Vaksinasi Rabies di Desa Sukajadi


Upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies digencarkan oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bukit Batu. Pada hari Senin, 13 Juli 2026, tim Puskeswan melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies pada hewan anjing dan kucing dengan metode jemput bola, yakni menyuntik dari rumah ke rumah ( door-to-door ) peternak yang berada di Desa Sukajadi.

Sebelum memulai aksi lapangan, tim dari Puskeswan Bukit Batu terlebih dahulu melakukan koordinasi ke Kantor Desa Sukajadi untuk memberitahukan perihal kegiatan tersebut, memastikan kelancaran agenda. Rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Sukajadi, Bapak Surya MY, yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengendalian penyakit hewan dan menjaga kesehatan hewan di wilayahnya.

Dokter hewan Eddy Nuryanto memimpin langsung vaksinasi rabies, penyuntikan dilaksanakan secara sigap oleh Paravet Hermanto. Turut serta dalam rombongan tersebut Tim Siber Keswan yang bertugas melakukan peliputan berita untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan preventif ini kepada masyarakat luas.

Disela kegiatan lapangan, disampaikan bahwa rabies, atau yang sering dikenal dengan sebutan penyakit anjing gila. Adalah penyakit menular akut yang menyerang sistem saraf pusat dan disebabkan oleh virus. Virus ini dapat menginfeksi manusia maupun hewan berdarah panas (termasuk anjing, kucing, kera). Virus rabies menular melalui air liur hewan yang terinfeksi. Penularannya paling sering terjadi melalui gigitan, cakaran, ataupun jilatan pada luka terbuka atau selaput lendir. Pada hewan yang terinfeksi, gejala yang kerap muncul meliputi perubahan perilaku menjadi agresif atau sebaliknya (sangat jinak). Mengeluarkan air liur berlebihan atau berbusa. Takut air dan takut cahaya. Pada tahap akhir, hewan akan mengalami kelumpuhan dan mati.

Sampai saat ini, rabies merupakan penyakit yang fatal dan mematikan jika sudah memunculkan gejala klinis. Namun, penyakit ini dapat dicegah. Langkah utama untuk melindungi diri dan hewan peliharaan adalah dengan memberikan vaksinasi rabies secara berkala. Jika ada kasus terkena gigitan atau cakaran hewan yang diduga rabies, langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka dengan sabun di bawah air mengalir. Langkah selanjutnya segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pencegahan lebih baik daripada mengobati, itu sebabnya diperlukan vaksinasi.

Vaksinasi rabies di Desa Sukajadi berlangsung dengan lancar. Kegiatan penyuntikan disambut antusias oleh warga desa. Drh. Eddy bersama Paravet Hermanto mengendarai motor plat merahnya ke rumah penduduk. Kegiatan ini rutin tiap tahun, jadi tim sudah hapal rumah yang akan disinggahi. Mereka singgah membawa box biru berisi vaksin rabies, memasang sarung tangan medis. Paravet memasukan vaksin rabies dari botol kecil ke dalam spuit. Ia melangkah menuju hewan peliharaan yang telah dipegang oleh pemiliknya. Dokter hewan dan Paravet bergantian menyuntik hewan satu persatu. Kebanyakan pasien anjing atau kucing, hewan kera cukup jarang dijumpai, tapi terkadang ada juga satu atau dua ekor. Tim medis melakukan hal yang sama di tiap rumah, penduduk ada yang memiiki sampai 20 ekor hewan anjing. Sembari vaksinasi, tim juga mendata nama dan alamat pemilik serta identitas hewan. Kartu vaksinasi yang dibagikan tahun sebelumnya diperbarui data dan pencatatan tanggal vaksinasi terbaru.

Salah satu pemilik hewan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim dari Puskeswan Bukit Batu. Namanya Siska Nainggolan, alamat Jalan Poros Dumai-Pakning. Ia memiliki 2 ekor anjing dan 3 ekor kucing.

“Terima kasih atas kedatangan Tim Puskeswan di Desa Sukajadi, melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan kami,” ucapnya.

Posting Komentar