Dari petak tanah sawah yang dikelilingi pohon kelapa ini, kita akan melihat betapa bumi itu sangatlah indah. Masihkah adakah yang tega merusak, padahal ialah yang memberi kita makan. Jangan, sekali-kali jangan merasa kuasa dan lupa diri, sebab disanalah tempat kita berasal dan suatu saat akan kembali…
Waktu menunjuk pukul tujuh, ponsel buatan China di atas meja itu terus saja berdering. Sekilas terbaca deretan nomor di layarnya, tapi tak kuangkat. Handphone berwarna hitam itu lalu kumasukkan ke dalam saku celana. Hanya tersisa sedikit waktu, teman-teman yang lain telah berangkat sedari tadi ke persawahan. Seperti biasa, rekor lelet dan lambatku belum lagi ada yang mampu pecahkan.
Minggu ke 5 penyelenggaran Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu di Pulau Rupat. Awan mendung menyelimuti langit di atas hektaran sawah itu, para peserta tampak berkumpul di saung tani. Ada yang mencatat, mengitung dan menggambar hasil pengamatan di lahan sawah. Tiap minggu, para peserta mengamati perkembangan tanaman padi di lahan percontohan. Adapun item yang diamati yaitu varietas padi-tanggal tanam-tinggi tanaman-jumlah anakan-jumlah daun-kondisi cuaca-kondisi tanah-ketinggian air-hama, musuh alami dan penyakit tanaman. Setelah itu masing-masing kelompok memaparkan hasil temuannya, dilanjutkan dengan diskusi.
Pertemuan sedikit menjemukan, melihat gelagat beberapa orang peserta yang nampak suntuk, panitia berinisiatif mengadakan permanian. Seperti biasa, koordinator PPL rupat adalah salah satu yang ahli di bidang ini.
Permainannya adalah adu suit, ibu jari (gajah)-kelingking (semut), telunjuk (manusia). Tidak perlu dijelaskan mana yang menang dan kalah, sepertinya semua orang sudah tahu. Namun di tangan Enrawan, SP permainan tidaklah segampang itu. Digantinya simbol tadi dengan joget dangdut, ada goyang ngebor, goyang itik dan goyang ular. Masyaallah! para petani kompak tepuk jidat.
Peserta yang kalah di game sebelumnya dibagi menjadi dua kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok merundingkan ‘joget apa’ yang akan dibawa ke garis depan. Pada saat bertemunya 2 kelompok untuk adu suit dengan joget dangdut, tawa pun membahana. Sulit dibayangkan bapak-bapak kekar dan beberapa kakek itu ternyata bisa menari lincah. Beberapa kali adu suit diulang untuk menentukan pemenang. Di akhir permainan, pak boz menjelaskan bahwa permainan ini bukan untuk mempermalukan, tapi di dalamnya terdapat makna yang bisa kita petik. Diantaranya adalah point tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat, menghargai perbedaan pendapat dengan melaksanakan keputusan bersama, walau pada awalnya kita tidak sependapat. Para petani pun sependapat dengan itu, bahwa memang sangat tepat untuk menanamkan kekompakan serta menguji kemampuan mengambil keputusan dalam kelompok tani.
Peserta kembali bersemangat, pukul 10:00 simulasi pengukuran unsur NPK dan PH tanah sawah. Untuk hal berbau ilmiah seperti ini, Ismawati, SP dan Irdayanti, SP adalah masternya.
Bila pupuk yang diberikan pada tanaman tidak berimbang, begitupula dengan efisiensi pemupukan tidak optimal karena ada unsur hara yang diberikan berlebihan sementara unsur hara lainnya sangat sedikit yang diberikan. Ketidak tepatan pemberian pupuk menyebabkan sebagian unsur hara yang diberikan kurang dimanfaatkan sehingga produksi padi rendah dan lingkungan terpolusi. Uji tanah sawah diharapkan bisa membantu petani dalam menentukan dosis pemberian pupuk, juga untuk menentukan status unsur hara tanah dan rekomendasi pupuk yang dibutuhkan.
