Suntikan Pelindung Booster PMK


Pagi baru saja merekah di Tepi Laut Desa Dompas, ketika puluhan peternak di Desa Dompas mulai mempersiapkan hewan ternak mereka di kandang masing-masing. Hari itu, Senin, 24 Agustus 2026, suasana dua desa mendadak lebih riuh dari biasanya. Bukan karena ada pasar malam, melainkan kedatangan tim petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Bukit Batu. Mereka membawa misi mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi. Sebulan lalu, Tim yang sama sudah melakukan vaksinasi PMK suntikan pertama. 30 hari berselang dilakukan suntikan vakasin lagi dan dinamakan booster. Fungsinya menambah kekuatan vaksin untuk melawan virus PMK.

Langkah taktis vaksinasi booster ini digelar secara maraton dari desa ke desa, akhirnya tiba di dua lokasi sekaligus, yakni Desa Dompas dan Sejangat. Sasarannya jelas, memberikan kekebalan optimal bagi ternak sapi pasca-vaksinasi utama. Hal itu sekaligus menutup celah penyebaran penyakit menular strategis yang kerap mengintai wilayah potensi peternakan.

Bagi para peternak di pedesaan, sapi bukan sekadar komoditas, melainkan tabungan hidup yang bernilai tinggi. Sadar akan hal itu, Puskeswan Bukit Batu mengambil langkah proaktif. Vaksinasi dosis lanjutan ini krusial untuk memastikan antibodi hewan tetap berada pada level tertinggi.

“Kalau vaksin pertama itu ibarat membangun fondasi rumah, booster inilah yang menjadi atap dan dinding kokohnya. Kita tidak boleh kendor, apalagi cuaca sedang tidak menentu,” ujar Paravet Hermanto di sela-sela suntikan ke sapi milik warga.

Panas terik yang mulai menyengat sejak pukul 10.00 WIB tidak menyurutkan langkah tim Puskeswan. Menggendong tas pendingin warna biru berisi spuit dan botol vaksin, Tim Keswan menyusuri jalanan tanah, mengetuk pintu demi pintu pemilik ternak, dan masuk ke dalam kandang sapi mereka. Tiada rasa letih demi membantu menjaga kesehatan ternak penduduk desa.

Pemandangan serupa juga terlihat di Desa Sejangat yang dikunjungi tim selepas siang. Kesadaran masyarakat berdampingan tim medis, membuat jalannya vaksinasi booster seperti sebuah kebiasaan. Warga tanggap membantu petugas memegangi sapi agar proses penyuntikan berjalan aman dan lancar.Ketika sapi tidak banyak bergerak, Dokter Hewan dan Paravet dengan mudah menyuntik mereka tanpa ada cidera.

Apresiasi besar datang dari para peternak setempat. Program Pemerintah ini dinilai sangat membantu meringankan beban finansial masyarakat. Jika harus mendatangkan dokter hewan atau membeli vitamin dan vaksin sendiri, tentu banyak biaya dikeluarkan.

“Kami sangat bersyukur Tim Puskeswan mau langsung turun ke kandang. Kami jadi merasa tenang karena ternak-ternak kami sudah dibooster. Jadi tidak was-was lagi kalau ada isu penyakit ternak menyebar,” ungkap salah satu peternak di Desa Sejangat dengan wajah lega.

Pada hari itu, kegiatan Dokter Hewan dan Paravet menyuntikan dosis vaksin booster diliput media siber keswan. Hasil olahan video dan tulisan disebar melalui platform digital, menjadi pesan bahwa peternak tidak sendirian. Target capaian pemerintah di bidang peternakan dan kesehatan hewan dieksekusi langsung oleh Tim di lapangan. Sebelum rampung, Tim Keswan memanfaatkan momentum guna mengedukasi peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan pola pakan yang sehat.

Aksi nyata pada 24 Agustus 2026 di Desa Dompas dan Sejangat menegaskan perjuangan Puskeswan Bukit Batu di Tingkat paling bawah. Melalui vaksinasi booster PMK, sebuah harapan cegah penyakit mulut dan kuku, agar denyut nadi perekonomian masyarakat desa terus berputar.

Posting Komentar