Teknologi Perikanan Budidaya Malang

Gelap merayap turun di antara landai pegunungan sebelah timur Kabupaten Malang. Lelampu mengerlip, berpendar di pinggiran trotoar saat kami menyusur tepian jalan raya itu. Seorang anak kecil yang terduduk di emperan toko memandangi wajah-wajah kami. Sekilas kemudian dia melepas pandangan lalu berlari menuju jalan raya, menghilang ke dalam bayang ruko tinggi. Sebelum menghilang, masih bisa kubaca sebuah nama di punggung baju bocah itu. Cristian Gonzales-10, mantan striker Arema Malang.

Di jawa timur, ada tiga tim sepakbola yang tersohor di jagad sepakbola indonesia, yaitu Persebaya Surabaya, Arema Malang Dan Persema Malang. Dengan mengesampingkan kisruh sepakbola nasional dengan segala tendensinya, dapat dikatakan bahwa kultur Malang sangat erat dengan sepakbola. Sungguh beruntung kami yang ikut pelatihan kali ini. Stadion kanjuruhan, markas tim sepakbola Arema berada tidak jauh dari balai pelatihan UPT-PTPB Kepanjen. Tapi kali ini bukan stadion kebanggaan aremania itu yang akan dibahas, tapi tentang Unit Pelaksana Teknis yang berada di Kecamatan Kepanjen.

UPT Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Kepanjen sudah berdiri sejak tahun 1957. Memiliki luas lahan perkantoran 3 hektare lebih. Bangunan terdiri dari ruang kantor, laboratorium, asrama, aula pertemuan. Selain bangunan tersebut, terdapat juga kolam ikan yang tepat berada di belakang bangunan utama. Kolam-kolam tersebut diperuntukan untuk produksi benih dan calon induk dari ikan lele, nila, mas dan gurami. Maka puluhan kolam pun terbagi atas kolam induk, calon induk dan kolam pembenihan atau pun pendederan.

…

Tiga hari berada di kelas dan mengamati proses budidaya di kolam ikan sekitar UPT PTPB cukup menguras energi. Rasa jenuh merasuk secara perlahan ke dalam diri peserta diklat, berada di kamar kala istirahat jelas bukan pilihan yang bagus. Beberapa peserta memilih berjalan kaki menuju stadion Kanjuruhan, icon pujaan publik sepakbola Malang. Stadion itu berdiri dengan gagah, berbanding terbalik dengan nasib sepakbola nasional yang terkena sangsi dari Induk sepakbola dunia FIFA. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa sepakbola bukan hanya sekedar permainan 2×45 menit, tapi juga berkelindan dengan politik, bahkan kultur, hiburan, filosofi , budaya dan tentu saja industri.

Sepulang dari stadion, kreatifitas akhirnya muncul lagi, jemari kembali berada di atas  tuts keyboard untuk menuliskan materi penting yang kami pelajari di pelatihan ini. Ada materi yang disuguhkan pelatih maupun instruktur lapangan, tapi hati memilih teknik pendederan ikan nila untuk dicatat.

Pendederan merupakan kegiatan pemeliharaan benih sampai ukuran tertentu sampai benih tersebut siap untuk dipelihara dalam kolam pembesaran. Tujuannya yaitu untuk memperoleh bibit ikan nila yang berukuran seragam, baik panjang maupun berat. Tahap awal dari persiapan kolam pendederan, yaitu pengeringan. Pengeringan kolam berfungsi untuk menguraikan senyawa asam sulfida beracun ataupun senyawa beracun lainnya yang ada pada saat kolam terendam air. Yang kedua memungkinkan terjadinya pertukaran udara serta membasmi hama penyakit dan benih ikan-ikan liar, baik yang bersifat predator ataupun yang bersifat kompetitor. Biasanya pengeringan dilakukan selama tiga hari.

Setelah proses pengeringan, tahap selanjutnya adalah pengapuran. Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan keasaman (ph) tanah dan air serta memberantas hama dan penyakit. Kapur yang digunakan adalah kaput tohor atau biasa disebut kapur pertanian. Langkah berikutnya yaitu pemupukan, dilakukan untuk menumbuhkan pakan alami yang dibutuhkan oleh benih ikan nila yang ditebar. Pemupukan dilakukan dengan menyebarkan hasil fermentasi dari pupuk kandang ke dalam dasar kolam. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan fitoplankton. Diharapakan dengan dosis pupuk kandang yang optimal, mampu diproses oleh ekosisistem kolam tanpa menyebabkan perubahan yang buruk terhadap pertumbuhan ikan nantinya.

Tahap akhir dari proses persiapan kolam yaitu pengisisan air, dilakukan hingga mencapai ketinggian air 30-40 cm. Tidak lupa pula dilakukan pengukuran kualitas air, minimal suhu dan PH.

