Sinar mentari hangat masuki sisi-sisi gelap muka bumi. Daun-daun lembab itu tersapu cahaya sang surya. Hari yang tepat untuk melakukan aktifitas bernama belajar, meningkatkan kapasitas diri sebagai makhluk berspesies homo sapiens sapiens. Akal dan ilmu telah dianugerahkan kepada manusia, sudah sepantasnya untuk terus diasah dan ditingkatkan. Kebetulan, salah satu kegiatan pengembangan sumberdaya manusia bidang pertanian sedang berlangsung di kantor UPTD Pertanian dan Peternakan Kecamatan Rupat.
Di depan pintu masuk ruangan itu, tampak para peserta yang baru datang dari desa masing-masing. Mereka adalah petani dari beberapa wilayah di Kecamatan Rupat, yaitu desa Teluk Lecah, Kelurahan Pergam, Kelurahan Tanjung Kapal dan Desa Dungun Baru. Satu persatu bapak-bapak petani itu menandatangani daftar hadir, dibimbing oleh salah satu penyuluh pertanian Rupat. Tampak mereka saling bertegur sapa sambil berbasa basi sejenak, lalu masuk ke dalam ruang pertemuan.
Seiring dengan meningkatnya jumlah umat manusia di muka bumi, dimana telah tercatat di angka tujuh milyar orang, telah memunculkan kerisauan akan terjadinya bencana kelaparan. Peningkatan jumlah manusia yang berarti meningkatnya jumlah konsumsi, akan menyebabkan kerawanan pangan di masa yang akan datang. Para pemikir dunia telah memprediksi hal ini, juga telah mengungkapkan solusi-solusi untuk mengatasinya. Solusi yang kadang mendatangkan perdebatan. Salah satunya dengan mengontrol jumlah populasi manusia dengan cara menekan jumlah angka kelahiran dan mungkin juga memperbanyak kematian. Ada juga yang mengusulkan peningkatan produksi berbagai jenis tanaman pangan dengan cara alih fungsi teknologi pertanian yang lebih canggih.
Pengelolaan tanaman terpadu adalah pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani melalui paket teknologi yang dilakukan secara partisipatif serta bersifat spesifik lokasi. Pemilihan diselenggarakannya program ini dibagi atas tiga kategori, yaitu kawasan pertumbuhan, pengembangan dan pemantapan. Kawasan pertumbuhan merupakan daerah yang tingkat produktivitas padinya masih di bawah rata-rata produktivitas provinsi. Kawasan pengembangan merupakan daerah yang tingkat produktivitas padinya sama dengan rata-rata produktivitas provinsi. Yang terakhir kawasan pemantapan, hasilnya telah lebih tinggi daripada provinsi dan atau nasional.
Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Kec. Rupat memberi kata sambutan,
“Tahun 2014 Kec. Rupat mendapat jatah 200 Ha untuk dijadikan kawasan SL-PTT. Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu adalah suatu pendidikan non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengatasi permasalahan serta menerapkan teknologi yang sesuai.”
“Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap, penerapan budidaya padi yang baik dan benar, serta meningkatnya produktifitas.” Sambung Pak Kepala UPTD.
“Dalam kawasan diselenggarakannya kegiatan ini, petani juga membuat sebuah Laboratorium Lapangan (LL). LL adalah area yang terdapat dalam kawasan SL-PTT yang berfungsi sebagai lokasi percontohan, tempat temu lapang, serta sebagai lokasi praktek penerapan teknologi baru.”
“Dana yang digunakan untuk kegiatan ini berasal dari APBN, bukan dari pemerintah daerah atau APBD, sebaiknya kita manfaatkan sebaik mungkin demi pengembangan area pertanian padi kita ke depan.” Tutup Pak Rusmadi.
Ir. Amri Noer, Kabid tanaman pangan dan hotikultura-Distanak Bengkalis membuka acara lalu menyampaikan materi.
“Pemerintah pusat telah menganggarkan 25 trilyun untuk meningkatkan produktifitas padi nasional, dana itu diperuntukkan bagi kegiatan pertanian di seluruh Indonesia. Kita sedang mengejar penambahan produksi beras sebanyak 10 juta ton di tahun 2014 ini.” Kata Pak Amri bersemangat.
Pengelolaan Tanaman Terpadu merupakan suatu usaha untuk meningkatkan hasil padi dan efisiensi masukan produksi dengan memperhatikan penggunaan sumberdaya alam secara bijak. Melalui usaha ini diharapkan kebutuhan beras nasional dapat terpenuhi, pendapatan petani bisa meningkat serta usaha pertanian padi bisa berkelanjutan.
Dalam strategi penerapan PTT, anjuran teknologi disuluhkan kepada petani secara bertahap. Adapun urutan anjuran peningkatan teknologi pertanian padi sebagai berikut:
1. Penggunaan varietas baru/unggul
Dengan tersedianya varietas padi unggul, petani dapat memilih jenis padi yang sesuai dengan lingkungan setempat. Dengan adanya program ini, diharap petani dapat mengadopsi penggunaan bibit unggul yang bisa berproduksi banyak dengan waktu yang cepat.
2. Benih bermutu
Penggunaan benih bermutu bisa menghasilkan padi yang sehat dengan akar yang banyak, tumbuh lebih cepat dan memperoleh hasil yang tinggi.
3. Pemupukan
Agar berguna secara efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara dalam tanah.
4. Pengendalian gulma secara terpadu
Gulma dikendalikan dengan cara pengolahan tanah sempurna, mengatur air di petakan sawah serta menggunakan herbisida apabila intensitas gulma sudah tinggi.
5. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu
Pengendalian hama dan penyakit melalui pendekatan ekologi agar tidak mengganggu keseimbangan alam. Cara pengendalian disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.
6. Penanganan panen dan pasca panen.
Ketepatan waktu memotong padi menentukan kualitas butir padi dan nantinya kualitas beras. Untuk memperoleh kualitas beras yang bagus, pada proses penggilingan dan penyimpanan juga mesti diperhatikan.
Rumput teki itu bergoyang diterpa angin, kupu-kupu dan lebah beterbangan di sekitarnya. Aroma rumput tercium kala angin berhembus sedikit kencang. Kumelangkah ke sebuah pohon rindang di depan ruang pertemuan lalu duduk di bawahnya. Masih terdengar suara diskusi di dalam sana, tapi aku merasa sedikit jenuh. Sudah tengah hari, ruangan itu pengap dan banyak asap rokok. Kejenuhan selalu menghampiri kala mengikuti pertemuan di dalam ruangan seperti ini, hanya duduk diam dan mendengarkan, peserta lain juga mungkin merasakan hal yang sama. Tapi aku tidak mau membahas hal itu, tidak mau berfikir terlalu jauh, badan ini hanya sekedar ingin direfresh. Maka kusandarkan punggung ke batang pohon, lalu kuselonjorkan kaki ke arah depan. Ibu petugas absen di depan pintu menertawakan. Biowlah.



Posting Komentar