Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas stakeholder pembangunan pertanian adalah melalui serangkaian pelatihan-pelatihan, pengembangan mekanisme kolaborasi dan berbasis masyarakat serta bagi pengalaman dalam konteks pembangunan daerah. Pendidikan, pelatihan, mimbar sarehan, temu lapang, rembug tani adalah beberapa jenis kegiatan yang biasa dilakukan oleh mereka yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya di pertanian. Banyak hak yang bisa diperoleh dari berbagai varian kegiatan tersebut, misalnya berbagi pengalaman, membangun simpul pertemanan, kerjasama, pengetahuan, keterampilan dan ruang-ruang aktualisasi diri di ranah pemberdayaan masyarakat tani.
Dalam setiap kegiatan pemberdayaan tentunya membutuhkan rencana. Perencanaan adalah kebutuhan pokok untuk menyelaraskan ide dan kenyataan di lapangan. Salah satu stakeholder pemberdayaan masyarakat adalah penyuluh pertanian. Setiap tahunnya mereka melakukan perencanaan yang sistematis dan tertulis untuk dijadikan acuan dalam bertindak di lapangan. Susunan rencana tersebut juga menjadi bahan evaluasi hasil dan dampak penyuluhan yang selama setahun berjalan dilakukan oleh para penyuluh.
Pada hari Jumat, tanggal 27 Maret 2015, dia aula pertemuan UPTD Pertanian dan Peternakan, diadakan Penyusunan Programa Penyuluhan Kecamatan Rupat Untuk Tahun 2016. Berikut jejak rekam pertemuan tersebut yang berhasil dinarasikan oleh reporter kabarupat, ibnu sabil.
Tepat pada pukul 09:00, saat mentari pagi bersinar dengan cerah, dilakukan pembukaan oleh protokolerl. Acara lalu langsung diserahkan kepada perwakilan dari Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Kabupaten Bengkalis. Bapak kepala seksi penyuluhan memberi sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Jam dinding menunjukkan pukul 09:10 ketika bapak kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Kecamatan Rupat memaparkan rangkaian rencana kegiatan instansi yang beliau pimpin. Dimulai dari kegiatan yang dianggarkan melalui APBN, kegiatan yang dianggarkan melalui APBD Provinsi, hingga kegiatan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten.
- Kegiatan yang dianggarkan melalui APBN
- Perbaikan jaringan irigasi di Desa Teluk Lecah untuk area persawahan seluas 100 Ha.
- Optimasi lahan persawahan di kelurahan batupanjang seluas 40 Ha dan di Kelurahan Tanjung Kapal seluar 30 Ha
- Program sekolah lapangan untuk petani
- Pengembangan tanaman kedelai di kelurahan pergam
- Budidaya tanaman jagung di kelurahan pergam dan kelurahan batupanjang seluas 50 Ha
- Kegiatan yang dianggarkan melalui APBD Provinsi
- Denfarm tanaman padi seluas 10 Ha dan bantuan alsintan
- Kegiatan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten
- Pengembangan tanaman jagung 1 Ha, semangka 1 Ha, sayur 1 Ha
- Bantuan sapi 75 ekor
- Usulan pembangunan balai penyuluhan pertanian di Kecamatan Rupat
Kelopak-kelopak bunga mulai bermekaran kala jam dinding menunjuk pukul 09:45, pemaparan dari Kepala UPTD Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Rupat memecah sunyi ruang pertemuan. Beliau membagi rencana kegiatan kantor Bunhut kedalam dua item, yaitu bidang kehutanan dan perkebunan.
- Bidang Kehutanan
- Penanaman tanaman karet kehutanan seluas 50 Ha
- Penanaman mangrove untuk mencegah abrasi di Desa Hutan Panjang, Desa Makeruh, Desa Dungun Baru, Kelurahan Terkul dan Kelurahan Batupanjang.
- Pengadaan tanaman hijau pekarangan, untuk tepi jalan dan daerah sekitar aliran sungai (DAS).
- Bidang Perkebunan
- terjadi penyusutan untuk jatah pupuk subsidi bidang berkebunan sebanyak 50 Ton untuk kecamtan rupat
- sosialisasi pencegahan kebakaran lahan dan hutan kecamatan rupat
- upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman perekbunan utamanya karet
- pengadaan sarana produksi perkebunan semisal racun untuk hama dan penyakit.
Tiga puluh menit lagi jarum jam akan sampai pada angka sebelas kala Kepala UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Rupat memaparkan rencana kerja kantornya kepada para hadirin. Bidang Penangkapan, Bidang Usaha Budidaya Perikanan dan Bidang Pengolahan Pasca Panen Ikan merupakan tiga ruas yang dibelahnya agar memuat ide dan rencana.
- Bidang penangkapan
- Pendataan kartu nelayan
- Sertifikat akta nelayan untuk tanah nelayan
- Bidang usaha budidaya perikanan
- Budidaya ikan nila di desa pengkalan nyirih dan terkul
- Bidang pengolahan pasca panen ikan
- Pengolahan ikan salai di desa sukarjo mesim
Satu jam lagi menuju pukul duabelas siang, protokol memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk mengemukakan pendapatnya. Adapun peserta pertemuan berasal dari anggota kelompok tani, ketua KTNA Kecamatan Rupat dan beberapa Ketua Gapoktan se Kecamatan Rupat. Adapun rangkuman usulan dari peserta pertemuan sebagai berikut:
- Peningkatan teknologi di bidang pengolahan tanah sebelum tanam.
- Pelaksanaan penyuluhan di bidang hama dan penyakit tanaman padi
- Diperlukan mekanisme perekrutan petani untuk mengikuti PEDA dan PENAS Pertanian tahun 2016
- Penyediaan bibit unggul untuk tanaman padi musim tanam 2016
- Pengadaan sarana dan Prasarana pertanian untuk lahan persawahan.
- Sosialisasi penanaman serentak padi unggul untuk Kecamatan Rupat.
- 100 ha lahan tanam padi Desa Sri Tanjung memerlukan tenaga ahli untuk meneliti tanah.
Matahari tepat berada di ubun-ubun kepala kala segala ide dan gundah dituang ke dalam catatan tertulis. Rangkuman perencanaan yang menunggu sentuhan tangan dingin para penyuluh pertanian untuk memilih dan memilah kembali usul dan saran yang telah dipaparkan. Beberapa item jelas tidak masuk kedalam programa penyuluhan sebab bersangkut pada pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang. Sebagaimana sebuah programa telah ditasbihkan sebagai rencana kerja penyuluhan yang bersentuhan langsung dengan pembangunan karakter masyarakat tani, yaitu keterampilan-sikap dan perilaku.
Dunia penyuluhan dihadapakan pada tantangan mental dalam penyusunan
rencana dan implementasinya di lapangan. Pembangunan di negeri seribu
satu masalah ini seakan tak bisa lepas dari paradigma lama yang masih
sentralistik alias top down. Seputaran dunia penyuluhan bekelindan
dengan berbagai situasi, kebijakan dan kejadian di dalam dan luar
negeri. Semua urusan tidak akan selesai, kala orang-orang masih berebut
proyek dan paket, memusatkan dana dan tenaga kepada pembangunan
infrastruktur, hingga kelalaian pada penilaian kapasitas sumber daya
petani yang mestinya bisa menjadi modal pergerakan pembangunan secara
keseluruhan. Adakah yang ingin berubah, atau sekali lagi rencana akan
kembali menjadi tumpul.



Posting Komentar