Sebelum contoh tanah diambil, perlu diperhatikan keseragaman areal tanam dan intensitas pengelolaan, misalnya kemiringan lahan, tekstur dan warna tanah, drainase dan kondisi tanaman. Lalu dalam 3-5 ha hamparan lahan, kita mengambil 1 sampel tanah, diambil dari kedalam 0-20 cm. sebenarnya waktu pengambilan sampel tanah yang paling bagus adalah sebelum pengolahan tanah pertama kali atau setelah panen. Ketepatan hasil analisa tanah ini sangat ditentukan oleh pengambilan sampel tanah yang tepat dan mewakili.
Sampel tanah kemudian dikumpulkan lalu dicampur merata dalam ember plastik, jika masih ada sisa bahan organik atau batu sebaiknya dibuang terlebih dahulu.
Nitrogen (N) dalam tanah berasal dari bahan organik, hasil pengikatan N dari udara oleh mikroba, pupuk dan air hujan, sifatnya dinamis, mudah berubah dan mudah hilang akibat penguapan atapun tercuci bersama air.
Tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, daun kuning-mudah gugur, serta pertumbuhan akar tanaman terbatas.
Fospor (P) dalam tanah terdiri dari P-Organik dan P-Anorganik, P berperan penting dalam sintesa protein, pembentukan bunga dan biji serta mempercepat pemasakan buah.
Kalium (K) dalam tanah berasal dari mineral tanah dan bahan organik sisa tanaman, sifatnya mobile/mudah bergerak, sehingga mudah hilang akibat terbawa air. Berdasarkan sifat tersebut, pemupukan dengan unsur K direkomendasikan dengan pemberian 2-3 kali dalam satu musim tanam. K berfungsi mengendalikan proses fisiologis dan metabolisme sel serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Tanaman yang kekurangan K menjadi lemah/tidak berdiri tegak, pengangkutan hara dan fotosintesa terganggu.
Dalam pengukuran unsur NPK menggunakan Perangkat Uji Tanah, terdapat beberapa proses yang sama secara umum, yaitu:
Mengambil sampel tanah, menambahkan larutan pereaksi untuk mdengan asing-masing unsur, menambahkan beberapa tetes perekasi, lalu dikocok sampai merata. Diamkan dahulu selama kurang lebih sepuluh menit kemudian yang terakhir membandingkan warna larutan dengan bagan warna untuk masing-masing unsur yang diukur.
Tentu saja hasil tersebut bukanlah sebuah rekomendasi bagi para petani di tempat SL-PHT ini sedang berlangsung. Hal itu karena yang ditekankan dalam sekolah lapang yang waktu belajar yang disediakan relatif singkat ini hanyalah kemampuan peserta dalam mengukur dan menentukan unsur hara dalam tanah.
Rona langit kembali cerah, awan hitam itu telah pergi. Tapi bukan dia yang selalu membuat atap bumi menumpahkan air mata. Masih ada hal lain yang perlu ditangisi. Polusi, racun, sampah, asap pabrik, ekspoitasi tambang, penebangan hutan, pukat harimau, gedung tinggi, dan masih banyak lagi yang membuat alam bersisa kepunahan. Siapa lagi yang mau menangis selain dirinya, manusia telah cukup sibuk dengan populasi mereka yang tidak terkendali. Jika tidak segera mengembalikan bumi seperti sediakala, serta mengurangi jumlah secara drastis, maka badai kelaparan menghampar di depan mata. Mungkin untuk itu dia menangis, agar manusia dapat kembali memuliakan tanah, menanam padi di tanah yang basah.