…

                Mentari lelap tertidur dalam kesunyian. Puncak gunung di tepian Kabupaten Malang masih terbenam dalam kegelapan. Desir dedaunan ditingkahi samar kicau burung samar terdengar dari kejauhan. Selimut mimpi dan air kran saling beradu berebut perhatian. Subuh segera tiba, padahal jam dinding masih terpaku pada pukul 04:00 pagi. Jawa Timur termasuk ke dalam pembagian waktu Indonesia Barat, namun sepertinya alam menunjukan hal lain, seharusnya tempat ini berada pada zona waktu Indonesia bagian tengah.

Dingin meresap sampai ke pori-pori kulit kala kuberjalan keluar dari asrama. Jaket tebal yang kukenakan tidak mampu menahan dingin yang merinding. Hari ini peserta pelatihan diajak ke lapangan untuk melakukan praktek pemijahan ikan di kolam UPT PTPB. Dua orang instruktur telah bersiap di tepi kolam, bak biru pertama adalah tempat memijahkan ikan lele dan kolam kedua adalah tempat praktek pemilihan induk ikan nila. Berbagai hal disampaikan instruktur diikuti dengan berbagi pengalaman dengan peserta pelatihan. Di akhir sesi yang mengambil tempat di kolam ikan ini, beberapa pertanyaan tentang budidaya ikan lele dan nila dikupas tuntas.

Sore yang mendung, langit di atas Kepanjen tersapu awan hitam. Praktek pembuatan pakan ikan di belakang kantor UPT PTPB tengah berlangsung. Untuk sampai ke tempat tersebut, peserta harus berjalan di atas pematang kolam, terus menuju gudang penyimpanan mesin pembuat pakan ikan.  Sebelum bercerita tentang bagaimana kegiatan peserta diklat di gudang pakan tersebut, sebaiknya simak dulu teori sebelumnya yang kami dapat di kelas.

  1. Kriteria pakan berkualitas:
  2. Mengandung gizi seimbang
  3. Mudah dicerna, menarik dan beraroma/disukai ikan
  4. Ukuran sesuai dengan bukaan mulut ikan
  5. Stabil di air (tidak cepat hancur)
  6. Tidak mencemari air (ramah lingkungan)
  7. Aman bagi kesehatan ikan (tidak beracun)
  8. Memberikan tingkat pertumbuhan
  9. Secara ekonomis menguntungkan, sehingga dapat menjamin kelangsungan usaha budidaya.
  • Faktor yang mempengaruhi jumlah pakan:
  • Makanan harian seekor ikan secara umum 3-5 % berat tubuhnya, jumlah tersebut dapat berubah-ubah tergantung pada :
  • Suhu (makin tinggi suhu – metabolisme ikan semakin meningkat, kebutuhan ikan akan pakan semakin tinggi)
  • Ukuran ikan (metabolisme ikan kecil lebih tinggi lebih dari pada metabolisme ikan besar)
  • Waktu pemberian pakan

Didasarkan dari jenis spesies ikan. Pemberian pakan 2 atau 3 kali/hari dengan jarak 6-8 jam akan menghasilkan pertumbuhan yg lebih cepat dan efisiensi pakan yang lebih baik, terutama untuk ikan yg berukuran kecil.

  • Tambahan Aplikasi Probiotik

Pada pemberian pakan dengan aplikasi probiotik, ada beberapa bahan yang bisa dicampurkan, misalnya pelet, molases, susu, buah, dan air kelapa/air cucian beras. Bahan-bahan tersebut diadakan perlakuan khusus sebelum difermentasikan. Setelah diproses sesuai aturan dan takaran, lalu diberikan penambahan probiotik, kemudian ditutup rapat agar terjadi penguraian. Pakan dengan aplikasi probiotik nantinya bertujuan menghambat bakteri patogen dalam air, meningkatkan laju pertumbuhan ikan, serta memperbaiki konversi pakan.

Praktek pembuatan pakan ikan terus berlanjut. Bagi peserta yang beruntung, bisa mencoba beberapa bagian dari teknik pembuatan pakan untuk dilakukan. Misalnya peserta dari Kecamatan Rupat, yaitu Arief Edysantoso yang beberapa kali mencoba memasukkan bahan ke dalam mesin penggiling. Begitu juga dengan PPL dari Bukit Batu ataupun Penyuluh Kec. Bantan yang coba mempelajari mekanisme kerja mesin pembuat makanan ikan tersebut.

