Hidroponik di Pulau Rupat

Menciptakan kehidupan masyarakat yang sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan merupakan syarat utama tercapainya tujuan pembangunan. Selain itu sumber daya manusia yang handal bisa mendukung terwujudnya kemakmuran melalui ketahanan pangan yang kuat. Salah satu ilmu yang sedang berkembang saat ini adalah pertanian moderen bernama hidroponik. BBP Rupat berkesempatan melakukan Demplot hidroponik. Melalui demosntrasi plot hidroponik yang diikuti penyuluhan secara berkelompok ini diharapkan ketersediaan sumber daya petani dan masyarakat umum yang mengenal dan mampu menjalankan sistem tanamam hidroponik semakin bertambah, baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas. Dengan penguasaanya ilmu pengetahuan serta keterampilan pada gilirannya akan mewujudkan tatanan masyarakat tani yang ideal nan moderen.

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah. Seperti makna leksikal dari kata hidro yang berarti air, maka sistem tanam hidroponik menggunakan air sebagai media pertumbuhan tanaman. Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya hubungan yang baik antara tanaman dengan tempat pertumbuhannya. Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tapi cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar dan juga dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Dengan mengetahui ini semua, di mana akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah, yang berarti tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan zat makanan.


Mengetahui pentingnya pengetahuan tersebut bagi perkembangan dunia pertanian di masa depan, maka melalui demostrasi cara sistem tanam hidroponik diadakan di Kecamatan Rupat.

a. Merakit Komponen Hidroponik

Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, cara bertanam hidroponik sistem “sumbu” adalah jenis yang paling sederhana. Cara bertanam hidroponik ini memberikan sebuah solusi pemberian nutrisi lewat di media tumbuh melalui sumbu yang digunakan sebagai penghantar zat makan ke akar tanaman. Adapun model komponen hidroponik yang dikerjakan di demplot hidroponik kecamatan Rupat adalah Model A dan Meja Bertingkat. Model tersebut sangat sesuai dengan sistem sumbu dimana kami menggunakan kain flannel sebagai media penyerapan nutrisi ke akar tanaman. Adapun lokasi penempatan rak hidroponik yaitu di Jalan Pelajar-Kelurahan Batupanjang dan di depan kantor desa Pancur Jaya.

b. Jenis Sayuran dan Pengontrolan Tanaman

Melalui sistem tanam hidroponik, kita hasil tanaman yang lebih sehat dengan pertumbuhan cepat dan lebih besar. Adapun dalam kegiatan demplot hidroponik kecamatan Rupat ini, tanaman yang dibudidayakan yaitu jenis sayuran hijau, antara lain kangkung, kol, seledri, dll. Berkat model komponen hidroponik yang sesuai, maka larutan nutrisi lebih awet karena airnya berputar/bersiklus terus menerus. Pengontrolan dilakukan dengan mengukur PH air dan tingkat kandungan nutrisi pada air tanaman. Dengan perawatan rutin, yang hanya memakan waktu maksimal 20 menit, kita dapat mengatur tanaman lebih teliti dan menjamin hasil yang baik dan seragam.

c. Penyuluhan dan Field day Tanaman Hidroponik

Dalam kegiatan demplot hidroponik kecamatan Rupat, masyarakat dapat belajar secara langsung dengan melihat sendiri rak hidroponik yang telah dibuat. Selain itu, khusus bagi kelompok tani yang ingin belajar lebih mendetail, maka diadakan kelas belajar tersendiri. Dalam kelas penyuluhan hidroponik yang telah diadakan tersebut, dijelaskan mengenai alat dan bahan yang dibutuhkan untuk merakit hidroponik skala rumah tangga, cara pembuatan larutan nutrisi, dan cara pembibitan tanaman hidroponik.

d. Panen Tanaman Hidroponik

Di ujung kegiatan penerapan teknologi hidroponik ini, tentu saja dilakukan proses panen sayuran yang telah dibudidayakan. Pada saat tanaman hidroponik telah tumbuh, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikannya. Panen sayuran hidroponik di kecamatan Rupat menghasilkan berbagai macam sayuran organik, bersih dan sehat.

Demostrasi plot (Demplot) merupakan model penyuluhan yang sangat bagus karena memberi kesempatan kepada sasaran suluh untuk menyaksikan dan mengembangkan sendiri materi penyuluhan yang diberikan. Dalam hal ini perkembangan tanaman hidroponik tidak hanya dilakukan melalui dana yang besar tapi juga dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.

Budidaya sistem hidroponik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan luas, karena hidroponik tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam. Selain manfaat berupa sayuran segar, keindahan model rak hidroponik dan susunan tanaman yang rapi memberi nilai estetis bagi pekarangan rumah.

Sayuran hasil budidaya dengan sistem hidroponik terbukti mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, disertai citarasa yang tinggi. Sayuran hidroponik dapat mengisi peluang kebutuhan vitamin dan mineral bagi masyarakat serta membuka peluang bisnis tanaman pangan yang menjanjikan. Oleh karena itu, sistem hidroponik sudah selayaknya dikembangkan di Kecamatan Rupat.

Posting Komentar