Bila pupuk yang diberikan pada tanaman tidak berimbang, begitupula dengan efisiensi pemupukan tidak optimal karena ada unsur hara yang diberikan berlebihan sementara unsur hara lainnya sangat sedikit yang diberikan. Ketidak tepatan pemberian pupuk menyebabkan sebagian unsur hara yang diberikan kurang dimanfaatkan sehingga produksi padi rendah dan lingkungan terpolusi. Uji tanah sawah diharapkan bisa membantu petani dalam menentukan dosis pemberian pupuk, juga untuk menentukan status unsur hara tanah dan rekomendasi pupuk yang dibutuhkan.
Sebelum contoh tanah diambil, perlu diperhatikan keseragaman areal tanam dan intensitas pengelolaan, misalnya kemiringan lahan, tekstur dan warna tanah, drainase dan kondisi tanaman. Lalu dalam 3-5 ha hamparan lahan, kita mengambil 1 sampel tanah, diambil dari kedalam 0-20 cm. sebenarnya waktu pengambilan sampel tanah yang paling bagus adalah sebelum pengolahan tanah pertama kali atau setelah panen. Ketepatan hasil analisa tanah ini sangat ditentukan oleh pengambilan sampel tanah yang tepat dan mewakili.
Sampel tanah kemudian dikumpulkan lalu dicampur merata dalam ember plastik, jika masih ada sisa bahan organik atau batu sebaiknya dibuang terlebih dahulu.
Nitrogen (N) dalam tanah berasal dari bahan organik, hasil pengikatan N dari udara oleh mikroba, pupuk dan air hujan, sifatnya dinamis, mudah berubah dan mudah hilang akibat penguapan atapun tercuci bersama air.
Tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, daun kuning-mudah gugur, serta pertumbuhan akar tanaman terbatas.
Fospor (P) dalam tanah terdiri dari P-Organik dan P-Anorganik, P berperan penting dalam sintesa protein, pembentukan bunga dan biji serta mempercepat pemasakan buah.
Kalium (K) dalam tanah berasal dari mineral tanah dan bahan organik sisa tanaman, sifatnya mobile/mudah bergerak, sehingga mudah hilang akibat terbawa air. Berdasarkan sifat tersebut, pemupukan dengan unsur K direkomendasikan dengan pemberian 2-3 kali dalam satu musim tanam. K berfungsi mengendalikan proses fisiologis dan metabolisme sel serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Tanaman yang kekurangan K menjadi lemah/tidak berdiri tegak, pengangkutan hara dan fotosintesa terganggu.
Dalam pengukuran unsur NPK menggunakan Perangkat Uji Tanah, terdapat beberapa proses yang sama secara umum, yaitu:
Mengambil sampel tanah, menambahkan larutan pereaksi untuk mdengan asing-masing unsur, menambahkan beberapa tetes perekasi, lalu dikocok sampai merata. Diamkan dahulu selama kurang lebih sepuluh menit kemudian yang terakhir membandingkan warna larutan dengan bagan warna untuk masing-masing unsur yang diukur.
Tentu saja hasil tersebut bukanlah sebuah rekomendasi bagi para petani di tempat SL-PHT ini sedang berlangsung. Hal itu karena yang ditekankan dalam sekolah lapang yang waktu belajar yang disediakan relatif singkat ini hanyalah kemampuan peserta dalam mengukur dan menentukan unsur hara dalam tanah.
Rona langit kembali cerah, awan hitam itu telah pergi. Tapi bukan dia yang selalu membuat atap bumi menumpahkan air mata. Masih ada hal lain yang perlu ditangisi. Polusi, racun, sampah, asap pabrik, ekspoitasi tambang, penebangan hutan, pukat harimau, gedung tinggi, dan masih banyak lagi yang membuat alam bersisa kepunahan. Siapa lagi yang mau menangis selain dirinya, manusia telah cukup sibuk dengan populasi mereka yang tidak terkendali. Jika tidak segera mengembalikan bumi seperti sediakala, serta mengurangi jumlah secara drastis, maka badai kelaparan menghampar di depan mata. Mungkin untuk itu dia menangis, agar manusia dapat kembali memuliakan tanah, menanam padi di tanah yang basah.




Posting Komentar