Selain menunjukkan cara kerja mesin, pada praktek lapang ini juga diajarkan cara memperbanyak Pupuk Organik Cair (POC) yang dimasukkan pada proses fermentasi pakan ikan. Adapun cara memperbanyak POC dalam 100 liter sebagai berikut:

BahanDalam 100 liter
SGF Biolizer/ Fertilizer1 liter
Tetes5 liter
Susu Bubuk/ susu cair1 kg(bubuk) atau 5 liter (cair)
Buah Vit C3 kg
NPK, SP36, PHONSKA, Urea, ZAMasing-masing 1 kg
Air Kelapa atau air cucian beras (leri)Seadanya  (semakin banyak semakin bagus)
Air(Sampai terisi penuh)
  1. Siapkan drum kapasitas 100 liter
  2. Siapkan bahan sesuai dengan formulasi
  3. Semua bahan dihaluskan, lalu dimasukkan  kedalam wadah (reaktor fermentasi)
  4. Masukkan SGF SGB BIOLIZER (starter)
  5. Penuhi reaktor fermentasi dengan air kelapa atau air bersih hingga penuh
  6. Difermentasi dalam kondisi tertutup rapat selama 2 minggu atau lebih

Fungsi bakteri yang ada dalam campuran probiotik tersebut yaitu, menekan mikroba merugikan di saluran pencernaan, mengendalikan pathogen, jamur dan bakteri berbahaya dengan senyawa anti mikroba, menghasilkan imunostimulan, menghasilkan senyawa yang bermanfaat bagi inang, menetralisir zat-zat beracun dalam air, menaikkan nilai nutrisi pakan dan mempercepat penyerapan nutrisi, ada juga jenis bakteri Basillus sp yang menghasilkan fitohormon.

…

                Dua hari menjelang pelatihan ini berakhir, para peserta diajak berkunjung ke kelompok pembudidaya ikan/benih ikan di Kab. Malang. Yang pertama adalah kelompok perikanan Raja Mina. Lokasi budidaya kelompok ini terletak di Desa Sepanjang Kec. Gondonglegi Kab. Malang. Memiliki usaha bersama berupa kolam ikan koi dan nila, kelomplok Raja Mina juga mengembangkan metode Ugadi di lahan persawahan mereka. Ugadi, yaitu singkatan dari Udang Galah dan Padi. Kelompok yang juga mengelola usaha pemancingan di kolam mereka ini, memanfaatkan persawahan untuk memelihara udang galah air tawar. Menurut pengakuan salah satu anggota kelompok mereka, hasil yang diperoleh malah lebih banyak keuntungan penjualan udang galah daripada hasil panen padi mereka.

                “Saat panen baru-baru ini, kami mendapatkan hasil padi 3 ton 7 kwintal, udangnya 2 kwintal 70 kg.” Kata Pak Darno, salah satu anggota kelompok Raja Mina saat ditanya hasil panen mereka yang terakhir.

Dua hal yang harus diperhatikan mengenai usaha pemeliharaan ikan atau udang di lahan sawah adalah tentang pakan dan menjaga agar hama tidak masuk seperti ular, katak, bebek, dsb. Menurut Pak Darno, padi dari usia satu minggu hingga 10 sampai 15 hari sudah bisa ditebari bibit ikan atau udang. Besar bibit yaitu ukuran dua. Waktu penebaran bibit yaitu jam 5 pagi atau pukul 5 sore. Kendala usaha budidaya ikan atau udang di kelompok ini adalah tentang pengadaan bibit, mereka masih mendatangkan dari luar kota seperti dari Perigi atau Probolinggo.

                “Usaha kami telah sering jatuh bangun dan mengalami berbagai kendala. Namun kami terus berusaha menjalankan kelompok ini dengan ketekunan dan kesabaran. Kami saling berkomunikasi antar anggota, walau ada sebagian lain yang tidak peduli. Kami tidak mengucilkan anggota yang membandel, senantiasa kami temui dan ajak kembali untuk bangkit.” Ujar Pak Darno.

Sangat menarik, anggota kelompok tani langsung terlibat dalam memberikan penyuluhan kepada rekannya sendiri. Salah satu aspek penyuluhan adalah menyampaikan informasi kepada pelaku utama. Lebih jauh lagi adalah mampu meyakinkan pelaku utama untuk melakukan perubahan perilaku, sikap dan keterampilan. Selain ilmu komunikasi yang mumpuni, juga keyakinan dan semangat pantang menyerah senantiasa tetap terjaga pada diri petugas maupun anggota kelompok tani yang dibina. Pada pelatihan dan kunjungan kali ini terdapat pelajaran bahwa sebenarnya tugas penyuluhan bisa saja diemban anggota kelompok tani itu sendiri. Hal tersebut didukung kedekatan emosional, kesamaan nasib dan sepenanggungan, serta berada dalam satu kultur pekerjaan yang sama.

