“Kita menyadari bahwa di negara manapun, masalah pangan dan energi selalu menjadi kerawanan. Baik itu di negara maju, apalagi di negara-negara berkembang. Walaupun Kabupaten Bengkalis termasuk daerah kaya, namun belum bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Olehnya itu, Pemkab Bengkalis akan semakin meningkatkan program-program pertanian untuk mendorong peningkatan produksi pangan.” Hal tersebut disampaikan Bapak Bupati Bengkalis, Ir. H. Herlian Saleh M.Sc saat mengikuti acara panen raya padi di Kelurahan Batupanjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten bengkalis, 10 Februari 2014.
Kekhawatiran itu sangatlah beralasan, jika kita menelisik data Pemda tahun 2013, jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis mencapai 530.191 jiwa dengan rata-rata konsumsi beras penduduk 114 kg/kapita/tahun. Artinya jumlah konsumsi beras Kabupaten Bengkalis pertahun mencapai 60 ribu ton. Sementara produksi padi yang bisa terpenuhi pada tahun 2013 sebanyak 24 ribu ton. Itu berarti Kabupaten Bengkalis masih kekurangan stok beras sebanyak 36 ribu ton, dimana kekurangan tersebut dipasok dari luar.
Dalam acara panen raya tersebut, Bapak Bupati Bengkalis dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Kec. Rupat dan Rupat Utara memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung padi Kabupaten Bengkalis. Alasannya, pulau seluas 894,35 km2 ini masih memiliki banyak wilayah yang bisa dijadikan lahan-lahan pertanian. Untuk mewujudkan hal tersebut, beliau berharap seluruh komponen masyarakat, petani dan instansi-instansi terkait dapat bekerjasama agar Pulau Rupat bisa menjadi salah satu sentra produksi beras Kabupaten.
“Bengkalis sudah memiliki tiga daerah sebagai sentra pertanian padi, yaitu Kecamatan Bantan, Siak Kecil dan Bukit batu. Saya optimis bahwa Kecamatan Rupat bisa menjadi yang Ke-empat.” kata Bapak Herlian saleh, diikuti tepukan riuh dari para petani dan hadirin yang hadir.
Pulau Rupat merupakan rangkaian pulau kecil di Sumatera, secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Kotamadya Dumai. Dari pulau terluar ini kita hanya memerlukan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke Malaka. Pulau Rupat terbagi atas dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Sementara tempat yang didaulat melaksanakan acara panen raya tahun ini adalah Kelurahan Batupanjang Kec. Rupat, dipusatkan di saung tani milik kelompok tani “Penebak indah”.
Pembukaan panen raya berlangsung meriah, kedatangan seluruh tamu disambut dengan tabuhan kompang (sejenis alat musik tabuh khas melayu). Bupati dan Sekda Bengkalis kemudian mendapat kalungan bunga sebagai tanda penyambutan. Setelah itu disajikan atraksi kesenian reog yang dibawakan oleh sanggar kesenian setempat. Rombongan lalu diarak menuju ke saung tani yang telah dihias menggunakan janur kelapa. Di tempat yang sangat bersahaja tersebut, di tengah hamparan padi yang menguning, juga berkenan hadir anggota DPRD Kab.Bengkalis, Camat Kec. Rupat, Kepala SKPD se-Kab. Bengkalis, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Rupat.
Dikemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya acara panen raya ini adalah untuk memotivasi petani agar terus menanam tanaman pangan di lahan-lahan mereka, dan agar Pemkab terus mendukung upaya mencapai ketahanan pangan di pulau Rupat khususnya dan di Kabupaten Bengkalis secara umum. Dalam menu hidangan yang disajikan dalam acara ini dipilih hasil-hasil pertanian lokal, seperti berbagai panganan dari kelapa, jagung, ubi, ketela dan kacang tanah sebagai salah satu cara mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Terkait potensi daerah di bidang pertanian khususnya tanaman padi, Kecamatan Rupat masih berpotensi untuk dikembangkan. Beradasarkan data UPTD Pertanian dan Peternakan Kecamatan Rupat sampai akhir tahun 2013 lalu, luas tanaman padi di Kecamatan Rupat adalah 600 Ha, terbagi atas padi gogo 400 Ha dan padi sawah 200 Ha. Area persawahan dan ladang secara keseluruhan menghasilkan 1.130,5 ton beras.
