Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Riau atau biasa disingkat Bakorluh memfasilitasi pertemuan Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (Ipkani) dengan tema “Satukan Langkah Menuju Profesionalisme Penyuluh” (Bangkinang, Kabupaten Kampar 3-5 agustus 2015). Ipkani Provinsi Riau sendiri telah terbentuk sejak Oktober tahun 2013.Ipkani merupakan wadah penyuluh perikanan yang diisi oleh lembaga penyuluhan di 12 kota dan kabupaten se-Provinsi Riau.
Pada acara pertemuan Ipkani tersebut berkenan hadir Sekretaris Bakorluh Provinsi Riau, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kab. Kampar, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan kab. Kampar dan 30 orangpenyuluhyang hadir dari seluruh kabupaten/kota kota se-provinsi riau.
Dalam sambutan Sekretaris Bakorluh dikatakan bahwa Ipkani adalah wadah bagi semua penyuluh perikanan untuk berkumpul, menyatukan ide dan gagasan, serta menggiatkan kerjasama. Selanjutnya dikatakan bahwa pemilihan Kabupaten Kampar untuk menjadi lokus acara ini tidaklah datang begitu saja. Potensi-potensi perikanan mulai dari yang kecil hingga yang terbesar ada di kabupaten ini. Jenis dan sumber daya perikanan yang melimpah, Sungai Kampar yang sangat berpotensi serta para pengusaha bidang perikanan yang cukup banyak. Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin menjadikan kampar sebagai pusat kegiatan budidaya ikan air tawar.
Bapak Sekretaris Bakorluh lalu memotifasi penyuluh yang hadir agar memegang data potensi wilayah masing-masing.
“Data penyuluh sampai hari ini belum lagi diakui, pemerintah sesuai dengan aturan tetap memakai data dari badan statistik. Hal tersebut menjadi tantangan bagi penyuluh, bagaimana kita memiliki data yang akurat dan bisa dipertahankan kebenarannya. Kami harapkan kedepannya, data penyuluh yang diambil dari desa kita upayakan bisa diakses dan digunakan hingga ke pusat, Jakarta. ”
Ir. Ferry HC Ernaputra, M.Si melanjutkan bahwa salah satu peran buat Ipkani adalah mengarahkan penyuluh untuk mematangkan data mereka, menguji data tersebut hingga menjadi baku. Bakorluh ingin agar data penyuluh bisa diakui dan digunakan oleh pemerintah untuk menentukan arah kebijakan lokal maupun nasional. Pak Ferry kemudian melanjutkan bahwa Ikatan Penyuluh Perikanan ini haruslah didorong agar lebih aktif dan produktif.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa di tahun 2015 ini telah dibuka persaingan ekonomi secara global melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Produk kita dari berbagai sektor, khusunya bidang perikanan harus bisa menembus persaingan itu. Tentu saja diringi perubahan sikap, mental dan perilaku pelaku utama di tingkat lokal dan rumah tangga. Tugas mulia rekan-rekan penyuluh yaitu meningkatkan kesejahteraan pelaku utama, nelayan dan keluarganya-petani dan keluarganya.
“Adalah kebahagiaan bagi saya bisa berada di tengah reka-rekan penyuluh sekalian, kebahagiaan tambahan karena telah lahir dan berkembangnya Ikatan Penyuluh Perikanan(IPKANI) Provinsi Riau. Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini kita bisa mendorong profesionalisme penyuluh di lapangan. Yang terakhir jangan lupa berdoa. Sepintar pintarnya manusia, sekuat kuatnya kita, ada Tuhan yang Maha Berkuasa atas segalanya. Kasih sayang dan ridho-Nya sama kita harapkan dapat mengiringi kerja keras kita.” Tutup Pak Ferry.


.png)

Posting Komentar