketahanan pangan telah menjadi isu global selama dua dekade terakhir termasuk di Indonesia. Berdasarkan undang-undang No. 7 tahun 1996 tentang pangan disebutkan bahwa “ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau”. Berdasarkan definisi tersebut, terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga merupakan tujuan sekaligus sasaran dari ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karenanya pemantapan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pemantapan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pada umumnya di Kabupaten Bengkalis, kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena belum maksimalnya kemampuan anggota keluarga untuk melakukan budidaya tanaman pangan, buah dan sayuran di pekarangan rumah. Padahal ketika jika pekarangan rumah bisa dikelola dengan baik, maka kita bisa menciptakan kegiatan ekonomi produktif keluargat sehingga mampu meningkatkan kesejahteran rumah tangga dan menciptakan lingkungan hijau, bersih dan asri.

Kondisi itu terungkap pada pemaparan pemateri pada kegiatan “Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan” di Balai Desa Pancur Jaya. Acara tersebut berlangsung di dua tempat berbeda di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Diawali dari Desa Suka Damai pada pukul 09:00 WIB kemudian berlanjut ke Desa Pancur Jaya pada pukul 14:00 WIB (13 April 2016). Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Bengkalis, bidang Ketersediaan, Distribusi dan Kelembagaan Pangan. Pada masing-masing desa, dihadirkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja perempuan  yang memiliki minat dan bakat dalam pemanfaatan pekarangan. Secara langsung pula, Kepala Desa di masing-masing wilayah memberi pengarahan agar kegiatan tersebut bisa dilanjutkan hingga ke tahapan pelaksanaan di rumah masing-masing.

“Kami sebagai aparatur desa sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Kami harap setelah acara sosialisasi manfaat dari tanaman pekarangan ini, kita bisa langsung mengerjakannya di pekarang rumah-masing. Kita tanam sesuai kebutuhan pangan dan gizi keluarga, berbasis sumber pangan lokal dan bernilai ekonomi.” Papar Enrawan, SP selaku Plt. Kepala Desa Pancur Jaya.

Pemateri pada kegiatan tersebut, Bapak Joni Syafrin, SP, MH mengutarakan bahwa diperlukan perubahan pola pikir dalam melihat permasalahan yang selama ini membuat kita terlambat, ketinggalan.

“Kita harus berubah dan mulai melakukan sesuatu yang berdampak baik pada kehidupan kita. Salah satunya dengan mengubah cara pandang melihat pekarangan rumah. Keuntungan memanfaatkan pekarangan yaitu, jika diolah maka tidak memerlukan waktu khusus, karena dekat dan mudah dijangkau.” Jelas Alumni Universitas Lancang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kita akan memperoleh sayuran dan tanaman obat-obatan alternatif yang bisa disuplay untuk keluarga dan anak-anak. Bila secara teratur kita menghirup udara yang banyak tanaman di sekitarnya maka kita akan menjadi sehat. Secara otomatis juga ada nilai estetika atau keindahan di dalam kegiatan ini, rumah akan tampak cantik dengan berbagai tanaman di sekitarnya.

Permintaan dari narasumber kegiatan ini, bahwa setelah ada perspektif baru yang diberikan kepada peserta, bisa muncul inisiatif dalam menata pekarangan sesampainya nanti di rumah masing-masing. Peserta diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pengadaan sumber pangan bagi keluarga.

Posting Komentar