Pada acara panen raya kali ini, Bapak Bupati Bengkalis dan seluruh pejabat yang hadir ikut memanen padi bersama petani. Bapak Bupati langsung turun ke sawah menggunakan topi anyaman khas petani, meng-arit beberapa rumpun padi lalu menunjukkannya pada khalayak ramai. Beliau kemudian mengoperasikan reapper atau alat pemotong padi sebagai tanda dimulainya panen raya. Adapun padi yang dipanen adalah jenis inpari 13, padi unggul yang ditanam dalam satu hamparan seluas 30 Ha.
Berdasarkan perhitungan hasil panen secara ubinan oleh petugas statistik Kecamatan Rupat yang disaksikan Kepala Distanak Kab. Bengkalis, diperolah hasil akhir produksi 7,92 ton/Ha. Dengan melihat hasil ubinan tersebut, produktifitas padi di lahan milik Kelompok Tani Penebak Indah tersebut ternyata cukup bagus. Hal ini berkat kerja keras petani dan berbagai program pertanian yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Bengkalis untuk mendorong peningkatan produksi padi di Kec. Rupat. Diantaranya program cetak sawah baru, perluasan lahan pertanian padi, meningkatkan IP, bantuan pupuk dan saprodi, bantuan alsintan serta berperan dalam upaya peningkatan kapasitas sumberdaya petani.
“Pemkab Bengkalis terus mendorong kemajuan di bidang pertanian. Diantaranya memberikan bantuan saprodi, pupuk, pestisida, dan program penyuluhan bagi petani. Meliputi sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu, maupun pengendalian hama. Membuat embung (penampung air hujan) dan pencetakan sawah baru. Melakukan kegiatan pengembangan infrastrukstur pertanian, optimalisasi penggunaan lahan, penerapan teknologi modern, pemberian bantuan alat mesin pertanian dan sarana produksi. Selain itu juga Pemkab Bengkalis telah mengucurkan modal kerja ke pedesaan agar para petani tidak terjebak pada tengkulak atau ijon.” Urai Bupati Bengkalis, yang pada acara tersebut juga menyerahkan secara simbolis 30 unit handsprayer untuk petani.
Dalam penyelenggaraan panen raya kali ini, juga dilakukan kampanye menggunakan media seperti spanduk, baliho, dan poster-poster pertanian di sekeliling area acara berlangsung. Bahkan disediakan stand untuk mengakses informasi terkait bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Diharapkan agar acara seperti ini tidak menjadi sekedar seremonial belaka, namun juga ada makna dan nilai-nilai yang bisa kita petik di dalamnya. Tempat setiap orang bisa berbagi semangat dan dukungan untuk ketersediaan pangan yang mandiri di setiap tempat.
Seorang pujangga pernah berkata bahwa “setiap jalan pasti ada rintangan”. Adapun hambatan bidang pertanian di pulau Rupat diantaranya adalah akses jalan masih terkendala untuk distribusi dan pemasaran, keterbatasan pengetahuan-ketrampilan dan sikap pelaku utama dalam penggunaan teknologi moderen, kelembagaan kelompok belum sepenuhnya mantap, keterbatasan pengetahuan mengelola cadangan pangan khususnya skala rumah tangga, jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih kurang, serta semakin gencarnya alih fungsi lahan pertanian.
Namun hambatan-hambatan tersebut tidak mesti mematahkan semua harapan. Tapi sebaliknya, menjadi cambuk pelecut semangat bahwa masih banyak yang harus dibenahi dalam hal ketersediaan pangan yang mandiri. Seperti yang tergambar pada bagian akhir pidato sambutan Bupati Bengkalis di acara Panen Raya 2014 Kelurahan Batupanjang. Bapak Ir. H. Herlian Saleh M.Sc berpesan kepada petani dan tentunya kepada kita semua:
“Saya menggugah saudara saya petani…tanamlah lahan, sawah dan ladang kita untuk padi, jangan yang lain!”



Posting Komentar