“Kami sadar bahwa jalan menuju keberhasilan akan selalu ada rintangan yang menghadang. Ketika kami mulai berhasil ada juga sebagian orang yang cemburu, bahkan termasuk anggota kelompok kami sendiri. Ketika ada bantuan misalnya, selalu saja ada suara sumbang yang mengatakan yang tidak-tidak kepada kelompok kami. Tapi kami mencintai apa yang kami lakukan, maka kami yakin sekecil apapun yang kami lakukan selalu ada manfaatnya.” Tutup Pak Darno yang sekaligus mengakhiri pertemuan.

…

Siang mulai bergerimis, angin sepertinya tak mau diajak berkawan. Udara pengap begitu terasa di dalam bus kecil yang membawa kami ke lokasi berikutnya. Mobil melaju di atas jalan aspal, menepi kala tiba di sebuah perkampungan. Kelompok kedua yang kami kunjungi menekuni usaha pembibitan ikan lele menggunakan kolam terpal. Sekilas mengenai budidaya ikan lele di kolam terpal, memiliki keunggulan antara lain:

1. Dapat diterapkan di lahan terbatas.

2. Dapat diterapkan di tanah porous (tanah berpasir).

3. Dapat diterapkan di daerah sulit air

4. Pembuatan mudah dan praktis

5.  Waktu produksi lebih singkat

6.  Ikan  tidak berbau lumpur

7.  Sintasan/SR ikan 90%

 8.  Padat penebaran lebih tinggi

 9.  Pertumbuhan Ikan cepat

10. Biaya pembuatan lebih murah

Pertimbangan teknis budidaya ikan lele di kolam terpal sebagai berikut:

1. Sumber air yang layak digunakan

2. Ketinggian lokasi berdampak pada suhu air. (lokasi dataran tinggi=suhu rendah)

3. Ukuran ikan disesuaikan dengan kedalaman kolam

4. Dasar tanah untuk kolam terpal harus rata.

5. Untuk kolam di pemukiman, perlu adanya pembuatan saluran pembuangan limbah

                Pada lokasi pembibitan ikan lele yang kami kunjungi, menggunakan model kolam terpal sebagian di bawah dan sebagian di atas permukaan tanah. Sebagai dinding kolam bagian atas digunakan tanah liat yang dimasukkan ke dalam karung lalu dipadatkan. Dari tempat tersebut kami mendapatkan ilmu mengenai ciri-ciri benih ikan lele yang unggul dan berkualitas, yaitu:

  1. Berasal dari induk yang tidak inbreeding (berasal dari induk unggul).
  2. Mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat.
  3. Sehat dan lincah gerakannya.
  4. Ukurannya seragam.
  5. Tidak terdapat tanda-tanda terserang penyakit/parasit.
  6. Tahan terhadap serangan penyakit dan goncangan cuaca.

Adapun proses pemijahan ikan lele sebagai berikut:

1. Menyiapkan bak pemijahan berukuran 20 m2 atau 50 m2

2. Dibuat sarang pemijahan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm,  diberi ijuk untuk tempat menempel telur hasil pemijahan.

3. Masukkan sepasang satu pasang induk dalam satu bak setelah  diisi air setinggi kurang lebih 25 cm.Pemasukan induk dilakukan  pagi jam 7.00 atau   jam 14.00-16.00.

4. Malamnya, diharapkan sepasang induk ini telur yang telah dibuahi jantan. Telur-telur yang baik adalah yang berwarna kuning cerah.

5. 1-3 hari telur tsb akan menetas. Anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva) tersebut diberi pakan alami atau telur rebus.

Sore membisikkan mimpi, menyublim di permukaan udara takkala gelap menjemput hari. Pelatihan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Malang ini akan segera tiba pada ujung kegiatan. Hasil akhir masih tanda tanya, apakah bagai mentari di pagi hari yang baru mekar ataukah seperti malam gelap yang berkabut. Malang telah dikepung wajah-wajah cadas para rocker yang telah menjadi fosil, atau para ksatria lapangan hijau yang menjadi tumbal keganasan industri sepakbola. Namun bagi sebagian dari kami, kota dan kabupaten itu telah menjadi kuas, menoreh tinta warna pada jiwa-jiwa yang bertindak sebagai kanvas. Entah berhasil atau terpuruk pada kenyataan yang senantiasa berulang, realita semakin sulitnya mendorong partisipasi masyarakat dalam pencapaian kemandirian pangan yang sama diharapkan. Semua membutuhkan fasilitasi, mungkin dengan teknik memberi ruang kepada petani untuk menentukan masa depan mereka sendiri, bisa memecah tembok de javu pemberdayaan masyarakat. Bukankah penyuluhan, pendampingan, pemberdayaan, fasilitasi atau apa pun nama dan istilahnya bisa diumpamakan seperti denyut kehidupan sepakbola: kian rumit, namun selalu ada keindahan di dalamnya.

Posting Komentar